Fall Of The God-Yang Xiu

Fall Of The God-Yang Xiu
012..Tuan Kembali—Diskusi dan Nostalgia


__ADS_3

YANG XIU


menghela napas perlahan. “Dengan keadaaanku yang sekarang, aku hanya bisa


mempertahankan wujud ini selama beberapa saat.” Dia menjelaskan dengan nada


lemah. Yang terjadi sekarang adalah dia menggunakan teknik ilusi tingkat tinggi


untuk mengubah tubuh Lan Lingxi menjadi penampakan dirinya yang asli.


Liang Feng Mian


tersadar dari keterperangahannya akan wujud Yang Xiu. Berapa kali pun dia


melihat sosok itu, dia tak dapat menahan dirinya dari terpana.


Dia ingin


segera menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi sebelum dia membuka


suaranya, Yang Xiu kembali mendahuluinya. Dia lagi-lagi hanya bisa tutup mulut


dan mendengarkan. Sepertinya ini adalah situasi yang serius.


“Aku memiliki


misi. Aku akan menjelaskan misi apa ini, tapi aku juga ingin kamu membantuku


dalam beberapa hal.”


“Apapun yang


bisa ku lakukan, akan ku lakukan,” balas Liang Feng Mian yang akhirnya dapat


bersuara lagi.


“Baik, aku tahu


kamu begitu patuh, Sheng Xie.” Yang Xiu tersenyum tulus pada wanita yang


terlihat lebih tua darinya itu, tapi kenyataan tak semestinya hanya yang


terlihat.


Liang Feng Mian


ikut tersenyum. “Sudah lama aku tak mendengar nama itu,” ucapnya mengenang masa


lalu.


Sheng Xie


adalah nama yang diberikan Yang Xiu pada Liang Feng Mian di masalalu. Itu


karena dahulu dia sering mendapat kesialan yang di sebabkan oleh tali sepatunya


sendiri. Sebab itulah,Yang Xiu selalu mengejeknya dengan sebutan Sheng Xie yang


berarti Tali Sepatu. Tapi siapa sangka ejekan itu benar-benar berubah menjadi


nama panggilan untuknya.


Yang Xiu


terkekeh. “Siapa yang dapat menyangka jika bocah bau yang dulu sering berbuat


onar di pasar ibukota, sekarang malah menjadi seorang Huang Taihou yang begitu


dihormati.”


Liang Feng Mian


mendengus memalingkan wajahnya yang memerah dari pandangan Yang Xiu. Orang ini


menggodanya lagi, Yang Xiu bahkan tak pernah berubah, dia tetap sama seperti


seratus tahun lalu, dari segi penampilan maupun sifatnya.


Dia memang tak


tahu tentang identitas sesungguhnya orang yang dipanggilnya dengan sebutan


‘Tuan’ itu. Yang dia ketahui hanyalah bahwa orang ini sangatlah kuat meski


kelakuannya seringkali konyol dan tak tertebak.


Seberapa pun


Liang Feng Mian menggali informasi tantang Yang Xiu, dia tidak pernah


mendapatkan hasil apapun. Seolah semua tentang laki-laki yang terlihat muda itu


adalah ilusi dan hampa.


Tapi dia tahu


bahwa Yang  Xiu bukanlah ilusi, Yang Xiu


tidak berdiri dengan kehampaan. Dia memang ada dan benar-benar nyata. Pernah


satu kali Liang Feng Mian dengan tebakan liarnya menganggap Yang Xiu adalah


utusan dewa atau bahkan dewa itu sendiri.


Dia menganggap


Yang Xiu utusan dewa sebab misi yang sering dijalaninya selalu tidak masuk akal


dan itu memiliki dampak besar bagi tatanan alam. Dia lalu menganggap Yang Xiu


sebagai dewa karena kekuatannya yang tidak terukur sampai pada tingkat yang


tidak diketahui. Tampilan Yang Xiu saja memang tidak seperti manusia biasa pada


umunya, terlihat begitu menawan dan mendominasi.


Tapi pikiran


itu dia buang jauh-jauh melihat sikap yang tidak seharusnya dimiliki seorang


dewa yang abadi dan bebas dari hal duniawi.


Dan dulu, dia


juga pernah bertanya pada laki-laki itu, siapa dia sebenarnya? Akan tetapi


jawaban yang dia dapat adalah ....


“Coba kau


tebak, aku ini sebenarnya siapa dan apa?” Begitu kata Yang Xiu hingga


membuatnya menyerah untuk menggali informasi tentang laki-laki itu. Tetapi jawaban seperti itu mengonfirmasi satu hal, Yang Xiu bukan orang biasa,


atau bisa dibilang dia sendiri bukanlah manusia.


Liang Feng Mian

__ADS_1


membebaskan diri dari lamunannya. “Suatu nasib baik,” jawabnya singkat membuat


Yang Xiu kembali terkekeh.


“Oh ya, dimana


bocah yang sering membuntutimu itu?” Yang Xiu menanyakan rekannya yang satu


lagi.


“Hu Shen?”


tanya Liang Feng Mian memastikan maksud Yang Xiu dan dibalas anggukkan olehnya.


“Hmph, entah apa yang dipikirkan oleh si tua itu, dia malah memilih menjadi


Biksu setelah aku menikah. Dia sekarang sudah menjadi seorang guru besar kuil


di daerah Guan-Yun.”


Yang Xiu sampai


tersedak teh saat dia meminumnya. “Apa?!” Laki-laki itu berteriak dengan


kagetnya. “Tidak ku sangka dia


benar-benar melakukannya.” Dia menggelengkan kepalanya kembali melihat


Liang Feng Mian yang memperlihatkan raut wajah kesal. Sangat tidak cocok dengan


usianya, merajuk seperti itu. Tetapi melihat penampilannya yang


masih terlihat muda, tidakbegitu menjadi masalah.


Haih. Yang Xiu


sudah berapa kali menghela napas dalam satu waktu. Wanita ini? Dia benar-benar


tidak peka. Tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Mungkin saja mereka


tidak berjodoh dalam kehidupan ini.


“Sepertinya aku


harus mengunjunginya di lain waktu,” gumam Yang Xiu yang sampai terdengar oleh


Liang Feng Mian tapi dia tetap diam.


“Lalu, Tuan.


Sebenarnya apa yang kamu lakukan kembali saat ini?” Kini suasana kembali serius.


Yang Xiu juga


menampilkan raut wajah seriusnya dia meletakkan kembali cangkir teh yang sedari


tadi hanya dipegangnya setelah dia menyemburkan air teh dari mulut karena


terkejut. Beruntung tidak sampai membuat kotor apapun.


“Aku harus


membantu gadis Lan, mencari keadilan untuknya,” jawab Yang Xiu acuh


tak acuh membuat Liang Feng Mian mengerutkan dahinya


hingga muncul garis hitam disana.


Dia masih tak


jalankan. Mulai dari seluruh kehidupan Lan Lingxi yang menyedihkan hingga


akhirnya gadis itu juga mati konyol.


Liang Feng Mian


akhirnya mengerti. Wajahnya menjadi begitu gelap menahan rasa marah dan benci.


“Menteri Lan. Tak ku sangka dia bahkan begitu kejam pada putrinya sendiri hanya


karena tidak memiliki bakat. Jika saja dia tidak memiliki perjanjian pernikahan


dengan Ah Bing, mungkin hidupnya akan lebih menyakitkan dari  kematian.” Dia tersenyum miris mengingat dia


juga begitu keras mendidik Lan Lingxi selama satu bulan setelah pernikahannya.


Hanya saja karena sebuah tuduhan kecil, gadis itu harus rela pergi dan


menghilang dari istana.


Dan saat itu terjadi dia sendiri sedang berkungjung ke suatu


tempat, ketika dia kembali, Lan


Lingxi sudah tidak berada di


istana. Dia masih ingat betapa marahnya dirinya mengatahui kejadia itu. Dia


telah mencari gadis itu berkali-kali ke berbagai


tempat namun tidak pernah ditemukan. Hingga saat


ini ketika Yang Xiu


membawa tubuh gadis itu kembali, dia benar-benar tidak mengetahui sebenarnya seberapa menderita kehidupan yang dialami oleh seorang gadis muda di dunia yang mengenakan hokum yang kuat yang berkuasa ini. Dia


lantas menjadi kesemeklembut yang


mudah ditindas.


“Di dunia


seperti ini, tidak ada yang bisa disalahkan selain dari kelemahan. Lan Lingxi


memang tidak cocok berada di tempat keras seperti ini.”


“Lalu, apa yang


mesti ku bantu. Gadis itu sudah tidak ada lagi. Sepertinya aku juga perlu minta


maaf padanya karena terlalu keras.” Liang Feng Mian menghela napasnya lelah.


Tentu ada rasa bersalah dalam hatinya pada gadis yang menjadi cucu menantunya


itu. Tapi apa yang bisa dia perbuat? Dia tak bisa membawa gadis itu kembali


dari jurang alam baka. Sebaiknya


dia memperoleh kehidupan yang


lebih baik pada kehidupan


selanjutnya.


Yang Xiu tidak membalas keluhan


Liang Feng Mian, dia malah membalasnya dengan acuh tak acuh.  “Aku

__ADS_1


akan memberitahumu saat waktunya tiba.”… “Lagi


pula dia sudah bersenang-senang di Nirwana.” Dan Juga malah menyambungnya


dengan gumaman dalam hati.


Jika Liang Feng


Mian tahu apa yang dia pikirkan, mungkin dia akan memutar


matanya ke arah  Yang Xiu dengan kesal.


Yang Xiu


kembali menuangkan teh pada cangkirnya yang telah kosong. Setelah ucapannya


yang terakhir, sesi serius dari obrolan juga berakhir. Mereka hanya mengobrol


tentang beberapa hal ringan dan saling bertegur sapa mengakrabkan diri kembali


setelah ratusan tahun tidak bertemu.


Yang Xiu tidak


menjelaskan tentang misi keduanya sebab hal itu tidak baik di ketahui oleh


manusia biasa. Sangat berbahaya. Jadi dia hanya membahas sampai di sana dan


tidak ada lagi yang lain.


\~ *\~* *\~* \~


 “Yang Mulia Permaisuri, jika Anda membutuhkan sesuatu, Anda dapat


memanggil kami.” Seorang pelayan wanita yang sekiranya berusia lima puluhan


tahun memberitahu Yang Xiu.


Dia adalah


pelayan setia Permaisuri terdahulu. Tapi sekarang dia diperintahakan oleh Liang


Feng Mian untuk melayani Yang Xiu, tepatnya sang Permaisuri saat ini, Lan Lingxi.


Wanita itu


bernama Yu Luoyi atau kerap di panggil Yu Momokarena dia adalah pelayan senior di istana.


Saat ini telah berumur kurang lebih setengah abad. Dia sangat loyal pada


keluarga kerajaan sehingga masih bertahan sampai sekarang meskipun junjungan


awalnya telah tiada. Dia jugalah yang menjadi pengasuh Gu Shan Bing dikala


Liang Feng Mian sibuk dengan urusan Politik Negara. Yu Mama juga adalah tangan


kanan sang Lao Taihou.


Setelah


mengobrol selama kurang lebih satu jam bersama Liang Feng Mian, Yang Xiu dibawa


untuk beristirahat ke halaman Permaisuri yang dulu di tempati Lan Lingxi,


Istana Kongque Bai.


Note: Kongque Bai berarti Merak Putih. Salah


satu bangunan utama di istana, tempat tinggal seorang Permaisuri.


“Terima kasih


Yu Mama.” Yang Xiu menundukkan sedikit kepalanya memberi hormat pada Yu Mama


membuat semua orang di tempat itu menegang terkejut.


“Y- Yang Mulia,


hamba tidak pantas mendapat penghormatan dari Anda. Mengapa Anda menundukkan


kepala seperti itu?” Yu Mama nampak gelagapan. Sebab bagi mereka para pelayan,


hormat majikan adalah sebuah pantangan bagi mereka dan apalagi dia adalah


seorang Permaisuri Kaisar, mereka akan disebuat sebagai budak yang lancang, dan


kepala mereka tentu menjadi taruhan besar.


“Mengapa Yu


Mama, aku hanya ingin berterima kasih padamu karena telah setia pada keluarga


kerajaan selama ini. Kamu adalah senior, tentu layak mendapat hormat dari


junior yang kurang berpengalaman seperti diriku,” jelas Yang Xiu dengan


senyuman.


Dia sebenarnya


ingin tertawa sekarang. Aktingnya sungguh begitu sempurna. Mengerjai


orang-orang di zaman kuno ini sungguh menyenangkan, mereka bahkan tidak bisa di


ajak sedikit bercanda. Semuanya serba serius dan Yang Xiu adalah orang yang


suka menggoda orang-orang serius.


Dia sungguh


suka melihat reaksi mereka yang berlebihan. Menurut Yang Xiu itu sangat lucu


dan menghibur. Sekarang saja, Yu Mama hampir bersujud padanya tapi dia sengaja


menahan tubuh tua itu. berpikir bahwa nanti Yu Mama akan terkena asam urat, itu


sangat tidak bagus. Hahaha, baik. Sekarang salahkan Yang Xiu yang memiliki


perangai berbeda dari orang-orang, dia hanya memiliki dunianya sendiri. Tingkat


kejahilannya sudah tak tertolong.


Setelah itu, Yu


Mama tidak lagi melakukan apapun. Dia cukup tersentuh dengan ucapan Yang Xiu


yang menghargai dirinya tanpa tahu jika seorang yang bertubuh sang Permaisuri


itu memiliki niat terselubung. “Mirip


dengan Permaisuri terdahulu,”pikirnya dalam hati. Yah, senadainya dia tahu


bahwa  Yang Xiu hanya sengaja menggodanya


untuk bersenang-senang, bagaimana reaksinya?


~ \ ( O o O ) / ~

__ADS_1


__ADS_2