
TERKADANG Yang Xiu merasa menjadi orang yang sial dengan kehidupan yang menjengkelkan. Apa urusannya coba, seorang dewa yang seharusnya berurusan dengan tiga alam malah mengerjakan pekerjaan makhluk fana yang merepotkan?
Benar, di dunia modern, memang hal-hal seperti itu misi yang ia dapatkan. Mungkin hanya dirinyalah yang melakukan misi tersebut. Memberantas korupsi, menumpas para pedagang yang menjual barang-barang illegal, memburu para mafia, dan yang paling mencolok tentunya menjalankan bisnis.
Dirinya sungguh terkenal disana, bahkan sampai diberi julukan ‘Miracle Heroes’.
Hanya dengan julukan seperti itulah yang membuatnya tak pernah mengeluh dengan hal-hal. Akan tetapi terkadang ia sering berpikir apa tujuan Penguasa Langit memberinya misi seperti itu? Entahlah, ia bahkan jarang sekali bicara dengan keluarganya, terutama sang Ayah yang misterius.
Menyebalkan!
“Baiklah, sebenarnya misi apa?” Akhirnya pertanyaan itu pun yang dilontarkannya.
Percuma jika dirinya ingin memberontak, ia akan mendapat Hukuman Langit dengan menyedihkan.
Dewa Arte hanya menghela napas pelan. Sejujurnya ia pun terkadang bisa merasa bingung dengan berbagai hal. Ada banyak sekali pertanyaan saat ia mendapatkan sebuah perintah tentang misi yang akan dikerjakan Yang Xiu.
Ia malah sempat berpikir bahwa pemuda yang berada di depannya ini … apakah sang Kaisar Langit telah memilihnya menjadi penerus? Ya … memang jika dipikirkan, itu terlalu mencurigakan.
Dewa Arte menggelengkan kepalanya pelan menghilangkan pemikiran-pemikiran yang tak menentu di dalam otaknya. Ia pun memilih untuk segera menjelaskan misi apa yang akan dikerjakan oleh Yang Xiu di tempat itu.
Tetapi sebelum itu, dewa Arte terlebih dahulu memanggil nama seseorang. “Lan Lingxi, kemarilah!”
Yang Xiu yang mendengar pun menaikkan sebelah alisnya. Ada orang lain selain mereka di tempat ini.
Tak berselang lama, muncul seorang gadis muda di samping dewa Arte. Gadis itu menunduk takut tidak berani melihat ke arah dua abadi di depannya.
“Dia Lan Lingxi, putri seorang Menteri Perang di Kekaisaran Hong, Benua Tongxuan. Misimu adalah menggantikan dirinya di dunia manusia dan memberikannya keadilan.” Dewa Arte mengenalkan Lan Lingxi singkat.
Ia tak perlu menjelaskan sesuatu yang lebih karena pemuda itu kini tengah mengambil kenangan dari Lan Lingxi untuk kepentingan misinya.
Wajah Yang Xiu berubah datar sebelum akhirnya melontarkan kata-kata menyakitkan. “Gadis pengecut, tak memiliki bakat sama sekali, Dantian hanya terbentuk setengah, orang terabaikan, bahkan keluarga sendiri tak mengakuinya, suaminya tak memberi kasih sayang bahkan mengasingkannya, sampah dari segala sampah,” ucap Yang Xiu sinis tak memperdulikan Lan Lingxi yang kini hanya sebuah arwah malah bisa menangis walaupun … tak mengeluarkan air mata sih.
“Haha,” tawa Yang Xiu hambar. “Orang sepertimu benar-benar menjengkelkan yang bahkan tak bisa membalas perkataan orang lain untuk membela diri, menyedihkan! Bahkan mati pun penyebabnya hanya kelaparan, lengkap sudah. Kamu orang yang sial,”celanya pedas sekali.
__ADS_1
Dewa Arte menggelangkan kepala. Pemuda itu benar-benar memiliki mulut berduri. Tapi ia tak menegur dan malah membiarkan Yang Xiu meneruskan kalimat menyakitkannya. Karena dia tahu sebenarnya Yang Xiu hanya merasa prihatin pada nasib Lan Lingxi, hanya saja caranya memang agak berbeda, dia hanya tidak mau gadis itu merasa dikasihani. Karena perasaan dikasihani itu malah lebih menyakitkan.
“Ya, ya.Teruslah menangis. Menyesal pun sudah terlambat bagimu. Lebih baik nikmati hidupmu dengan tenang di Nirwana, jangan perdulikan orang-orang yang bahkan tidak pernah memperdulikan dirimu.” Setelah itu, Yang Xiu kembali menghela napas. “Baik, baik. Aku menerima misi. Kita sepertinya berjodoh untuk orang-orang yang sial,” lanjutnya menimbulkan sudut bibir dewa Arte terangkat membentuk senyum tipis, sedangkan Lan Lingxi berhenti menangis, hanya terisak pelan.
Note: Nirwana sebenarnya juga berarti Surga, tapi di cerita ini akan diartikan sebagai bagian dari Surga—tempat orang-orang baik yang telah mati untuk tinggal dan menunggu waktu mereka untuk bereinkarnasi, tempat yang penuh kebahagiaan. Dalam cerita ini, Surga akan memiliki dua bagian, yaitu: Pengadilan Surgawi, tempat tinggal para dewa yang bertugas, dan lainnya adalah Nirwana seperti yang sudah dijelaskan.
Bagaimana pun pemuda di depannya ini masih memiliki hati yang selembut aliran air dan sehalus tiupan angin meski lidahnya begitu tajam mengalahkan pedang tertajam di Alam Semesta. Setidaknya itu yang dewa Arte ketahui.
“Hei Kucing Tua. Aku memiliki sebuah permintaan padamu. Ini juga berkaitan dengan misi yang akan ku jalani.”
“Baiklah, katakan saja.”
“Berikan aku akses menuju rumahku di Dunia Modern. Mau bagaimana pun juga, seluruh harta berhargaku ada di sana. Jangan sampai ada pencuri,” ucapnya santai seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.
Sudut bibir dewa Arte nampak berkedut mendengar permintaan Yang Xiu. Seorang dewa sepertinya takut kepada pencuri? Sungguh aneh. Dirinya bisa membuat array pelindung, kan? Namun dia tetap mengabulkannya, toh tidak ada ruginya juga.
“Bagus!” seru Yang Xiu dengan senang.
“Ah ya, sebenarnya menggantikan Lan Lingxi hanyalah pengalihan. Misimu yang sebenarnya lebih penting dari ini,” ucap dewa Arte tiba-tiba membuat Yang Xiu sedikit keheranan. Hanya pengalihan? Misi sebenarnya? Seberapa penting itu hingga membuat wajah serius dewa Arte nampak benar-benar serius sekarang?
“Mengumpulkan kedua belas bagian dari Kompas Bencana,” ucap dewa Arte membuat Yang Xiu terkejut.
“Kompas bencana? Bukankah seratus tahun lalu benda itu telah disegel dalam Hanshi di Istana Langit?”
Note: Hanshi berarti kamar dingin. Dalam cerita ini, Hanshi diartikan sebagai tempat mengurung dan mengintrogasi penjahat atau tempat menyegel benda pusaka yang berbahaya dan lain sebagainya.
“Beberapa bulan lalu, itu menghilang,” ungkap dewa Arte dengan kerutan di dahinya meski tak terlihat begitu jelas karena tertutup bulu.
“Bagimana mungkin? Hanshi selalu memiliki penjagaan yang sangat ketat. Jika benar begitu dan jatuh ke tangan orang yang salah, maka itu sangat berbahaya bagi tatanan alam. Benda itu seharusnya dimusnahkan dari dulu.”
Dewa Arte hanya mampu menggeleng pelan. “Tidak semudah itu, anak muda. Benda pusaka seperti Kompas Bencana adalah keberadaan yang mengerikan. Tidak akan begitu mudah dihancurkan begitu saja. Atau nanti akan mengakibatkan sesuatu yang lebih berbahaya. Karena itulah, kamu dipercayakan untuk hal ini, aku juga merasakan beberapa bagian jatuh di dunia Artefak ini. Dan yang lainnya aku tak tahu, kamu yang harus mencarinya sendiri.”
Yang Xiu menahan napas sebentar kemudian segera menghembusnya untuk menenangkan diri. “Sebenarnya siapa orang bodoh yang menciptakan benda terkutuk itu?” gumamnya pelan penuh kekesalan. Dia menatap dewa Arte serius, sepertinya dirinya tak harus ragu-ragu dalam hal seperti ini, maka dia segera mengiyakan.
__ADS_1
“Baik, kalau begitu aku pergi!” ucapnya kemudian berdiri dan melangkah ke arah sebuah pintu yang sudah di jelaskan dewa Arte sebagai pintu pemindah jiwa yang mana dirinya akan langsung bekerja menjalankan misi, artinya jiwanya akan berpindah ke dalam tubuh Lan Lingxi.
Lan Lingxi sendiri sudah di kirim ke tempat seharusnya. Ia akan menjalani hal-hal baik mulai sekarang karena tak pernah melakukan perbuatan jahat selama hidupnya.
Tapi sebelum Yang Xiu melangkah lebih jauh, dewa Arte menanyakan hal yang membuatnya seketika berhenti bergerak. “Apa kamu tak berniat untuk menjadi penerus Kaisar Langit?”
“Tidak tertarik,” jawab Yang Xiu singkat dan cepat. Pertanyaan seperti itu … selalu terdengar menyebalkan di telinganya.
“Kamu memiliki sebuah alasan?” tanya dewa Arte kembali, dia terlalu penasaran dengan hal ini hingga tidak menyadari raut wajah Yang Xiu yang sudah terlihat muram dan menggelap, jelas dia tak menyukai pembahasan tentang hal itu.
Yang dewa Arte tahu, pemuda itu selalu menggerutu dengan segala pekerjaan aneh yang dilimpahkan padanya, namun ia akan tetap mengerjakannya hingga tuntas dan malah mungkin menerima pekerjaan aneh itu dengan senang hati.
Akan tetapi dia seperti sama sekali tak tertarik dengan dunia kedewaan, bukankah ia merupakan kualifikasi yang baik untuk menjadi seorang Penerus Tahta Surga. Lagi pula Yang Xiu adalah seorang jenius berbakat, bahkan lebih dari saudara-saudaranya yang lain. Sebab itulah, dewa berbentuk kucing bersayap itu bertanya dengan rasa penasarannya.
“Haruskah aku memiliki alasan untuk tidak tertarik?” Bukannya menjawab pertanyaan dewa Arte, Yang Xiu malah bertanya balik.
Dia menampilkan sebuah senyum yang tak sampai pada matanya seraya berbalik menghadap dewa Arte, yang artinya … dia tak benar-benar tersenyum.
Dewa Arte sendiri tertegun. Kemudian ia tak lagi bertanya karena dia akhirnya mengerti saat melihat ekspresi pemuda itu. Setelahnya, dewa Arte memberi hormat perpisahan.
“Semoga selamat Yang Mulia Pangeran Kedua, Shengming Zhi Shen—Yang Aixin Zhen-Jun.” Dewa Arte sedikit membungkuk dengan tangan kanannya di depan dada bagian kiri lalu tangan kirinya di punggung.
Note: Shengming Zhi Shen berarti dewa Kehidupan. Yang Aixin adalah nama resmi atau nama kedewaan yang dimiliki Yang Xiu. ‘Yang’ diambil dari kata unsur Yin-Yang, ‘Yang’ berkebalikan dengan ‘Yin’. Aixin berarti penyayang. Zhen-Jun sendiri bisa diartikan sebagai Yang Mulia atau Tuan Agung.
Yang Xiu sendiri hanya berwajah datar sebelum akhirnya melangkah kembali. Tetapi dirinya sempat mengucapkan beberapa hal sebelum akhirnya menghilang di balik pintu.
“Kamu mengejekku, Kucing tua? Aku bahkan belum resmi menyandang gelar itu saat kamu membawaku ke mari. Tapi ya sudahlah, aku tak berniat, itu sudah terlalu sering ku alami. Hanya ingin mengerjai Petir Surgawi yang begitu angkuh itu.” Setelah itu tawanya terdengar mengisi seluruh lembah.
Dewa Arte? Ia terdiam dalam wajah yang penuh keheranan. Dia memang pernah mendnegar jika Yang Xiu tak pernah benar-benar naik menjadi dewa karena kenaikannya selalu saja digagalkan oleh misi. Padahal dia memiliki banyak sekali peluang naik karena bakatnya yang tak dapat diukur. Dia hanya tak menyangka jika apa yang ia dengar itu memang kebenarannya, dan itu pun langsung diucapkan oleh orangnya sendiri. Dia tak bisa untuk tidak terpana sampai akhirnya Yang Xiu telah menghilang sepenuhnya dari pandangan, barulah dia tersadar.
Yah seperti itulah kejadian sebelum akhirnya Yang Xiu medarat di tubuh seorang gadis dan kehilangan pusaka berharganya. Yaah, jangan pikirkan itu!
~\ ( O o O ) /~
__ADS_1