
“HUWAAA! Tongkat Nagaku, pusaka berhargaku, masa depanku …!” teriak Yang Xiu semakin histeris. “Ini penghinaan, mereka pasti menertawakanku … Aaakh mau ditaruh dimana wajahku?” Lagi-lagi ia mengerang tak menerima situasi.
“Walaupun aku tahu ini pasti terjadi, akan tetapi rasanya tetap sangat memalukan. Aku ini seorang pria sejati lho, PRIA SEJATI!!”
“Aaah! Sekarang aku menyesali pilihanku membantu gadis itu, hukuman langit sepertinya lebih baik dari ini.”
Yang Xiu terus saja mengoceh, menggerutu, mengeluh tentang apa yang sekarang menimpanya. Kini dirinya sudah berada di dalam tubuh seorang gadis—lebih tepatnya Lan Lingxi—seorang gadis yang tak diharapkan keberadaannya bahkan oleh keluarganya sendiri. Ugh! Kesialannya semakin bertambah.
Yah, Lan Lingxi masih gadis meski dirinya telah menikah. Maka sebut saja dia gadis. Lagipula masih berumur belasan tahun, itu tak masalah dengan bagaiamana penyebutannya.
Beberapa saat kemudian, Yang Xiu menjadi lebih tenang. Ia merenung di dalam benaknya. Mau bagaimana pun, dirinya harus tetap menjalani perannya. Kalau tidak, Yang Xiu akan terkena kutukan (hukuman), haih … sungguh, ini benar-benar … huft! Dirinya sudah tidak dapat berkata apa-apa lagi.
Yang Xiu menarik napas beberapa kali untuk memantapkan hatinya menerima keadaan.
“Haaah … Baiklah, mari tenang. Lupakan masalah gender terlebih dahulu, lagipula tubuh ini tak benar-benar terlihat seperti layaknya perempuan, masih bisa di palsukan,” ucap Yang Xiu memandang miris ke bagian dadanya. Di sana benar-benar rata, sama sekali tak menunjukkan seorang layaknya perempuan yang sudah baligh sama sekali. Kekurangan gizi adalah alasan utama penyebab mengapa dia bertubuh jauh lebih kecil dari umurnya. Dia nampak seperti gadis tiga belas tahun. Sungguh menyedihkan!
Meski begitu, Yang Xiu menghela napas lega. Jika gadis Lan Lingxi memiliki fisik seorang gadis tujuh belas tahun pada umunya, mungkin sesuatu kecanggungan akan terjadi, yah.
Karena bagaimana pun, seperti yang dirinya katakan sebelumnya, Yang Xiu memang tetap seorang pria. Tahu kan apa yang mungkin bisa terjadi jika sudah seperti itu? Yaah, pikirkan saja dalam benak masing-masing.
“Lebih baik aku fokus dengan bagaimana caranya menyelesaikan misi ini. Memberi keadilan pada gadis pemilik tubuh, Lan Lingxi dan juga mencari benda itu. Tapi sebelum itu sebaiknya aku harus memulihkan kekuatan terlebih dahulu. Ck, sangat tidak enak sekali rasanya menjadi manusia biasa.”
Yang Xiu mengubah posisi duduknya menjadi duduk bersila atau dalam istilah dunia kultivasi, itu disebut sebagai posisi lotus. Ia teringat dengan kata-katanya saat menantang petir surgawi. Dan itu benar-benar terjadi, dia mengulang kultivasi dari awal. Astaga,dia telah mengutuk dirinya sendiri, memang benar-benar orang yang sial.
Ah, lupakan itu. Masalalu biarlah berlalu yang terpenting adalah sekarang dan nanti. Yang Xiu mulai melakukan meditasi mencoba merasakan esensi langit dan bumi di sekitarnya.
Saat itu dia mulai mengerutkan alisnya karena menyadari suatu hal.“Hmm, aku lupa kalau gadis ini hanya memiliki setengah Dantian. Haha, sungguh konyol. Sepertinya aku harus menyempurnakannya terlebih dahulu.” Yang Xiu segera menghela napas pelan kemudian dirinya meningkatkan titik fokus pada Dantian yang katanya adalah kecacatan. Sungguh heran, bagaimana gadis Lan ini bisa bertahan hidup dengan Dantian yang tidak sempurna?
Yang Xiu segera menarik sebanyak mungkin esensi langit dan bumi di sekitarnya agar berkumpul dan terserap ke dalam dirinya. Saat itulah ia mulai sedikit demi sedikit mengukir Dantian-nya agar terbentuk sempurna.
Setengah jam telah berlalu, keringat dingin mulai terlihat di wajah Yang Xiu karena terlalu fokus pada hal yang tengah dilakukannya. Yang Xiu sedikit mengulas senyum karena menyadari sesuatu yang tidak dirinya ketahui dari awal.
__ADS_1
“Gadis ini … bukanlah seorang sampah. Sebaliknya, dia adalah harta yang sangat berharga. Tubuh Giok Cahaya!”teriak Yang Xiu kegirangan di dalam hati. “Ini tentu akan sangat membantuku, ha ha ha …. Harta Langka, sungguh kali ini adalah hari keberuntunganku.”
“Tubuh Giok Cahaya sangatlah berguna dalam kultivasi. Selain bisa mengurangi rasa sakit dalam penyempurnaan praktik, ini juga bisa mempercepat seorang kultivator dalam penyerapan Qi, memurnikannya, dan memperkokoh fondasi bela diri. Sungguh suatu keberuntungan! Baiklah, ku ralat segala ucapanku sebelumnya, gadis. Kamu bukanlah orang yang sial melainkan harta yang sangat berharga. Hahaha,” ocehnya panjang lebar dan tak sadar telah menyelesaikan pembentukan Dantian-nya.
“Eh, sudah selesai? Tak kusangka aku tidak merasakan sakit sama sekali. Ugh, jadi teringat waktu dulu ketika pertama kali membentuk Dantian milikku sendiri. Sangat menyakitkan, rasanya seperti seluruh organ dalamku dikerubungi oleh semut. Hiiiiii,” ucapnya bergidik ngeri.
“Haah, pantas saja gadis Lan ini dapat bertahan hidup cukup lama setelah hanya dapat membentuk setengah Dantian-nya. Biasanya jika itu adalah orang biasa, dia akan mati saat itu juga karena kecacatan. Mengapa aku tak menyadari ini sebelumnya ya? Ahaha.” Yang Xiu mengetuk kepalanya karena kebodohan yang tidak disengaja timbul.
“Tapi, tunggu dulu. Dantian berwarna emas dan … oh ya ampun! Tubuh gadis ini memang benar-benar adalah harta berharga!”teriak Yang Xiu saat menyadari apa yang ada di dalam tubuhnya. Ia melihat Dantian emas yang berarti itu adalah Dantian termurni yang hanya menyimpan Qi paling murni, lalu satu lagi ia telah menerobos ke tingkat awal secepat itu.
Biasanya kultivator saat sudah bisa membentuk Dantian-nya, maka akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menerobos tingkatan awal tanpa manual praktik, namun jika menggunakan manual maka akan butuh sehari semalam. Sebab akan membutuhkan waktu untuk mengisi Dantian seseorang. Lain halnya jika orang itu jenius, mungkin hanya akan membutuhkan waktu satu hari tanpa manual dan hanya beberapa jam dengan manual. Atau jika seseorang menggunakan manual tingkat tinggi, maka akan lebih mudah lagi. Tapi tetap saja tidak aka nada yang mampu menerobos langsung seperti yang Yang Xiu lakukan. Bukankah dia sangat beruntung?
Dan yang di alami Yang Xiu saat ini adalah sebuah keajaiban, ia langsung menerobos tingkatan awal bersamaan dengan terbentuknya Dantian. Luar biasa, bukan?
Tiba-tiba tubuhnya jadi merinding karena keberuntungan itu.“Tak ada yang boleh mengetahui tentang ini, jika tidak … mungkin aku akan diincar oleh para kultivator tua. Hiii, aku tidak mau,” ucapnya menggigil ngeri.
“Hmm, tapi aku heran. Gadis itu, kenapa bisa membuat tubuh berharga ini jadi cacat? Oh,apa karena dia bodoh? Sudahlah, sebaiknya ku lanjutkan latihan ini sebelum masalah benar-benar datang,” ucap Yang Xiu kemudian ia kembali membenarkan posisi lotusnya seraya memejamkan mata fokus menyerap energi alam di sekitarnya.
Tak sampai satu jam, fitalitas dalam tubuhnya membaik. Ia sudah tak terlalu kelelahan apalagi merasa lemas. Tubuhnya segar bugar seperti baru bangun tidur.
Yang Xiu terus memperhatikan gadis itu dengan seksama. Wajahnya lumayan manis dan mungkin akan terlihat cantik jika diberi beberapa polesan. Ia memakai pakaian dengan bahan kain kasa kualitas terendah bahkan sepertinya ada beberapa tempelan di sana. Benar-benar terlihat tidak layak.
Gadis itu belum melihat Yang Xiu yang kini memperhatikannya. Dia hanya sibuk dengan pekerjaannya, meletakkan bak di dekat peraduan lalu menenggelamkan kain ke dalamnya. Saat gadis itu mengangkat kepalanya dan bertemu langsung dengan tatapan Yang Xiu, ia memperlihatkan wajah terkejut yang ekstrim.
“Astaga!” Gadis itu berteriak kaget, menjatuhkan diri beserta kain ke dalam bak, ia terjerembap karena tak dapat menjaga keseimbangannya.
“Ya- Yang Mulia Permaisuri. Anda ... Anda hidup?”
Yang Xiu masih memperhatikan dalam diam, raut wajahnya datar tak menunjukkan ekspresi apapun. Dia mengenali gadis itu sebagai pelayan setia Lan Lingxi, namanya Fei kalau dia tak salah ingat.
“Tidak, aku sudah mati dan sekarang menjadi mayat hidup yang kelaparan,” jawabnya sebrono membuat gadis itu menganga dan setelah beberapa saat kemudian akhirnya dia tersadar, berdiri dan langsung menghamburkan tubuhnya menimpa Yang Xiu, ah lebih tepatnya tubuh Lan Lingxi. Memeluk dengan sangat erat hingga membuat orang yang di peluk sulit bernapas.
__ADS_1
“Huwaaa! Permaisuri, ini benar-benar Anda. Anda hidup, Surga memberi berkah dan pertolongannya.” Gadis itu menangis dan berteriak haru, mengosok tubuhnya pada Yang Xiu. Bahkan ia tak sadar dengan pakaiannya yang basah dan kotor.
Sudut bibir Yang Xiu berkedut karena merasakan benda empuk di wajahnya. Milik gadis itu sungguh membuatnya sesak napas.
“Kamu, Guniang. Berhenti! Lepaskan aku, atau aku benar-benar mati kehabisan napas!” teriaknya teredam.
Note: Guniang adalah sebutan untuk memanggil, seperti Gadis, hei gadis atau hei Nona, bisa juga berarti hei Nyonya.
Gadis itu tersadar. Masih sesegukkan ia melepas pelukannya. Segera dirinya bersujud memohon maaf karena telah bertingkah kurang ajar pada junjungannya sendiri. Dengan penuh penyesalan, ia bersujud menghantukkan kepalanya beberapa kali hingga dahinya memerah.
Sepenarnya Yang Xiu ingin memarahi gadis itu, tapi … sepertinya tidak perlu. “Wow, reaksi yang luar biasa dari seorang gadis!” Dia berbicara dalam hati tak berniat menghentikan tindakan gadis itu tapi malah berhitung setiap kali gadis itu membenturkan kepalanya di lantai. Kurang ajar memang, tapi itulah Yang Xiu. Jika orang mempertanyakan tindakkannya maka ia akan berkata, “Jika memang itu keinginannya, jadi biarlah. Aku tidak pernah menyuruhnya. Tidak baik memaksa orang untuk menuruti keinginanmu.” Yaah, ia akan mengatakan hal itu tanpa beban seperti biasanya.
Hmm, ralat kalimat sebelumnya yang menyatakan bahwa dirinya adalah pria sejati, sangat tidak cocok dengan tindakan yang ia lakukan sekarang. Mana ada pria yang membiarkan seorang gadis menyakiti dirinya sendiri bahkan itu ada di depan matanya. Hanya seorang Yang Xiu yang dapat berbuat seperti itu. Ck ck ck. Jangan dicontoh!
“Hoaam!” Yang Xiu menguap dikala dia merasa bosan karena gadis itu belum berhenti juga dari kegiatan menghukum dirinya. “Hei, Guniang. Ini sudah ke tiga puluh kali kamu melakukan itu. Satu menit terlewati. Tidak lelah kah? Dahimu sudah memerah seperti itu?”
“Tidak, Permaisuri. Hamba memang pantas mendapatkannya karena telah lancang pada Anda.” Gadis itu tetap kukuh.
“Haih, apa yang bisa dibanggakan dari seorang Permaisuri terbuang.” Ucapan Yang Xiu sontak membuat gadis itu menghentikan aksinya. Dia mendongak melihat Yang Xiu dengan tatapan iba. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca.
“Permaisuri, Anda tidak boleh berkata seperti itu. Bukan Yang Mulia Kaisar yang mengusir Anda. Melainkan karena para selir jahat itu yang menuduh dan memojokkan Anda. Kaisar bahkan tidak tahu karena sejak satu tahun yang lalu, beliau sudah sibuk untuk pergi berperang.”
Yang Xiu menghela napasnya. Dia tahu cerita sebenarnya memang seperti yang dikatakan oleh gadis pelayan itu. “Ya ya, dia tidak tahu. Bahkan tidak tahu jika Lan Lingxi adalah Permaisuri-nya. Miris sekali hidup ini,” gumamnya pelan tapi tetap terdengar oleh si gadis pelayan, Fei.
“Permaisuri ....” Fei memanggil lirih merasa bersalah karena telah membahas hal sensitif bagi junjunggannya.
“Sudahlah, aku lapar. Apa kamu memiliki sesuatu untuk dimakan?” tanya Yang Xiu membuyarkan suasana melankolis tersebut.
“Ah, ada. Tunggu sebentar Yang Mulia.” Fei segera berlari keluar ruangan mencari sesuatu untuk dimakan.
Yang Xiu sendiri tetap pada tepatnya. Duduk menungu di peraduan tak berniat beranjak. Saat ini dirinya terlalu malas untuk bergerak. Sebab tubuh yang dia tempati masih lemah karena baru bangun dari kematian.
__ADS_1
~ \ ( O o O ) / ~