
YANG XIU
menghela napas perlahan. “Dengan keadaaanku yang sekarang, aku hanya bisa
mempertahankan wujud ini selama beberapa saat.” Dia menjelaskan dengan nada
lemah. Yang terjadi sekarang adalah dia menggunakan teknik ilusi tingkat tinggi
untuk mengubah tubuh Lan Lingxi menjadi penampakan dirinya yang asli.
Liang Feng Mian
tersadar dari keterperangahannya akan wujud Yang Xiu. Berapa kali pun dia
melihat sosok itu, dia tak dapat menahan dirinya dari terpana.
Dia ingin
segera menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi sebelum dia membuka
suaranya, Yang Xiu kembali mendahuluinya. Dia lagi-lagi hanya bisa tutup mulut
dan mendengarkan. Sepertinya ini adalah situasi yang serius.
“Aku memiliki
misi. Aku akan menjelaskan misi apa ini, tapi aku juga ingin kamu membantuku
dalam beberapa hal.”
“Apapun yang
bisa ku lakukan, akan ku lakukan,” balas Liang Feng Mian yang akhirnya dapat
bersuara lagi.
“Baik, aku tahu
kamu begitu patuh, Sheng Xie.” Yang Xiu tersenyum tulus pada wanita yang
terlihat lebih tua darinya itu, tapi kenyataan tak semestinya hanya yang
terlihat.
Liang Feng Mian
ikut tersenyum. “Sudah lama aku tak mendengar nama itu,” ucapnya mengenang masa
lalu.
Sheng Xie
adalah nama yang diberikan Yang Xiu pada Liang Feng Mian di masalalu. Itu
karena dahulu dia sering mendapat kesialan yang di sebabkan oleh tali sepatunya
sendiri. Sebab itulah,Yang Xiu selalu mengejeknya dengan sebutan Sheng Xie yang
berarti Tali Sepatu. Tapi siapa sangka ejekan itu benar-benar berubah menjadi
nama panggilan untuknya.
Yang Xiu
terkekeh. “Siapa yang dapat menyangka jika bocah bau yang dulu sering berbuat
onar di pasar ibukota, sekarang malah menjadi seorang Huang Taihou yang begitu
dihormati.”
Liang Feng Mian
mendengus memalingkan wajahnya yang memerah dari pandangan Yang Xiu. Orang ini
menggodanya lagi, Yang Xiu bahkan tak pernah berubah, dia tetap sama seperti
seratus tahun lalu, dari segi penampilan maupun sifatnya.
Dia memang tak
tahu tentang identitas sesungguhnya orang yang dipanggilnya dengan sebutan
‘Tuan’ itu. Yang dia ketahui hanyalah bahwa orang ini sangatlah kuat meski
kelakuannya seringkali konyol dan tak tertebak.
Seberapa pun
Liang Feng Mian menggali informasi tantang Yang Xiu, dia tidak pernah
mendapatkan hasil apapun. Seolah semua tentang laki-laki yang terlihat muda itu
adalah ilusi dan hampa.
Tapi dia tahu
bahwa Yang Xiu bukanlah ilusi, Yang Xiu
tidak berdiri dengan kehampaan. Dia memang ada dan benar-benar nyata. Pernah
satu kali Liang Feng Mian dengan tebakan liarnya menganggap Yang Xiu adalah
utusan dewa atau bahkan dewa itu sendiri.
Dia menganggap
Yang Xiu utusan dewa sebab misi yang sering dijalaninya selalu tidak masuk akal
dan itu memiliki dampak besar bagi tatanan alam. Dia lalu menganggap Yang Xiu
sebagai dewa karena kekuatannya yang tidak terukur sampai pada tingkat yang
tidak diketahui. Tampilan Yang Xiu saja memang tidak seperti manusia biasa pada
umunya, terlihat begitu menawan dan mendominasi.
Tapi pikiran
itu dia buang jauh-jauh melihat sikap yang tidak seharusnya dimiliki seorang
dewa yang abadi dan bebas dari hal duniawi.
Dan dulu, dia
juga pernah bertanya pada laki-laki itu, siapa dia sebenarnya? Akan tetapi
jawaban yang dia dapat adalah ....
“Coba kau
tebak, aku ini sebenarnya siapa dan apa?” Begitu kata Yang Xiu hingga
membuatnya menyerah untuk menggali informasi tentang laki-laki itu. Tetapi jawaban seperti itu mengonfirmasi satu hal, Yang Xiu bukan orang biasa,
atau bisa dibilang dia sendiri bukanlah manusia.
Liang Feng Mian
__ADS_1
membebaskan diri dari lamunannya. “Suatu nasib baik,” jawabnya singkat membuat
Yang Xiu kembali terkekeh.
“Oh ya, dimana
bocah yang sering membuntutimu itu?” Yang Xiu menanyakan rekannya yang satu
lagi.
“Hu Shen?”
tanya Liang Feng Mian memastikan maksud Yang Xiu dan dibalas anggukkan olehnya.
“Hmph, entah apa yang dipikirkan oleh si tua itu, dia malah memilih menjadi
Biksu setelah aku menikah. Dia sekarang sudah menjadi seorang guru besar kuil
di daerah Guan-Yun.”
Yang Xiu sampai
tersedak teh saat dia meminumnya. “Apa?!” Laki-laki itu berteriak dengan
kagetnya. “Tidak ku sangka dia
benar-benar melakukannya.” Dia menggelengkan kepalanya kembali melihat
Liang Feng Mian yang memperlihatkan raut wajah kesal. Sangat tidak cocok dengan
usianya, merajuk seperti itu. Tetapi melihat penampilannya yang
masih terlihat muda, tidakbegitu menjadi masalah.
Haih. Yang Xiu
sudah berapa kali menghela napas dalam satu waktu. Wanita ini? Dia benar-benar
tidak peka. Tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Mungkin saja mereka
tidak berjodoh dalam kehidupan ini.
“Sepertinya aku
harus mengunjunginya di lain waktu,” gumam Yang Xiu yang sampai terdengar oleh
Liang Feng Mian tapi dia tetap diam.
“Lalu, Tuan.
Sebenarnya apa yang kamu lakukan kembali saat ini?” Kini suasana kembali serius.
Yang Xiu juga
menampilkan raut wajah seriusnya dia meletakkan kembali cangkir teh yang sedari
tadi hanya dipegangnya setelah dia menyemburkan air teh dari mulut karena
terkejut. Beruntung tidak sampai membuat kotor apapun.
“Aku harus
membantu gadis Lan, mencari keadilan untuknya,” jawab Yang Xiu acuh
tak acuh membuat Liang Feng Mian mengerutkan dahinya
hingga muncul garis hitam disana.
Dia masih tak
jalankan. Mulai dari seluruh kehidupan Lan Lingxi yang menyedihkan hingga
akhirnya gadis itu juga mati konyol.
Liang Feng Mian
akhirnya mengerti. Wajahnya menjadi begitu gelap menahan rasa marah dan benci.
“Menteri Lan. Tak ku sangka dia bahkan begitu kejam pada putrinya sendiri hanya
karena tidak memiliki bakat. Jika saja dia tidak memiliki perjanjian pernikahan
dengan Ah Bing, mungkin hidupnya akan lebih menyakitkan dari kematian.” Dia tersenyum miris mengingat dia
juga begitu keras mendidik Lan Lingxi selama satu bulan setelah pernikahannya.
Hanya saja karena sebuah tuduhan kecil, gadis itu harus rela pergi dan
menghilang dari istana.
Dan saat itu terjadi dia sendiri sedang berkungjung ke suatu
tempat, ketika dia kembali, Lan
Lingxi sudah tidak berada di
istana. Dia masih ingat betapa marahnya dirinya mengatahui kejadia itu. Dia
telah mencari gadis itu berkali-kali ke berbagai
tempat namun tidak pernah ditemukan. Hingga saat
ini ketika Yang Xiu
membawa tubuh gadis itu kembali, dia benar-benar tidak mengetahui sebenarnya seberapa menderita kehidupan yang dialami oleh seorang gadis muda di dunia yang mengenakan hokum yang kuat yang berkuasa ini. Dia
lantas menjadi kesemeklembut yang
mudah ditindas.
“Di dunia
seperti ini, tidak ada yang bisa disalahkan selain dari kelemahan. Lan Lingxi
memang tidak cocok berada di tempat keras seperti ini.”
“Lalu, apa yang
mesti ku bantu. Gadis itu sudah tidak ada lagi. Sepertinya aku juga perlu minta
maaf padanya karena terlalu keras.” Liang Feng Mian menghela napasnya lelah.
Tentu ada rasa bersalah dalam hatinya pada gadis yang menjadi cucu menantunya
itu. Tapi apa yang bisa dia perbuat? Dia tak bisa membawa gadis itu kembali
dari jurang alam baka. Sebaiknya
dia memperoleh kehidupan yang
lebih baik pada kehidupan
selanjutnya.
Yang Xiu tidak membalas keluhan
Liang Feng Mian, dia malah membalasnya dengan acuh tak acuh. “Aku
__ADS_1
akan memberitahumu saat waktunya tiba.”… “Lagi
pula dia sudah bersenang-senang di Nirwana.” Dan Juga malah menyambungnya
dengan gumaman dalam hati.
Jika Liang Feng
Mian tahu apa yang dia pikirkan, mungkin dia akan memutar
matanya ke arah Yang Xiu dengan kesal.
Yang Xiu
kembali menuangkan teh pada cangkirnya yang telah kosong. Setelah ucapannya
yang terakhir, sesi serius dari obrolan juga berakhir. Mereka hanya mengobrol
tentang beberapa hal ringan dan saling bertegur sapa mengakrabkan diri kembali
setelah ratusan tahun tidak bertemu.
Yang Xiu tidak
menjelaskan tentang misi keduanya sebab hal itu tidak baik di ketahui oleh
manusia biasa. Sangat berbahaya. Jadi dia hanya membahas sampai di sana dan
tidak ada lagi yang lain.
\~ *\~* *\~* \~
“Yang Mulia Permaisuri, jika Anda membutuhkan sesuatu, Anda dapat
memanggil kami.” Seorang pelayan wanita yang sekiranya berusia lima puluhan
tahun memberitahu Yang Xiu.
Dia adalah
pelayan setia Permaisuri terdahulu. Tapi sekarang dia diperintahakan oleh Liang
Feng Mian untuk melayani Yang Xiu, tepatnya sang Permaisuri saat ini, Lan Lingxi.
Wanita itu
bernama Yu Luoyi atau kerap di panggil Yu Momokarena dia adalah pelayan senior di istana.
Saat ini telah berumur kurang lebih setengah abad. Dia sangat loyal pada
keluarga kerajaan sehingga masih bertahan sampai sekarang meskipun junjungan
awalnya telah tiada. Dia jugalah yang menjadi pengasuh Gu Shan Bing dikala
Liang Feng Mian sibuk dengan urusan Politik Negara. Yu Mama juga adalah tangan
kanan sang Lao Taihou.
Setelah
mengobrol selama kurang lebih satu jam bersama Liang Feng Mian, Yang Xiu dibawa
untuk beristirahat ke halaman Permaisuri yang dulu di tempati Lan Lingxi,
Istana Kongque Bai.
Note: Kongque Bai berarti Merak Putih. Salah
satu bangunan utama di istana, tempat tinggal seorang Permaisuri.
“Terima kasih
Yu Mama.” Yang Xiu menundukkan sedikit kepalanya memberi hormat pada Yu Mama
membuat semua orang di tempat itu menegang terkejut.
“Y- Yang Mulia,
hamba tidak pantas mendapat penghormatan dari Anda. Mengapa Anda menundukkan
kepala seperti itu?” Yu Mama nampak gelagapan. Sebab bagi mereka para pelayan,
hormat majikan adalah sebuah pantangan bagi mereka dan apalagi dia adalah
seorang Permaisuri Kaisar, mereka akan disebuat sebagai budak yang lancang, dan
kepala mereka tentu menjadi taruhan besar.
“Mengapa Yu
Mama, aku hanya ingin berterima kasih padamu karena telah setia pada keluarga
kerajaan selama ini. Kamu adalah senior, tentu layak mendapat hormat dari
junior yang kurang berpengalaman seperti diriku,” jelas Yang Xiu dengan
senyuman.
Dia sebenarnya
ingin tertawa sekarang. Aktingnya sungguh begitu sempurna. Mengerjai
orang-orang di zaman kuno ini sungguh menyenangkan, mereka bahkan tidak bisa di
ajak sedikit bercanda. Semuanya serba serius dan Yang Xiu adalah orang yang
suka menggoda orang-orang serius.
Dia sungguh
suka melihat reaksi mereka yang berlebihan. Menurut Yang Xiu itu sangat lucu
dan menghibur. Sekarang saja, Yu Mama hampir bersujud padanya tapi dia sengaja
menahan tubuh tua itu. berpikir bahwa nanti Yu Mama akan terkena asam urat, itu
sangat tidak bagus. Hahaha, baik. Sekarang salahkan Yang Xiu yang memiliki
perangai berbeda dari orang-orang, dia hanya memiliki dunianya sendiri. Tingkat
kejahilannya sudah tak tertolong.
Setelah itu, Yu
Mama tidak lagi melakukan apapun. Dia cukup tersentuh dengan ucapan Yang Xiu
yang menghargai dirinya tanpa tahu jika seorang yang bertubuh sang Permaisuri
itu memiliki niat terselubung. “Mirip
dengan Permaisuri terdahulu,”pikirnya dalam hati. Yah, senadainya dia tahu
bahwa Yang Xiu hanya sengaja menggodanya
untuk bersenang-senang, bagaimana reaksinya?
~ \ ( O o O ) / ~
__ADS_1