
YANG XIU tahu apa yang dipikirkan gadis pelayan itu, dia tengah menghawatirkan Lan Lingxi. Yang Xiu akui, meskipun Fei adalah gadis yang bodoh, akan tetapi kesetiaannya tak bisa diragukan. Karena itulah, Yang Xiu mempertahankan gadis pelayan itu di sisinya, lagipula ada baiknya gadis itu menjadi tidak tahu apa-apa. Itu akan memudahkan Yang Xiu dalam rencananya ke depan. Lagipula, dia tidak pernah suka melibatkan orang lain jika dia sedang ingin ‘bermain’.
Tak lama, kereta kuda berhenti tepat di halaman utama istana. Yang Xiu kembali tersenyum dengan aneh. Kemudian dia melirik Fei yang akan keluar.
“Yang Mulia, kita sudah sampai,” sang Kusir memberitahu sebelum Fei menuruni kereta. Saat di luar, dia menunggu Yang Xiu untuk mengulurkan tangannya. Sebagai pelayan pribadi sang Permaisuri yang ikut dalam pengasingan bersamanya, Fei sangatlah loyal.
Yang Xiu menghirup napas sejenak sebelum menyibak tirai kain yang menjadi pembatas di pintu masuk kereta, membiarkan Fei menuntunnya untuk menuruni tangga. Di dunia ini, dia benar-benar akan bersikap layaknya seorang perempuan meskipun harga dirinya sedikit tersenggol, tapi demi misi! Ya, benar, demi misi!
Seperti, dia tidak pernah melakukan hal yang lebih memalukan sebelumnya. Ada banyak dari jenis misi yang di dapatnya yang lebih parah dari misinya sekarang. Dan dia dapat menyelesaikannya dengan baik, bukan?
Kembali pada saat ini.
Hal pertama yang dilihatnya adalah terang dan kemegahan, di tempat itu sudah banyak kain-kain merah serta lampion yang digantung di pepohonan atau di tiang-tiang bangunan. Sebenarnya Yang Xiu sudah melihat ini dari pertama kali mereka memasuki gerbang ibu kota.
Bahkan di sepanjang perjalanan menuju istana, rombongan mereka ditaburi banyak bunga oleh para penduduk yang bersuka cita menyambut sang Kaisar yang telah pulang membawa kemenangan dari perang. Dan sebenarnya, ini sudah bertepatan dengan festival musim gugur bulan depan. Sekarang baru memasukil awal musim gugur, cuacanya menjadi sedikit sejuk dan menyenangkan. Ada beberapa pohon yang sudah berubah warna daunnya.
Dan suasananya cukup meriah. Sedikit menghilangkan kelelahan karena perjalanan yang sebenarnya tidak terlalu panjang. Mereka hanya butuh tiga hari penuh untuk memutari hutan dan mencapai ibu kota.
Apalagi di sepanjang perjalanan tidak begitu membosankan dengan segala macam pemandangan cantik di sisi kiri kanan jalan. Juga, Yang Xiu akan sesekali melantunkan lagu dengan suaranya yang merdu atau bermain dengan seruling bambu miliknya.
Dan dalam sekejab, para prajurit kasar itu diluluhkan dengan permainan musiknya, mereka menjadi lebih menghormati sang Permaisuri yang baru saja kembali itu, dan tidak ada lagi yang akan mengingat jika Permaisuri Negeri Hong yang dikabarkan sebagai yang tidak berguna dan tanpa bakat apapun. Apalagi sikapnya menjadi sangat ramah pada siapa pun dan tidak pernah memandang rendah mereka ketika dia berbicara, dia akan sangat menyenangkan dengan banyak lelucon yang dia ceritakan dalam perjalanan.
Yah, Yang Xiu memang dengan mudah mengambil hati semua orang, seperti arti dalam namanya, Aixin.
Kembali lagi pada saat ini ….
Di depan sana, di halaman istana tempat pemberhentian mereka, sudah ada beberapa anggota kerajaan dan juga pejabat istana yang menyambut mereka. Ada juga beberapa bangsawan dan juga ratusan prajurit berbaris rapi di sisi kiri dan kanan jalan.
Yang Xiu merajut alisnya, dia merasa agak familiar dengan sosok berpenampilan wanita dewasa 35 tahun yang berdiri paling depan. Yang Xiu semakin mengernyit merasa kalau dirinya pernah bertemu wanita itu, tapi dimana?
Setelah memperhatikan cukup lama. Yang Xiu akhirnya menggeleng pelan, mungkin dia mengingat wanita itu dari ingatan Lan Lingxi. Yah itu mungkin saja, jadi dirinya hanya mengindahkan perasaan familiar itu. Karena terlalu banyak orang yang ia temui dalam kehidupannya di dunia fana.
__ADS_1
Di saat yang sama, wanita itu juga menatap Yang Xiu dengan pandangan penuh arti. Tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan.
Gu Shan Bing sendiri berjalan menghampiri Yang Xiu dan mengajaknya untuk menghadap orang-orang yang menyambut kedatangan mereka. Tindakannya sedikit membuat terkejut penghuni istana.
Yang Xiu membuyarkan pemikirannya dan tersenyum tipis ke arah Gu Shan Bing. Dia mengikuti sang Kaisar muda dari samping, berjalan dengan ringan layaknya wanita bangsawan yang anggun.
Saat mereka berjalan, para prajurit segera berlutut dengan satu kaki menyentuh tanah, mereka memberi hormat pada keduanya. Para pelayan yang mengikuti mereka berhenti di belakang dengan bersujud. Tak ada dari mereka yang berani bergerak sebelum diperintahkan.
Dengan wibawa yang begitu kuat, Gu Shan Bing dan Yang Xiu terlihat mendominasi. Untuk sang Kaisar, hal itu sudah biasa karena memang aura Kaisar telah melekat pada dirinya. Namun bagi Permaisuri bodoh seperti Lan Lingxi? Agak sedikit sulit dipercaya.
Hal itu sontak membuat orang-orang yang mengenal Lan Lingxi sebagai gadis pemalu yang ceroboh memandangnya dengan tatapan rumit dan terkejut. Akan tetapi yang mereka lihat saat ini sungguh berbeda dengan Lan Lingxi yang dulu. Sosoknya menjadi lebih berkharisma seperti seorang yang agung.
Aura dan pancaran matanya juga lebih tajam dan mengintimidasi membuat mereka meragukan jika sosok Lan Lingxi yang sedang berjalan menghampiri mereka adalah palsu. Hanya saja dia begitu mirip dengan Lan Lingxi yang mereka kenal.
Dan Gu Shan Bing sendiri begitu keheranan dengan pembawaan Yang Xiu. Yang dirinya ketahui bahwa Yang Xiu adalah gadis Lan yang aneh, konyol dan ceria. Tapi sekarang mengapa terlihat begitu anggun? Kemana gadis bar-bar yang sering membodohi dan menggodanya kemarin? Yang seenaknya menyeretnya untuk berburu, yang menyuruhnya melakukan apapun padahal dirinya adalah seorang Kaisar yang disegani.
Yah, salahkan Yang Xiu. Dia sudah terlalu lama hidup di dunia manusia, mengenal banyak orang dengan sifat berbeda-beda, telah melihat banyaknya ragam budaya. Membuatnya memiliki seribu satu pakaian dalam dirinya.
Di saat semua orang tengah memperhatikan perubahan sang Permaisuri—Lan Lingxi, Gu Shan Bing dan Yang Xiu sudah berada di depan wanita yang memperhatikan mereka. Ia di kenal sebagai ‘Huang Taihou’ Kekaisaran Hong bernama, Liang Feng Mian, yang artinya dia adalah nenek dari Kaisar yang sekarang dan ibu dari Kaisar terdahulu.
Note: Huang Taihou ( 皇太后) berarti Janda Permaisuri.
Gu Shan Bing adalah anak satu-satunya dari Kaisar dan Permaisuri terdahulu. Dan otomatis dia adalah Pangeran Mahkota yang akan menjadi Kaisar selanjutnya.
Namun sayang, dirinya adalah pangeran yang malang. Ibunya, sang Permaisuri sebelumnya meninggal setelah melahirkan. Dan ayahnya, sang Kaisar menyusul tiga tahun kemudian. Meninggalnya Kaisar membuat negara menjadi kacau. Ditambah dengan tidak adanya selir yang memberi keturunan lain. Hingga hanya Gu Shan Bing lah yang menjadi satu-satunya keturunan murni keluarga kerajaan.
Saat itu, sang Pangeran Mahkota masih terlalu belia untuk naik tahta. Suasana di istana menjadi tidak terkendali karena masalah penerus tahta. Terjadi pemberontakan dari para pejabat yang serakah menginginkan kekuasaan.
Dan saat itulah, sang Ibu Suri, Liang Feng Mian dengan tegas dan berani melawan pemberontakan dengan kekuatannya hingga akhirnya memenangkan perang. Setelah itu keadaan kembali stabil. Hanya saja kekaisaran masih dipusingkan dengan penerus.
Maka Liang Feng Mian mengambil keputusan, dia yang akan memimpin Kekaisaran sampai saat Gu Shan Bing dewasa, tahta akan langsung diserahkan padanya. Dan saat yang bersamaan, dia lah yang mengambil hak asuh Gu Shan Bing. Tak ada yang bisa dipercaya dari wanita halaman belakang Kaisar. Dia membubarkan semuanya.
__ADS_1
Dirinya terus melatih dan mengajari sang Pangeran satu-satunya itu bagaimana menjadi seorang pemimpin hingga dirinya bisa menjadi seperti sekarang. Menjadi Kaisar Mulia yang murah hati sehingga disegani dan dicintai rakyat. Tetapi menjadi Tirani di hadapan musuh. Dia ditakuti dan dihormati oleh semua orang di bawah langit, dan menjalani puncak kehidupan di usia yang masih terbilang muda. Itu adalah hasil jerih payah dari didikan seorang Liang Feng Mian.
~ *~* *~* ~
Keluarga kerajaan serta para pejabat menyambut kedatangan Yang Xiu dan Gu Shan Bing dengan memberi hormat, kecuali sang Ibu Suri Tua.
“Hormat kepada Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri!” Mereka berucap serentak.
Berita tentang kepulangan Permaisuri memang sudah menyebar ke seluruh penjuru ibu kota. Dan beritanya yang juga telah menyelamatkan Kaisar di tengah hutan membuat semua orang bertanya-tanya.
Jadi, selama ini sang ibu negara itu tidak berada di dalam istana. Lalu dimana dirinya tinggal? Di hutan? Akankah itu terjadi? Sebenarnya apa yang terjadi di dalam istana? Sungguh mencurigakan.
“Zumu!” panggil Kaisar memberi hormat diikuti oleh Yang Xiu. Dia tak banyak bicara sekarang.
Note: Zumu berarti nenek (dari pihak orang tua laki-laki). GSB memanggil dengan cara formal. Membuktikan rasa hormatnya pada LFM.
Liang Feng Mian tersenyum hangat memegang bahu Gu Shan Bing. “Kamu pulang dengan selamat. Surga benar-benar telah memberkati dirimu. Semoga panjang umur,” ucapnya memberi do’a tulus yang sederhana.
Setelah itu, dia beralih pada Yang Xiu yang masih tertunduk. “Permaisuri,” panggilnya membuat Yang Xiu menegakkan kepala. “Terima kasih telah menyelamatkan Kaisar.” Ucapan itu terasa begitu asing didengar sebagai seorang Huang Taihou kepada Permaisuri. Jelas dari ucapannya yang hanya menganggap Lan Lingxi sebagai orang asing atau mungkin sesuatu yang lain.
Rumor mengatakan jika hubungan Lan Lingxi dengan Huang Taihou tidak begitu baik. Tak ada yang tahu mengenai kebenaran rumor tersebut, tapi jika dilihat sekarang, rumor itu juga tak sepenuhnya bohong.
Ada yang mengatakan jika alasan mengapa Lao Taihou tidak menyukai Lan Lingxi sebab kebodohan sang Permaisuri tersebut. Sifat dan perilaku mereka yang jelas berbeda jauh membuat kerenggangan antara keduanya.
Suasana menjadi tegang di tengah keheningan. Yang Xiu tersenyum sebelum dirinya menjawab. “Itu sudah kewajiban hamba sebagai seorang istri sekaligus pelayan negara kepada sang Pemimpin.”
Jawaban penuh percaya diri itu jelas membuat Liang Feng Mian terkejut. Hanya saja disembunyikan oleh wajah datarnya. Dalam hati dirinya bertanya-tanya mengenai sosok Lan Lingxi. Kemana perginya gadis penakut itu? Dan sebuah kecurigaan muncul dari dasar hatinya.
~ \ ( O o O ) / ~
__ADS_1