Fall Of The God-Yang Xiu

Fall Of The God-Yang Xiu
000..Prolog-Lubang Hitam


__ADS_3

**Sinopsis …


Pengusaha muda yang sukses dalam berkarir hanyalah sebuah kamuflase baginya. Karena dirinya yang sesungguhnya adalah seorang dewa di Dunia Modern.


Saat dirinya tengah menerima kenaikan dengan melawan Bencana Petir Surgawi untuk bisa menjadi Dewa Sejati, tiba-tiba muncul sebuah lubang hitam menyedot dirinya dan membawanya pergi menjelajahi ruang dan waktu hingga ia sampai ke sebuah zaman yang tak tercatat dalam sejarah, Zaman Artefak yang mana bumi masih murni dan dipenuhi energi spiritual alam yang melimpah. Zaman dengan dunia yang sudah akrab baginya.


Dirinya akan dibebankan tugas Surga untuk menjalankan sebuah misi yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Namun sialnya, di dunia itu ia malah dipanggil sebagai Permaisuri! Apa ini sebuah lelucon? Dia adalah seorang laki-laki!


~**~**~**~**~



NEGARA Huazhong adalah sebuah negara maju yang berada di Bumi—Benua bagian Timur. Meski begitu, pemimpin negara bukanlah seorang Presiden maupun Raja seperti umunya negara lain, melainkan tujuh orang pengusaha yang membangun Negara itu dari awal. Yah, negara itu sama sekali tidak memberlakukan sistem kepemimpinan Demokrasi maupun Feodalisme.


Ketujuh pengusaha itu disebut sebagai The Seven Patronage Sky. Sebutan itu di dapat karena kekayaan mereka yang melimpah itu menjadi bantuan yang besar sehingga mampu membangun Negara Huazhong yang awalnya adalah negara sekarat yang hampir menghilang dari peta dunia hingga kini menjadi salah satu negara paling tersohor di muka bumi hanya dalam satu dekade. Bukankah itu luar biasa?


Mereka bertujuh menjadi sangat di hormati oleh bukan hanya warga Negara Huazhong, melainkan orang-orang yang berasal dari luar negara pun menaruh kekaguman pada mereka. Bahkan patung ketujuh orang itu dibuat di tengah-tengah ibu kota bebaris rapi berdiri menggunakan Jas dengan penuh wibawa. Berbahan marmer dan baja dengan lapisan perak yang mencolok di luarnya, menambah aura mengesankan dari mereka bertujuh.


Patung batu dengan lapisan logam setinggi sepuluh meter yang terdiri dari lima pria dan dua wanita yang terlihat masih berumur 40 sampai 50-an tahun. Namun ada satu patung pemuda yang terlihat masih 20-an tahun di antara patung-patung tersebut.


Pantung dengan tampilan wajah ramah yang tersenyum ceria memandang kota. Ia adalah seorang Presedir muda, ah bukan, maksudnya … dianggap muda. Orang-orang mengenalnya dengan nama Yang Xiu, salah satu orang yang paling berjasa, dia adalah bagian dari The Seven Patronage Sky.


Banyak orang-orang datang ke tempat itu hanya untuk melihat seperti apa wajah ketujuh orang yang berjasa membangun negara yang begitu megah tersebut. Mereka sangatlah diagungkan oleh rakyat Negara Huazhong. Bahkan beberapa kali orang terlihat tengah bersujud di depan patung memberi hormat yang sebesar-besarnya pada mereka yang bergelar sang Penyelamat.


Kota Bai-Yin merupakan salah satu kota termaju di Negara Huazhong, hampir setiap sudut kota memiliki sistem AI yang memudahkan aktifitas manusia. Benar-benar kota dengan perdaban modern yang canggih, kota masa depan.


Hanya saja, bukan itu yang saat ini menjadi pusat perhatian.


Kota yang indah dengan kerlap-kerlip lampu di malam hari. Sangat ramai dengan aktifitas masyarakat yang terus berlalu lalang di jalanan kota. Sepertinya kota Bai-Yin tengah merayakan festival tahunan yang selalu diadakan rutin setiap tahunnya.


Banyak orang tertawa gembira seraya mengenakan kostum berbagai rupa untuk memeriahkan pesta. Lampion-lampion elektrik berwarna merah menghiasi setiap sisi kota menambah cantiknya pemandangan di sana.


Namun, jauh dari keramaian kota. Di dalam hutan belantara yang masih terlihat asri dengan berbagai pepohonan hijau dan banyaknya pohon pinus yang memenuhi hutan menandakan kalau tempat itu adalah daratan yang lebih tinggi dari daratan kota yang ramai.


Sebenarnya bukan itu masalahnya, di sana telah terjadi sebuah fenomena yang lumayan aneh.


Langit yang semulanya cerah bertabur bintang di malam itu mendadak gelap karena awan-awan hitam yang terlihat mengerikan berkumpul membentuk suatu pusaran pada titik tertentu.

__ADS_1


Hewan-hewan di dalam hutan nampak gelisah, berlari menjauhi lokasi kejadian tuk mencari tempat bersembunyi. Burung-burung bahkan lebih cepat mengepakkan sayapnya siap melesat di udara menghindari bencana yang akan mendatangi mereka.


Awan-awan itu mulai mengeluarkan kilat terang yang menyambar di kedalaman hutan belantara.


Suara petir sudah berkali-kali saling bersahutan seolah berlomba tentang siapa yang memiliki suara paling keras.


Meski begitu, nampaknya itu bukan petir pertanda akan datangnya hujan. Sebab sudah lebih dari satu jam awan berkumpul, tak ada rintik sedikit pun yang menjatuhi bumi. Sebuah fenomena yang aneh dan menakutkan bagi setiap mata yang melihatnya, namun … tidak dengan seseorang.


“Hahaha ….”


Duarr!!!


Suara guntur yang menggelegar menyapu kedamaian malam itu.


“Haha … Bagaimana pun juga, aku akan mengalahkanmu, Tuan Petir yang angkuh. Jika aku tak bisa, maka aku akan mengulang kultivasi dari awal!”


Suara seorang pemuda dengan balutan celana training dan juga hoddie abu-abu yang sekiranya terlihat baru berumur dua puluh tahun tertawa mengejek seolah menantang langit karena sedari tadi dirinya terus berlari menghindari petir-petir yang menyambar. Rambutnya yang putih terang nampak bersinar kontras dengan kegelapan malam di kedalaman hutan.


Sudah ratusan kali petir menyambar dengan suara guntur yang menggelegar memekakkan hingga mengagetkan seluruh orang yang berada di kota saat itu.


Badan Penanggulangan Bencana Alam turut dalam keributan karena cuaca aneh tersebut. Baru kali ini sensor dari alat-alat canggih mereka mendeteksi petir yang terus-menerus menyambar dan itu hanya berasal dari satu arah.


“Difisi Lima, cepat selidiki apa yang terjadi?!”Secara tiba-tiba, pria paruh baya yang di panggil dengan sebutan ‘Ketua’ itu menunjukkan raut wajah serius karena menyadari sesuatu hal yang aneh dengan gambar yang muncul di monitornya.


Terdapat tanda merah mengerayangi sebagian kecil bumi di suatu daerah di negara mereka. Hal itu menandakan suatu bahaya yang telah terdeteksi.


“Petir menyambar di area koordinat 268EB daerah Hutan Pinus di sebelah barat kota Bai-Yin!”Seorang bawahan menjawab permintaannya.


“Bukankah itu Prefektur 11?” tanya sang Ketua yang langsung dibenarkan oleh bawahannya. “Bencana Alam yang aneh,” lanjutnya bergumam serius.


“Kami menemukan penyebabnya!”Lagi-lagi sesorang kembali berseru terkejut.


“Katakan!” pinta sang Ketua.


“Ada sebuah titik kecil hitam yang terus bergerak menghindari petir-petir yang seolah terus mengikuti titik hitam tersebut. Mungkin itu yang memancing petir. Ada Perintah?”


Sang Ketua mengangkat alisnya merasa aneh. Kejadian seperti ini adalah hal baru, jadi dia belum bisa membuat tindakan selanjutnya

__ADS_1


“Selidiki lebih lanjut!” putusnya.


“Baik, Ketua!”


“Tunggu dulu! Sepertinya ada sesuatu yang aneh muncul di sana.” Sang Ketua menghentikan gerakan bawahannya karena mendapat keanehan yang lain. “Apa … itu?”


Para bawahannya yang mengerti riak wajah pemimpin mereka segera bertindak dengan cepat. Salah satu dari mereka kembali angkat suara. “Ketemu! Itu, itu … Blackhole!” Bawahan itu berseru dengan kaget, matanya terbuka lebar dengan apa yang ia lihat pada layar monitor.


“Apa!!! Cepat pergi selidiki dan infestigasi area sekitar!” perintah sang Ketua amat terkejut dengan kejadian langka tersebut.


“Baik, siap laksanakan!”


“Tunggu, tunggu.” Lagi-lagi sang Ketua menghentikan gerakan para bawahannya saat dirinya menyadari keganjilan lain. “Siapa itu?” tunjuknya pada layar yang menampilkan penampakan seseorang.


“Astaga! Bukankah itu Tuan Yang Xiu?!” Seseorang berteriak tak percaya.


Meninggalkan keributan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Alam, mari beralih ke dalam Hutan Pinus yang masih di penuhi dengan deru sambaran Petir Surgawi.


“Hah! Ini yang ke seribu. Ayo, tantangan terakhir untukmu dan aku menang!” teriak seorang pemuda berambut putih pada petir yang akan segera muncul dari langit.


Pemuda itu tak lain adalah Yang Xiu, seorang yang menyandang gelar Presedir wirausaha termuda di Negara Huazhong dengan segala kecerdasan bisnis yang tersimpan apik di dalam otak berjuta-juta Giga Bite-nya. Juga ia adalah salah satu dari The Seven Patronage Sky yang berjasa atas kemakmuran Negara Huazhong.


Tapi identitas itu hanyalah sebuah samaran baginya, ia memiliki identitas lain yang lebih agung dari semua identitas manusia yang dimilikinya. Dia adalah seseorang yang memiliki gelar Dewa Bela Diri di Dunia Modern yang keberadaannya telah dinyatakan sebagai mitos juga legenda masa lalu oleh orang-orang.


Dan saat ini ia tengah menerima Bencana Surgawi dari Kenaikan para dewa untuk mensucikan diri dari sifat fana agar layak menjadi Dewa Sejati yang mengurus dan memelihara suatu wilayah di tiga alam. Dalam Bencana Kenaikan itu, ia akan menerima seribu sambaran Petir Surgawi berturut-turut untuk mensucikan jiwa dan raganya dari segala keburukan dan sifat-sifat duniawi.


Inilah saatnya menerima sambaran petir yang ke seribu sekaligus yang terakhir. Petir berwarna ungu terang segera melesat ke arahnya. Kali ini pemuda itu tak berusaha menghindar dan malah menerimanya seraya memasang wajah mengejek pada sang Petir.


Seolah mengerti, petir itu segera melesat semakin cepat menuju Yang Xiu. Namun belum sempat petir menyambar tubuhnya, tiba-tiba di depannya muncul sebuah lubang hitam seukuran pintu rumah yang menelan seluruh tubuh Yang Xiu.


“A- ap ....” Belum sempat dirinya mengeluarkan suara keluhan, tubuhnya sudah lebih dulu ditarik oleh sesuatu semacam magnet tak kasat mata dari dalam lubang hitam.


Sedangkan di luar, cuaca kembali tenang, tak ada lagi petir-petir menyeramkan yang menyambar. Semuanya senyap seperti malam-malam sebelumnya di dalam hutan itu hingga para anggota Badan Penanggulangan Bencana Alam datang dalam keadaan bingung.


Dan tentu saja, keesokan harinya berita itu menggemparkan dunia. Kemunculan Blackhole dan hilangnya salah satu anggota The Seven Patronage Sky menjadi buah bibir di mana-mana.


~\ ( O o O ) /~

__ADS_1



__ADS_2