Fall Of The God-Yang Xiu

Fall Of The God-Yang Xiu
008..Dua Minggu Hidup Bersama—Kaisar Mengetahui Identitas Lan Guniang


__ADS_3

SATU KAMAR Yang Xiu, satu lagi kamar Fei dan yang terakhir adalah dapur yang bersambung dengan ruang makan. Mereka tak memiliki ruang pemandian. Yang Xiu lebih suka mandi di air terjun yang tak terlalu jauh dari sana. Jadi itu lumayan cukup untuk kehidupan sederhana mereka.


Tapi karena sekarang mereka memiliki orang tambahan dan orang itu adalah tamu pertama dan memiliki status yang amat penting, Yang Xiu berencana membuat kolam pemandian air panas sederhana di belakang gubuk. Pasti tidak nyaman untuk seorang Kaisar yang memilki riwayat hidup bergelimang harta dan kemewahan untuk mengikutinya mandi di air terjun.


Meski pun Yang Xiu tahu jika sang Kaisar tak akan keberatan dengan itu, tapi sebagai tuan rumah yang baik, dia harus melayani tamu sebagai raja. Apalagi tamu itu memang benar-benar seorang Raja, maksudnya Kaisar yang mengelola suatu negeri adidaya.


Terbiasa menerima perlakuan istimewa dari orang-orang, Gu Shan Bing sendiri hanya diam sedari tadi. Sebaliknya dia masih memikirkan panggilan Fei pada Yang Xiu dan marga Lan yang dia sebutkan.


“Lan, Lan ... marga Lan. Hm? Bukankah aku sendiri memiliki permaisuri bermarga Lan?(baru ngeloading dia :v)” tanyanya dalam batinnya sendiri. “Apa dia?” Gu Shan Bing memandang Yang Xiu rumit. Dia sudah berada di atas peraduan yang hmm ... empuk? Tapi jangan pikirkan itu terlebih dahulu.


Gu Shan Bing menggeleng, mengusir pikirannya. Tidak mungkin bahwa gadis aneh ini adalah Permaisurinya, Lan Lingxi. Sebab dia juga tahu rumor yang beredar bahwa Lan Lingxi bukanlah seorang pembudidaya melainkan seorang pemboros besar, dan gadis itu sama sekali tak bisa beladiri. Lalu gadis itu juga tak memiliki keahlian lain selain diam dan tertunduk malu.


Tapi gadis aneh bermarga Lan di depannya ini sangat berbeda dengan Lan Lingxi. Selain pembawaannya yang tenang dan santai, selalu tersenyum ramah dan jahil, gadis aneh itu juga memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik, juga ada aura dan pesona acuh tak acuh dari para penguasa yang secara tak sadar dikeluarkannya. Dan untuk seni beladirinya, mungkin memiliki level yang sama dengannya atau bahkan bisa jadi lebih baik. Dia seperti seorang master ahli.


Sangat jauh berbeda.


Secara tak sadar, Gu Shan Bing menghela napas. Dia menyandarkan punggungnya pada penyangga tempat tidur. Terlalu lelah dan dia ingin beristirahat sekarang. Seandainya gadis aneh itulah yang menjadi permaisurinya .... ah tunggu, apa yang baru saja dia pikirkan? Gu Shan Bing menggelengkan kepalanya mengusir pemikiran-pemikiran tak sopan dalam kepalanya. Lebih baik beristirahat sekarang.


“Guniang, rebus air!” titah Yang Xiu saat melihat Gu Shan Bing yang hendak memejamkan mata. Dia juga memperhatikan kelakuan aneh Kaisar Muda itu, hanya saja dia abaikan. Toh tak penting baginya mengetahui apa yang dipikirkan Gu Shan Bing, karena dia sudah menebaknya.


Fei sendiri langsung menurut, dia keluar dari ruangan itu. Yang Xiu juga keluar untuk mencari beberapa herbal seperti ucapannya.


~*~* *~* ~


Hampir dua pekan berlalu dengan cepat.


“Hmm, kondisimu sudah pulih sepenuhnya,” ucap Yang Xiu dikala dia selesai memeriksa denyut nadi Gu Shan Bing.


Selama dua minggu ini, mereka mengerjakan berbagai hal. Dan dari satu minggu yang lalu Gu Shan Bing membuntuti Yang Xiu kemana pun kecuali saat mandi dan berhajat tentunya.


Dia ikut berburu dan mencari herbal. Sebenarnya setelah dirawat selama satu minggu oleh Yang Xiu, Gu Shan Bing sudah benar-benar pulih mengingat energi spiritual Qi dalam dirinya yang lumayan besar, pelatihannya juga tinggi. Dan saat itu, sebenarnya dia harus kembali ke istana. Hanya saja Gu Shan Bing ingin mengulur waktu lebih lama dengan Permaisuri-nya itu.

__ADS_1


Yah, dia sudah tahu jika Lan Guniang yang aneh itu adalah Permaisuri-nya. Dia mengetahui itu dari salah satu bawahan yang berhasil menemukannya.


Mari kita urai waktu pada satu minggu yang lalu....


Saat itu, Gu Shan Bing dan Yang Xiu tengah membersihkan buruan mereka di air terjun. Mereka berdua berhasil menangkap seekor rusa dan tiga ekor kelinci biasa hanya menggunakan alat sederhana buatan Yang Xiu tentunya.


“Hohoho ... lumayan, lumayan,” tawa Yang Xiu cukup bangga melihat hasil buruannya.


Dia tak menggunakan senjata apapun melainkan kecerdikkan dan tangan kreatif dalam membuat jebakan, um, dengan sedikit bantuan kekuatan spiritual untung dijadikan umpan yang paling ampuh. Ahkem!


Gu Shan Bing belajar banyak hal saat bersama Yang Xiu. Cukup kagum dengan kepintaran gadis aneh itu. Dia ikut tersenyum melihat ke arah Yang Xiu. Entahlah, dia menjadi sering tersenyum jika bersama Lan Guniang yang aneh.


Yang Xiu melihat ke arah Gu Shan Bing. “Malam ini kita akan membuat Barbeque.” Dia berkata dengan cengiran khas miliknya.


Gu Shan Bing mengangguk. Dia sudah tidak terlalu merasa aneh mendengar bahasa asing yang diucapkan Yang Xiu. Karena sejak bersama Yang Xiu, dia telah melihat beberapa benda yang tidak pernah dilihat dan dia ketahui kegunaannya. Saat dia menanyakan dari mana dia mendapat benda seperti itu pada Yang Xiu, Yang Xiu hanya kan menjawab, “Itu jatuh dari langit. Atau kakiku tersandung dan aku menemukannya di jalan.” Jawaban konyol yang selalu membuat Gu Shan Bing terhibur juga kesal di saat bersamaan.


Dia orang yang terlalu santai!


Meski pun jarang sekali orang dapat membuat ruang jiwa mereka, karena harus membenahi kekuatan rohani terlebih dahulu, dan itu sangat menyakitkan apalagi jika tingkat pelatihan seseorang masih begitu rendah.


Dari sana Gu Shan Bing menyimpulkan jika gadis aneh itu memiliki sisi misterius dan unik secara bersamaan membuatnya ingin berlama-lama bersamanya, ingin mengenalnya lebih jauh, membuatnya semakin penasaran dan ingin mengetahui apa saja rahasia gadis itu. Seolah memiliki pesonanya sendiri yang selalu membuatnya tertarik untuk mencari tahu.


Dan, dia juga sangat kuat!


Sepertinya dia telah menyukai gadis aneh itu. Ah, menyukai? Suka? Dia menyukai seorang Lan Guniang?


Gu Shan Bing tersentak dengan pemikirannya sendiri. Wajahnya entah kenapa tiba-tiba terasa panas. Dia menggeleng beberapa kali mencoba untuk mengusir hantu yang merasuki pikirannya.


Yang Xiu sendiri yang melihat tingkah aneh Gu Shan Bing merajut alisnya. “Kerasukan apa?” tanya Yang Xiu semberono, seperti biasa, dia tak pernah menganggap segala sesuatu dengan begitu serius.


Gu Shan Bing buru-buru menjawab dengan sedikit salah tingkah. “Ti- tidak, tidak ada,” elaknya.

__ADS_1


Yang Xiu tak ingin ambil pusing. Maka dia menggendikkan bahunya acuh dan terdiam, kembali pada tugasnya membersihkan buruan. Sudah dikatakan, dia tak pernah menganggap segala sesuatu dengan serius.


“Aku ... aku akan mencari Herbal di sekitar sini.” Gu Shan Bing masih tergagap. Dia berusaha untuk menjauh sebentar mendinginkan diri.


Yang Xiu kembali menoleh. “Jangan sampai dimakan hewan buas!” peringatnya, namun tak ada jejak kekhawatiran sama sekali di wajahnya.


Gu Shan Bing juga segera menjauh. Cukup malu sebenarnya jika sampai gadis aneh itu mengetahui pikirannya. Maka dia buru-buru pergi dan bersembunyi.


Cukup jauh dirinya berjalan dari air terjun. Hanya berjalan-jalan. Para hewan bersembunyi takut karena Gu Shan Bing mengeluarkan aura beladiri miliknya agar tidak diganggu.


Dirinya berhenti sejenak dan waspada. Samar-samar dia mendengar suara dibalik semak-semak.


Gu Shan Bing mengeluarkan belati bergagang kepala naga emas yang selalu dibawanya untuk berjaga-jaga, itu sama dengan belati yang digunakan Yang Xiu untuk melumpuhkan kelima pria berjubah hitam tempo hari, yah … masih milik Gu Shan Bing.


Mata sang Kaisar ‘Tirani’ terus fokus pada semak-semak yang terus bergerak. Saat dirinya akan melempar belati, sebuah kepala menyembul dari sana. Dan belati langsung melesat.


“Yang Mulia!” teriak seseorang dari sana. Gu Shan Bing dengan reflek membelok tembakan belati benang spiritualnya hingga menancap ke batang pohon tak jauh dari sasaran semula.


“Li Cao (dibaca Li Tsao)?!” panggil Gu Shan Bing setelah dirinya memperhatikan orang yang keluar dari semak-semak.


“Iya, Yang Mulia. Ini hamba, Li Cao. Syukurlah Yang Mulia, kami menemukan Anda.” Li Cao adalah salah satu tangan kanan Gu Shan Bing. Seorang lelaki bertubuh kekar dengan alis yang tebal. Tapi saat ini dia hampir menangis karena perjuangan selama satu minggu untuk mencari sang Kaisar akhirnya membuahkan hasil.


“Salam, Yang Mulia!” Di belakang Li Cao, muncul tiga orang lagi. Entah siapa nama mereka semua, tapi mereka juga adalah bawahan Gu Shan Bing yang setia.


Gu Shan Bing terdiam. Dia cukup lega mereka semua menemukannya di tempat ini. Tapi dia juga penasaran dengan apa yang terjadi, jadi Gu Shan Bing bertanya, “Bagaimana kalian bisa menemukan Zhen?” Kali ini dia bebicara dengan cara bermartabat seorang Kaisar pada bawahannya.


“Yang Mulia, sebenarnya hutan ini berada tepat di belakang istana,” ….


~ \ (O o O ) / ~


__ADS_1


__ADS_2