
DUA MINGGU sudah Yang Xiu berada di tempat itu. Yang ia kerjakan sehari-hari tetaplah sama. Berlatih, berburu, mencari Spirit Herb maupun Magic Plan. Kini tubuhnya, ah lebih tepatnya tubuh Lan Lingxi yang ditempatinya tidak selemah dulu. Bahkan sekarang dirinya sanggup mengangkat seekor beruang dewasa sekalipun jika dia mau.
^^^^^^Note: Perbedaan Spirit Herb dan Magic Plan. Spirit Herb seperti namanya adalah tanaman spiritual yang digunakan sebagai bahan untuk pengobatan. Sedangkan untuk Magic Plan adalah awalnya sebagai tanaman biasa yang terkontaminasi energi spiritual dan lama-lama mengandung energi spiritual yang baik untuk budidaya, intinya itu bukan tanaman obat.
^^^^^^
Praktiknya juga cukup meningkat secara signifikan walaupun dirinya hanya naik satu tingkatan tapi itu sudah cukup untuknya saat ini. Mau bagaimanapun, pelatihan budidaya yang dia lakukan adalah kultivasi dewa bukan kultivasi keabadian yang biasa dibudidayakan oleh para kultivator manusia.
Kultivasi Dewa jelas memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari kultivasi biasa. Hanya saja, itu juga lebih sulit untuk menaikkan tingkatan. Tapi itu tidak masalah bagi Yang Xiu yang kini memiliki pengalaman dua ribu tahun, ditambah dengan memiliki konstitusi tubuh langka, Tubuh Giok Cahaya, meski satu tingkat di bawah tubuh dewa kehidupan miliknya, tapi itu sudah cukup untuk bertahan hidup di dunia fana. Apalagi di tambah lagi dengan Dantian emas, itu cukup membuatnya bisa disebut sebagai jenius. Jadi tidaklah terlalu sulit baginya untuk naik tingkatan jika dia mau. Dewi Portuna masih memberi berkat padanya.
Hanya saja fondasi juga sangat penting untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Jadi dirinya tak boleh terburu-buru dan serakah dalam menaikkan tingkatan. Untuk sekarang, Yang Xiu masih berada di tahap Fana, tahapan paling dasar dari Kultivasi Dewa.
Hari ini, seperti biasa. Yang Xiu pergi menjelajahi hutan untuk kesekian kalinya. Selama dua minggu terakhir, sepertiga hutan telah dia kunjungi dan kali ini dirinya juga ingin menjelajah lebih dalam. Siapa tahu dapat menemukan harta berharga?
“Hutan ini terlalu misterius. Selain memiliki ketebalan Qi yang lumayan. Tapi sangat jarang ada Demonic Beast yang berkeliaran. Tidakkah itu terlalu aneh?”
Lama Yang Xiu berjalan santai sampai akhirnya dia memilih mengamati sesuatu dari atas pohon. Saat dirinya akan meloncat menggunakan ilmu peringan tubuh, Yang Xiu mendengar suara mendesing seperti besi yang berbenturan tak terlalu jauh dari tempatnya.
“Apa ada yang bertarung?” Yang Xiu akhirnya jadi melompat ke atas pohon untuk melihat lebih jelas dimana asal suara benturan besi itu berada.
Sampai di atas, Yang Xiu melihat seorang laki-laki yang tengah dikepung oleh lima orang berjubah hitam dengan tudung. “Hmm?”
Yang Xiu memutuskan untuk mengamati terlebih dahulu. Dirinya melihat orang yang dikepung adalah seorang laki-laki yang sepertinya adalah keturunan bangsawan. Dinilai dari bahan pakaian yang laki-laki itu gunakan adalah kualitas tinggi.
“Main keroyokan? Adegan yang cukup klise di tengah hutan,” cibirnya tak terlalu suka dengan sikap orang-orang berjubah hitam yang menggunakan cara curang untuk mengalahkan lawan. “Mereka sepertinya bukan pembunuh melainkan orang-orang yang ingin membunuh.”
Yang Xiu kembali memfokuskan perhatiannya pada laki-laki yang kini telah dikepung dari berbagai sisi. Lalu alisnya terajut karena mendapati sesuatu. “Kultivasi laki-laki itu lumayan. Hanya saja ada yang mengganggu aliran energi spiritualnya. Jika dia memaksakan diri lebih lama, maka tubuhnya bisa meledak.” Yang Xiu menganalisis.
__ADS_1
“Haruskah dia ditolong?,” tanya Yang Xiu pada dirinya sendiri. Kembali melihat siapa laki-laki itu, senyumnya terbit dan melebar. Akhirnya dia kembali meloncat dari satu dahan ke dahan yang lain untuk mendekati tempat pertarungan. Kali ini dia mendapat penemuan yang sangat bagus.
~* *~* *~
“Siapa yang mengutus kalian?” Laki-laki itu bertanya dengan dingin. Dia menggenggam erat pedangnya. Sedari tadi dia sudah merasakan sakit di seluruh tubuhnya, namun dia hiraukan. Saat ini, bertahan hidup adalah pilihan utamanya.
“Yang Mulia, Anda memiliki begitu banyak musuh. Maka tebak saja musuh yang mana yang menjadi Tuan kami.” Salah seorang dari orang-orang berjubah hitam menjawab dan yang lainnya menyambut dengan tawa ejekan. Mereka menertawakan laki-laki itu yang terlihat cukup menyedihkan menahan sakit.
Mereka tahu penyebabnya karena mereka lah yang membuat laki-laki itu menjadi seperti sekarang. “Yang Mulia, tolong menyerahlah. Anda tidak akan menang melawan kami dalam keadaan seperti itu.” Yang lain ikut membuka suaranya.
Laki-laki yang mereka sebut dengan ‘Yang Mulia’ itu hanya terdiam tak membalas. Tatapannya tetap dingin dan menusuk, menunjukkan permusuhan yang kentara. Jika saja dia berada pada kondisinya yang biasa, orang-orang berjubah hitam bukanlah lawannya. Hanya saja orang-orang ini terlalu tercela untuk menggunakan racun saat dirinya lengah. Sungguh sial, tetapi tidak pernah ada ‘jika’ dalam menyangkut hidup dan mati.
Hari ini dirinya memiliki peruntungan yang buruk. Dia baru pulang dari peperangan setelah satu tahun meninggalkan negerinya untuk melawan para pemberontak sekaligus memperluas wilayah. Namun di dalam perjalanan, rombongannya dijebak hingga membuatnya terpisah dan akhirnya terdampar di hutan antah-berantah ini dan bertemu orang-orang ini yang mungkin sudah mengejarnya dari awal.
Dia kembali mengayunkan pedangnya dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada. Perset*n dengan rasa sakit, hari ini dia harus membunuh mereka semua. Kalau tidak, dia tak bisa memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada Kekaisaran.
Hanya saja, saat dirinya mulai mengeluarkan teknik terkuatnya. Seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya.
Laki-laki itu terkejut melihat kedatangan seorang gadis dengan penampilan aneh. Tak hanya dirinya, kelima orang berjubah hitam juga melakukan hal yang sama. Tak ada dari mereka yang menyadari kedatangannya. Mereka menjadi waspada karena tak bisa melihat tingkatan praktik gadis tersebut. Mereka tahu dia adalah seorang gadis dari suara dan kontur tubuhnya yang kecil.
Gadis itu yang ternyata adalah Yang Xiu, berjalan menghampiri mereka. “Tidakkah kalian merasa malu sebagai pria? Bermain keroyokan, bukankah itu begitu menyedihkan?” Dia bertanya dengan nada sinis. Dia tahu mereka semua adalah laki-laki meski tersamarkan oleh jubah yang menutupi seluruh tubuh.
“Siapa kamu?!” Seseorang dari mereka menunjuk Yang Xiu menggunakan pedangnya.
“Yaah, siapa aku itu tidak penting. Hanya saja kebaradaanku disini adalah karena tidak menyukai kalian yang tidak bermain adil. Dunia ini harus memiliki kesetaraan, baru bisa menjadi damai. Tetapi manusia memang tidak pernah menyukai kedamaian, haih.” Yang Xiu berkata sambil memainkan belati di tangannya, di akhir kalimat, suaranya mengecil menjadi gumaman. Hanya orang dibelakangnya yang mendengar gumaman samar itu.
Laki-laki yang di panggil ‘Yang Mulia’ itu mentapnya heran, kemudian tersentak dikala melihat belati dengan gagang berukiran kepala naga yang terbuat dari emas di tangan Yang Xiu. Belati itu adalah miliknya. Sebagai penanda jika dia adalah seorang Kaisar. Kapan dia mengambilnya?
__ADS_1
Dan belati itu pun yang membuat Yang Xiu tahu bahwa laki-laki itu adalah Gu Shan Bing, Kaisar Negeri Hong sekaligus suami dari Lan Lingxi. Pertemuan yang terjadi karena sebuah kebetulan. Langit benar-benar memandangnya. Mungkin lain kali dia harus berterima kasih pada dewa Takdir.
“Oh, maaf Yang Mulia. Ini ku pinjam dulu. Aku tak punya senjata lain,” ucapnya ringan (sebenarnya dia punya banyak, tetapi dia hanya tertarik dengan belati bergagang kepala Naga milik Gu Shan Bing).
Tanpa aba-aba dan terkesan tiba-tiba, dia menyerang salah satu dari kelima orang berjubah hitam.
“Aakh! Mataku!” Orang yang mendapat serangan Yang Xiu mengerang kesakitan memegang matanya yang terluka. Darah merah segera menyembur dari sana memperlihatkan pandangan mengerikan dari orang yang kehilangan penglihatannya.
Yang Xiu berdiri di belakang orang itu dengan ringan menendangnya hingga tersungkur sampai beberapa meter jauhnya.
“Hmm, lumayan,” ucap Yang Xiu memperhatikan belati yang berputar-putar di jari tangan sambil memegang dagunya.
Semua orang masih terkejut dengan teriakan salah satu pria berjubah. Mereka dengan serempak melihat Yang Xiu, meneguk ludah secara kasar. Pikiran mereka sama saat melihatnya, “Sangat cepat!”
Mereka benar-benar tak dapat melihat gerakan Yang Xiu. Hanya ada angin yang berhembus kencang setelah bayangan yang tiba-tiba melesat.
“Selanjutnya ....”
Keempat pria berjubah hitam kembali waspada saat mendengar suara dari gadis yang tiba-tiba menjadi pengganggu itu.
Tapi, mau bagaimana pun mereka menyiapkan diri, gadis itu benar-benar memiliki kecepatan yang tak dapat mereka ikuti.
Satu-persatu dapat dengan mudah ditumbangkan oleh Yang Xiu. Dia benar-benar menganggap mereka hanya sekedar ‘Udang Yang Belum Digoreng’ yang berarti mereka adalah orang-orang bodoh yang belum benar-benar matang dalam hal kemampuan. Itu istilah yang dia buat sendiri.
“Hap! Lima.” Dia berhitung saat korban terakhir jatuh. Dia tak membunuh mereka, hanya melumpuhkan beberapa syaraf fatal agar mereka tak dapat membuat ulah kedepannya.
Sebenarnya jika kelima orang berjubah hitam itu tak meremehkan dirinya dari awal, mungkin Yang Xiu akan butuh sedikit usaha untuk dapat mengalahkan mereka. Kelima orang itu bahkan dengan bodohnya tidak melawan Yang Xiu menggunakan Qi, mungkin karena terlalu terkejut dengan kecepatan yang ditampilkan pemuda bertubuh seorang gadis itu.
__ADS_1
~ \ ( O o O ) / ~