
YANG XIU beralih menatap Gu Shan Bing yang masih setia menahan sakit di sekujur tubuhnya. “Hmm, jadi ini suami gadis Lan. Masih lebih tampan diriku.” Dia jelas-jelas tak menyukai orang yang lebih tampan dari dirinya, jika dia melihat orang-orang itu, maka Yang Xiu akan memuji dirinya lagi dan lagi untuk mencegah rasa dengki dan iri hati.
“Te- terima kasih, Guniang.” Gu Shan Bing berkata dengan susah payah.
“Guniang?” ulang Yang Xiu. “Astaga, dia bahkan tak mengenali wajah istrinya sendiri. Yah tapi cukup bagus juga.”
“Khem! Kamu terkena racun pengacau. Jika tidak segera diobati maka kamu akan meledak! Ku lihat, energi spiritual dalam tubuhmu cukup banyak. Ck ck ck, itu lebih berbahaya,” ucap Yang Xiu ingin menakut-nakuti Gu Shan Bing.
“Gu- Guniang, kamu mengetahuinya? Bi- bisakah kamu juga mengobati diriku? Aku akan membalasmu nanti. Berapa pun yang kamu inginkan.” Dan Yang Xiu memang berhasil menakutinya.
“Heh, rumor tetaplah rumor, bisakah menjadi kebenaran?” Yang Xiu bermonolog dalam hatinya, tidak percaya jika Kaisar Negeri Hong benar-benar Tirani yang menakutkan seperti dalam rumor, dia hanyalah seorang pria kaku berwajah batu.
Saat ini, ingin sekali dirinya tertawa melihat ekspresi laki-laki itu. Sungguh mengejutkan bagi seorang Kaisar ‘tirani’ takut, sangat langka, sungguh langka. Tapi sebenarnya Yang Xiu tahu jika Kaisar Muda itu tak takut pada kematian, yang dia takutkan hanyalah keadaannya negerinya di masa depan tanpa kepemimpinannya. Tentu saja Yang Xiu tahu karena dia mengambil sedikit kenangan Gu Shan Bing. Dia jadi mengerti, pemuda itu benar-benar mencintai tanah airnya lebih dari apa pun. Benar-benar sosok ideal seorang Kaisar!
Hanya saja, dia benar-benar ingin menertawakan ekpresi sang Kaisar muda yang terlihat lucu di matanya.
Yang Xiu kembali terbatuk pelan agar tidak kelepasan. Dia kembali memasang wajah serius. “Hoo, berapa pun?” tanyanya.
“I- iya. Perhiasan, tempat tinggal dan daerah kekuasaan. Berapa pun itu aku akan membayarnya asalkan Guniang dapat menyembuhkanku.” Entah kenapa tiba-tiba Gu Shan Bing meraskan dingin di punggungnya setelah mengatakan hal tersebut.
“Baiklah, aku tak tega melihat seorang Kaisar memohon padaku,” ucap Yang Xiu dengan tatapan geli hingga membuat sudut bibir Gu Shan Bing berkedut.
Apa gadis ini tengah mempermainkannya? Hei dia adalah seorang Kaisar. Yah kira-kira itu yang dia pikirkan dari yang terlihat pada raut wajahnya.
Lagi-lagi Yang Xiu dengan susah payah mempertahankan ekspresinya untuk tidak tertawa saat itu juga.
“Buka pakaianmu!” pinta Yang Xiu. Wajahnya begitu serius saat mengatakan hal ambigu seperti itu, sehingga membuat orang yang melihatnya menjadi terpana.
Permintaan itu membuat Gu Shan Bing terkejut bukan main. Seorang gadis memintanya untuk membuka pakaian. Ini baru pertama kali ada orang yang begitu tak sopan padanya. Tidakkah dia merasa canggung dan malu? Ini tidak seperti bagaimana gadis muda biasanya bersikap.
“Gu- Guniang, apa yang ingin kamu lakukan padaku?” Dia bahkan berbicara dengan tergagap.
Yang Xiu mengangkat sebelah alisnya. Apakah ada yang salah dengan ucapannya? Jika dipikir-pikir lagi, memang terlalu ambigu. Yang Xiu menepuk dahinya. Dia lupa sekarang bahwa tubuhnya adalah tubuh seorang gadis.
Tapi ... menggoda sang Kaisar muda yang ‘tirani’ sepertinya cukup menyenangkan. Fufufu~
Yang Xiu semakin mendekat pada Gu Shan Bing yang malah semakin memundurkan tubuhnya hingga menempel pada batang pohon. Dia menjadi begitu panik saat Yang Xiu kini malah mendekatkan wajahnya.
__ADS_1
“Apa, apa yang kamu ingin lakukan?” Sekarang dia benar-benar gugup, oke. Seorang Gu Shan Bing, meski telah menikah tapi dirinya seolah hanya ber-isteri-kan medan peperangan. Dia sama sekali tak pernah dekat dengan gadis mana pun, termasuk istri-istrinya. Namun sekarang, seorang gadis ‘yang tak dikenal’ memiliki jarak yang begitu dekat dengannya, entah kenapa membuat jantungnya berdegup cepat?
“Ffft! Bwahaha, waah astaga. Sungguh, coba lihat ekspresimu itu, benar-benar lucu.”
Yang Xiu tertawa cukup keras sambil memegangi perutnya yang mulai terasa keram, sedari tadi dia telah lelah menahan tawanya dan sekarang itu meledak begitu saja. Yang Xiu bahkan tak memeprhatikan raut wajah Gu Shan Bing yang tertegun melihat dirinya yang tertawa begitu lepas.
“Hah, hah. Terlalu banyak tertawa membuat sakit perut.” Yang Xiu menghentikan tawanya meski masih sedikit terkekeh geli. “Ekhem! Sampai mana kita tadi?”
Gu Shan Bing, “....” Bisakah dia menangis, sekarang?
Tak mendapat tanggapan, Yang Xiu melanjutkan kalimatnya. “Ah ya, Yang Mulia, kamu jangan berpikir aneh. Racun yang kamu dapat berbentuk bubuk. Dan bubuk itu lebih dulu menyentuh pakaianmu sebelum meresap dan masuk ke dalam kulit. Maka kamu harus melepaskannya sekarang sebelum itu masuk lebih banyak,” jelas Xiu Yang antara serius dan entahlah, dia masih dengan tawa kecilnya.
“Ah, oh?” Gu Shan Bing sendiri hanya mengerjab keluar dari lamunannya dan mendadak menjadi orang gagu. Meski masih sedikit linglung, akan tetapi Gu Shan Bing tetap menuruti perkataan Yang Xiu karena menurutnya sosok gadis yang menjadi penyelamatnya itu lebih tahu tentang racun yang ada di dalam tubuhnya.
Satu-persatu lapisan pakaiannya dia buka. Telinganya sudah memerah karena malu. Bagaimana tidak? Setiap gerakannya diperhatikan oleh gadis aneh yang baru dia temui itu.
Seperti yang telah dijelaskan, Gu Shan Bing adalah orang yang tidak begitu banyak dekat dengan perempuan. Entahlah, ia kurang menyukai perempuan karena menganggap mereka lemah dan hanya bisa menjadi beban. Eits, bukan berarti dirinya adalah seorang Potong Lengan.
Note: Potong Lengan berarti gay, homo atau lelaki yang menyukai sesama lelaki.
Tapi hari ini matanya sedikit terbuka saat melihat pertarungan gadis aneh di depannya itu.
Dari mana dia mendapatkan semua itu? Ya tentu saja dari rumahnya. Dimana lagi kalau bukan dari sana? Dia kan mendapat akses ke rumahnya di dunia modern. Jadi pakaian santai seperti itu adalah yang paling nyaman. Dirinya jelas sangat kesulitan jika harus memakai pakaian orang-orang zaman kuno. Apalagi yang model perempuan, yang paling sederhana saja sangat berat. Apalagi pakaian para bangsawan, mungkin Yang Xiu tidak bisa berjalan dengan baik jika memakainya.
Tetapi, bukannya Gu Shan Bing tidak pernah melihat orang yang lebih aneh dari Guniang penyelamatnya ini, sehingga dia tidak banyak berkomentar atas penampilan Yang Xiu.
“Apa ... apa celana juga harus dilepas?” Gu Shan Bing bagaikan balita yang bertanya pada guru TK. Lihatlah wajah itu begitu polos meski tubuhnya terlihat kekar, hampir seperti patung yang sengaja dipahat sedemikian rupa menjadi mahakarya Tuhan yang begitu memukau mata.
“Terserah jika kamu tak malu,” jawab Yang Xiu santai.
Gu Shan Bing sendiri hanya terbatuk pelan hingga rasa sakit yang baru saja berkurang kembali menyerang.
“Posisi Lotus!” pinta Yang Xiu tersentak.
Gu Shan Bing secara refleks mendengarkan Yang Xiu, dia langsung duduk bersila. Yang Xiu menghampirinya dan ikut bersila di belakang Gu Shan Bing yang untungnya pemuda itu sudah tidak bersandar di batang pohon.
“Maaf, aku harus menghentikan aliran energi spiritualmu sebelum mengelurkan racun. Jika tidak, itu akan membuat tubuhmu semakin memburuk.”
__ADS_1
“La- lakukanlah ....” Gu Shan Bing berusaha cukup keras menahan diri untuk tidak mengerang. Benar-benar seorang pria.
“Aku mulai,” ucap Yang Xiu. Dia mulai mengalirkan Qi pada jarinya kemudian dengan cepat menotok titik yang menjadi pusat aliran energi spiritual Gu Shan Bing.
Gu Shan Bing membeku, dia tak lagi merasakan adanya aliran energi langit dan bumi di sekitarnya. Beginikah rasanya menjadi manusia biasa?
“Tenang saja, setelah racun keluar. Kamu akan dapat merasakannya lagi.” Yang Xiu seolah mengerti pikiran Gu Shan Bing memberitahu pria itu agar tetap tenang yang membuatnya menghela napas lega.
“Baik, sekarang sesi selanjutnya. Jangan bergerak!” instruksi Yang Xiu kembali membuat Gu Shan Bing tak dapat bergerak, bahkan dia menahan napasnya.
Pasalnya, saat ini Yang Xiu tengah meraba bagian tubuh atasnya. Rasanya agak aneh dan sesuatu seperti sengatan listrik menghampirinya.
“A- apa ....”
“Diamlah! aku sedang fokus.” Seruan Yang Xiu membuatnya terdiam, ia tak berani bicara lagi, namun sesuatu terlepas.
“Mmh ....”Suaranya yang keluar terdengar aneh.
Yang Xiu yang mendengar itu menghentikan aksinya. Mengangkat sebelah alisnya cukup terkejut. “Kamu ... apakah kamu masih perjaka?” tanyanya tanpa ada rasa malu.
Bagaikan sesuatu yang menusuk dadanya. Gu Shan Bing tersentak, cukup malu. Dia ingin meneriaki gadis aneh di depannya itu. Iya, aku masih perjaka. Lalu apa masalahnya?!
Namun itu tertahan di tenggorokannya. Ingin marah, tapi tak bisa. Rasanya dia ingin menggali lubang untuk menyembunyikan diri atau melempar dirinya ke lautan jika bisa menjauh dari gadis aneh dan tak tahu malu itu.
Yang Xiu tak bisa lagi untuk tidak menyemburkan tawa. Dia tertawa begitu keras menikmati setiap ekspresi sang Kaisar Tirani. Sambil memegangi perutnya, dia berguling kesana-kemari di tanah.
“Ahahahaha, oh astaga, astaga. Penemuan kali ini sungguh menakjubkan. Oh perutku. Ahahaha.”
Wajah Gu Shan Bing kian memerah. Jelas dia malu, dia dengan susah payah menahan amarahnya yang hampir meledak hingga akhirnya ....
“Uhuk!”
Darah kental berwarna hitam menyembur begitu saja dari mulutnya. Yang Xiu tersentak tapi masih bisa tertawa kecil.
Yang Xiu menepuk pundak Gu Shan Bing. “Ah, racun sudah dikeluarkan,” ucapnya.
Sedangkan Gu Shan Bing merajut alisnya. “Gadis ini ....”Dia mengumpat dalam hati beberapa kali. Dirinya benar-benar telah dipermainkan. Tapi dengan itu, tubuhnya menjadi lebih ringan karena racun telah terangkat.
__ADS_1
~ \ ( O o O ) / ~