Fall Of The God-Yang Xiu

Fall Of The God-Yang Xiu
004..Majikan yang Menyedihkan dan Pelayan Bodohnya—Mencari Makanan


__ADS_3

YANG XIU mematung melihat semua yang dibawa oleh Fei. Ia mulai berpikir, benarkah dirinya harus memakan benda itu? Dia yang pasalnya adalah seorang Pengusaha muda yang berkecukupan, yang setiap harinya selalu dipenuhi dengan tradisi Empat Sehat Lima Sempurna, kini terpaksa memakan sesuatu yang Ugh! ... cukup sulit dijelaskan seperti apa perasaan Yang Xiu saat ini, antara was-was dan miris, menyadari jika hidup dua gadis mungil di dalam hutan ini begitu menyedihkan sampai pada tingkat semengenaskan ini.


“Guniang, da- dari mana kamu mendapatkan benda-benda ini? Ya ampun, pantas saja Lan Lingxi mati, sebab yang setiap hari mereka makan ... ya ampun. Apa mereka tidak bisa membedakan benda beracun dan tidak?”


Bahkan Yang Xiu beberapa kali menggumamkan kata maaf dalam hati pada Lan Lingxi karena begitu tega menghina nasib gadis malang tersebut sebagai orang sial. Yah, tapi memang tida bisa dipungkiri jika keberuntungannya memang tidak begitu baik. Dia bahkan mati pada usia yang begitu muda.


Yang Xiu memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit. Pasalnya makanan yang dikatakan oleh gadis pelayan itu adalah beberapa jamur sebesar kepalan tangan bayi dengan banyak bintik-bintik merah. Jelas itu sangat beracun, hanya dilihat sekilas pun anak kecil juga akan mengetahuinya. Menyebabkan sakit perut, halusinasi dan bahkan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dan kedua gadis ini bahkan telah memakannya untuk waktu yang lama.


Yang Xiu tak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis. Akan tetapi dia cukup salut pada Lan Lingxi dan Fei yang masih bisa bertahan hidup untuk waktu yang lumayan lama, terkhusus pada gadis pelayan di depannya ini. Dia bahkan tak terlihat melemah sedikit pun meski dia telah menjelaskan jika keduanya memang selalu memakan apapun yang terlihat bisa mereka makan.


Fei yang tidak tahu apapun hanya memandang sang majikan kebingungan. “Ada apa, Yang Mulia? Aku mendapatkannya di tempat biasa di belakang rumah. Bukankah ini jamur kelinci kesukaan Anda?”


“Uhuk, uhuk!” Yang Xiu sampai tersedak napasnya sendiri mendengar penuturan gadis itu. Apa katanya? Jamur kelinci? Bisakah dia mengumpat sekarang? Tapi akhirnya Yang Xiu hanya berkata, “Guniang, jangan pernah mencari makanan lagi. Jangan pernah!” Dia menekankan ucapannya seraya memegang bahu Fei yang masih kebingungan dengan raut wajah super polos.


Melihat respon Fei membuat Yang Xiu mendapat sebuah kesimpulan, “Gadis ini bodoh!” Yah, jika dipikir-pikir lagi memang benar, Fei bahkan tak menyadari perubahan sikapnya. Padahal dirinya memiliki perbedaan temperamen yang cukup besar dengan Lan Lingxi.


Memikirkan itu membuat Yang Xiu tertawa miris, dia hampir frustasi. Jika saja dia tidak terlatih mengendalikan ketenangannya, mungkin saat ini Yang Xiu sudah memutuskan untuk mengantung dirinya.


Dia sebaliknya berpikir jika Lan Lingxi dan Fei adalah suatu perpaduan yang benar-benar membuat sakit kepala. Majikan yang menyedihkan bersama pelayannya yang bodoh. Betapa serasinya untuk kehidupan yang benar-benar payah. Pantas saja mereka menjadi orang terkucilkan. Haish.


Dalam pikirannya, Yang Xiu telah menyatukan kedua telapak tangannya dan melantunkan beberapa do’a terhindar dari marabahaya. Hidupnya sekarang benar-benar di uji.


Dia akhirnya lagi-lagi menghela napas. Kemudian memutuskan untuk pergi berburu saja. Jika dirinya meyerahkan pekerjaan mencari makan pada Fei, maka dia dipastikan berakhir menjadi mayat tanpa bisa menyelesaikan tugasnya. Rasa lelah dan lemasnya yang tadi luruh begitu saja memikirkan hal itu.


Fei awalanya ingin ikut dengannya, namun Yang Xiu melarang. Sebab hutan terlalu berbahaya untuk manusia biasa sepertinya. Lebih baik menjaga rumah saja dan merebus air. Saat dia pulang nanti bisa langsung mandi air hangat.

__ADS_1


Karena Fei adalah gadis yang penurut walau pun bodoh, maka dirinya mengiyakan saja perintah Yang Xiu. Sebelum pergi, Yang Xiu terlebih dulu membuat array pelindung sederana di sekitar gubuk untuk berjaga-jaga seandainya nanti ada binatang buas yang datang tanpa di undang untuk meminta makanan.


“Hutan ini begitu luas, semoga aku tidak bertemu Demonic Beast dewasa atau semacamnya! Dengan kekuatanku yang sekarang, akan sulit untuk mengalahkan mereka yang sudah berumur lima ratus tahun ke atas.”


Yang Xiu berjalan santai sambil sesekali melirik kiri kanan berharap mendapat beberapa Magic Plant maupun Spirit Herb untuk memulihkan kondisinya yang baru menerobos tingkatan awal.


Ah dia bahkan belum membersihkan diri dari kotoran akibat terobosan. “Ugh! Ini benar-benar memiliki bau yang menjijikkan. Salut pada diriku yang dapat menahannya dan juga gadis pelayan itu. Ugh, sangat lengket.”


Yang Xiu akhirnya memutuskan untuk mencari sungai atau mata air terdekat untuk membasuh tubuhnya yang kotor. Tidak jauh dari tempatnya, ia dapat mendengar suara gemercik air.


“Suaranya terdengar dari arah sana!” serunya sedikit antusias, berlari ke arah suara yang dia yakini.


Tak lama, Yang Xiu menemukan air terjun dengan air yang sangat jernih dan terlihat menyegarkan. Tebing tak terlalu tinggi namun itu terlihat cukup menakjubkan bagi dirinya yang telah menghabiskan satu dekade lamanya tinggal di perkotaan. Pemandangan seperti ini benar-benar Yang Xiu rindukan.


“Woah! Menakjubkan!”


Dengan segera dirinya mengguyur diri dibawah air terjun yang jatuh lumayan deras. “Haah, segarnya ....” Tubuhnya basah menyeluruh, ia bahkan tak membuka pakaiannya terlebih dahulu sebagaimana umumnya orang mandi.


Khem! Tapi tak mungkin dia lakukan, bukan? Sekarang jiwanya hanya menumpang tinggal di dalam tubuh seorang perempuan. Sungguh tidak terbiasa dengan itu. Jadi yaah, jangan dilihat atau nanti dirinya akan menjadi laki-laki brengsek walaupun pemilik tubuh sudah tidak ada tapi dirinya tidak akan pernah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Demi jalan kultivasi yang lancar, dia tidak dapat melanggar norma kesopanan antar gender.


Itu bukanlah sifat seorang Yang Xiu yang bermartabat dan penuh kehormatan. Karena mau bagaiman pun itu, dirinya adalah seorang laki-laki. Tubuh yang ia tempati saat ini hanyalah sementara. Nanti jika sudah berhasil menyelesaikan misi pertama, dia akan kembali pada tubuh aslinya. Itu aturannya.


“Hmm, apa mungkin ada ikan?” tanya Yang Xiu entah pada siapa. Dia kembali memperhatikan air, sangat bening. Dan benar saja, sungai-sungai kecil di sekitar air terjun ada beberapa ikan yang berenang mencoba melawan arus.


Setelah mandi, dia ingin menangkap beberapa ikan itu untuk dibawa pulang. Ikan sungai cukup menyegarkan dan memiliki rasa manis. Sudah cukup untuk dijadikan makan siang atau mungkin malam.

__ADS_1


“Sepertinya sudah bersih.” Yang Xiu beranjak meningalkan air terjun dan menuju ke tepian untuk mengeringkan diri. Dia menggunakan Qi, membuat angin panas untuk mengeringkan diri. Hanya butuh beberapa tarikan napas, tubuh serta pakaiannya telah kering.


Maka selanjutnya yang dia lakukan adalah mencari ranting dan juga tali-temali untuk membuat jebakan ikan dan menumpuk batu pada jalur air yang akan di lalui ikan-ikan tersebut dan menaruh sedikit umpan yang tentunya di sukai ikan, apalagi jika bukan cacing dan serangga kecil lainnya? Dia mempelajari cara itu dari internet. Sungguh teknologi memang tiada duanya. Oh ya, dia menambah Qi murni yang sangat terkonsentrasi pada umpan untuk memancing ikan-ikan untuk datang.


Jebakan sudah berhasil dibuat. Maka Yang Xiu meletakkannya di arah ke mana air mengalir. Dia menggunakan batu untuk menjadi penyangga. Setelah itu, hanya tinggal menunggu umpan diambil oleh buruannya. Sambil menunggu, Yang Xiu berkeliling di sekitaran sebentar untuk mencari beberapa rempah-rempah yang tumbuh di dekat sana. Tidak sulit untuk menemukan beberapa jadi dirinya kembali tak lama setelah itu.


Sebenarnya bisa saja dirinya menangkap ikan-ikan itu menggunakan kekuatannya secara langsung membuat jaring spiritual, tinggal lempar dan ikan akan terjerat. Sangat sederhana, mudah dan cepat. Hanya saja menurut Yang Xiu, dia tidak akan mendapat kesenangan dalam merburu makanannya. Menggunakan cara manual adalah sesuatu yang seru dan dia akan merasa lebih menghargai apa yang dia dapatkan nanti.


“Ah, ada yang tertangkap.” Dilihatnya tiga ekor ikan berukuran lumayan terjerat oleh perangkap yang dibuatnya. Dia berseru senang dan dengan segera mengambil ikan-ikan tersebut dan menaruhnya di daratan untuk segera di bersihkan dari sisik-sisik yang berkilau di bawah sinar matahari namun tak dapat dimakan.


Sebenarnya banyak ikan yang berkerumun di sekitar jebakan yang dirinya buat, hanya saja itu terlalu kecil untuk menampung semuanya, jadi yang terjerat hanya tiga ekor. Juga, saat dirinya turun ke air, ikan-ikan yang berenang disekitar langsung menjauh dengan sangat cepat meninggalkan yang terjerat. Yah, binatang di dunia Artefak yang penuh dengan Qi murni tebal memang lebih pintar dari Dunia Modern. Tidak apa-apa, ini sudah cukup dan Yang Xiu juga bukanlah orang yang serakah.


Dia memandang puas pada tangkapan perdananya, seraya berkata, “Ilmu Pengetahuan memang luar biasa. Jika dipikir-pikir, hidup seperti ini tidaklah buruk.”


Setelah mengikat ikan ikan dengan sulur, Yang Xiu bergegas. “Baiklah, ayo ke tempat lain.”


Yang Xiu kembali berjalan dengan semangat meninggalkan air terjun untuk memburu beberapa hewan lain sebagai persediaan sampai esok hari. Tapi sebelumnya dia sudah mengikat ikan-ikan serta rempah yang ia dapatkan dengan sulur kering yang ia temukan agar lebih mudah untuk membawa semuanya. Dengan begitu, Yang Xiu melanjutkan acara berburunya hingga langit menampakkan warna jingga bercampur merah muda yang cantik di barat.


Dia kembali dengan wajah riang ke pondok reot tempat pertama kali dirinya terbangun sambil membawa hewan buruan yang berhasil di tangkapnya. Kepulangannya tentu saja disambut oleh pelayan bodoh Lan Lingxi yang untungnya bersifat begitu loyal. Gadis itu mengomel dengan khawatir padanya yang hanya membuat Yang Xiu menggeleng sambil terkekeh ringan.


“Malam ini kita akan membuat pesta ikan bakar. Berhentilah mengomel dan cepat siapkan unggun api.” Dia memberi perintah yang tentunya langsung diangguki oleh Fei meski pun dengan wajahnya yang masih masam karena khawatir.


Catatan Penulis Chana: Sebenarnya aku tidak tahu cara menangkap ikan seperti itu benar atau tidak, aku hanya pernah melihat beberapa trik yang mirip dengan yang disebutkan di atas. Jadi berharap pembaca dapat mempraktikkannya dan kita diskusikan hasil akhirnya bersama, apakah ini efektif untuk menjerat ikan? :v


~ \ ( O o O ) / ~

__ADS_1



__ADS_2