FRIENDZON VS CINTA BEDA AGAMA

FRIENDZON VS CINTA BEDA AGAMA
RENCANA


__ADS_3

Alex melangkah memasuki kelasnya. Tak lupa dengan senyuman yang masih terukir membuat beberapa bagian siswa di dalam heran. Seperti bertanya tanya, ada apa dengan alex? Tak biasanya dia seperti itu? Lagi kesurupan apaan tuh si alex?


Tak beda dengan Chrislen, dia juga heran padahal kemarin Alex terlihat muram sekarang dia kembali bergembira. Karena hal apa?


"Lah, lo kenapa, lex. Kemasukan arwah apa lo pagi pagi gini udah senyum senyum sendiri. Lama lama gue ngeri liat lo kayak gini" oceh gavin yang datang ke arah Alex bersama Alden


Alex mendongak ke arah kedua teman nya. "Nih" Dia mengasongkan 4 lembar uang ratusan ribu membuat gavin dan Alden semakin di buat heran.


"Apaan, nih?" Tanya Alden


"Hah! Apa jangan jangan lo abis ngepet ya semalam," celetuk gavin seenaknya. Memancing emosi Alex. Lelaki itu membekam mulut gavin karena geram.


"Apaan si lo, ini pajak jadian buat kalian berdua."


"Lo pacaran sama babi ngepet ya" gavin menepis kuat tangan Alex dan masih tentang 'ngepet' entah mengapa lelaki itu malah jadi ngaco kayak gini. Se enggak nya jangan bikin emosi Alex naik ketika lelaki itu sedang bahagia


"Apaan si, vin. Kok jadi ngepet terus" elak Alden.


"Bukan, mana mungkin gue mau pacaran sama babi ngepet. Gue.... pacaran sama..... Al....."


"Alden" Alden yang berada di samping Gavin langsung menyikut perut lelaki itu hingga gavin meringis kecil. Sepertinya mulut gavin harus di lem rapat rapat.


"Heh! Gue masih suka cewek kali." Sentak Alden.


"Stop, gue belum selesai ngomong, jan di potong potong coba"


"Emang-" ucapan gavin terhenti saat jari telunjuk Alden menempel di bibirnya. Gavin diam melihat tatapan sinis dari kedua teman nya


"Sabar gue mah punya temen kayak lo..... ok, jadi pacar gue itu, Alma" ucap Alex dengan santainya.


Chrislen, gadis itu yang tadinya sibuk berbincang dengan mira dna sesekali tertawa. Kaget mendengar ucapan Alex. Tentu saja yang barusan ketiga teman nya obrolan terdengar oleh Chrislen. Jarak bangku Alex dan Chrislen tak berjarak begitu jauh


Chrislen menatap tajam ke arah, Alex. Dia kira Alma benar benar akan menjauhi Alex ternyata dia salah besar. Mimpi itu benar benar terjadi. Alex dan Alma. Mereka.... pacaran?


"Wahhh, selamat boss ha ha. Belum lama lo pendekatan udah jadian aja" ucap gavin di angguki oleh Alden tanda setuju ucapan gavin.


"Makasih makasih"


Mira, gadis itu juga melihat nya dan juga mendengarnya. Kedua tangan nya mengepal kuat. Entah mengapa rasa sakit di bagian dada menyerang nya. Mira terkadang berfikir tidak mungkin dia akan mencintai orang yang di cintai sahabat nya


"Len," sontak Chrislen langsung menoleh ke arah Mira, mata nya berkaca kaca. Tak ingin dia menangis sekarang. Orang yang di kira akan selalu ada di samping nya kini akan benar benar pergi


Chrislen belum menanggapi panggilan Mira, gadis itu langsung pergi membuat mira juga ikut pergi. Sementara, Alex dia memperhatikan Chrislen yang tiba tiba berlari keluar.


Namun, tetap saja dia bahkan tak mengikuti Chrislen. Toh, menurutnya udah ada Mira untuk apa dia mengikuti Chrislen lagi. Lebih baik dia bersama gavin dan Alden


~


Chrislen pergi ke tempat yang lumayan jauh dari sekolah nya. Lebih tepatnya hutan di belakang sekolah. Langkah nya terhenti. Air mata yang sudah terbendung sedari tadi kini mulai berjatuhan

__ADS_1


Kenapa lex? Kenapa yang lo cinta itu bukan gue, kenapa harus Alma'


"Chrislen!" Khawatir, tentu saja Mira khawatir melihat sahabat nya seperti ini. Mira langsung memeluk erat Chrislen. Dia tau Chrislen saat ini membutuhkan pelukan untuk menyalurkan kekuatan.


"Bilang in ke gue kalo ini cuma mimpi," ucap Chrislen di sela isakan tangis nya.


Mira dengan perlahan melepas pelukan itu. Dia menggeleng. "Enggak, ini real lo kuat, kalo mau kita bisa balas dendam sama Alma kayak waktu itu"


"Gue punya rencana"


**


1 hari 2 malam telah berlalu. Semenjak kejadian itu, Chrislen memutuskan untuk melakukan apa yang di rencanakan oleh Mira.


Kini mereka berada di sekolah. Chrislen dan yang lainnya ikut bercamping. Tak jauh, hanya di sekolah. Untuk apa jauh jauh. Bahkan di belakang sekolah ini kan ada hutan.


"Baik semuanya!, kalian berbaris sesuai kelompok. Tak banyak yang ikut sekarang hanya di diperbolehkan 40 orang saja, jadi, harap di mengerti"


"Baik pak!" Seru murid murid.


Mereka tidur di kelas. Perempuan dan laki laki tentunya di pisah. Chrislen dan Alma satu ruangan. Chrislen benci itu.


Semuanya sibuk membereskan meja dan kursi. Sekarang mereka berada di sekolah Art school. Setelah nya mereka kembali berkumpul di lapangan. Mengingat waktu pun kini sudah malam


"Bapak akan menyuruh kalian untuk mencari kayu bakar, per kelompok harus mendapat minimal 20 kayu bakar, siap!" Kata pak gugus dengan suara lantang nya


"Siap!" Seru murid murid


Di perjalanan seperti yang kalian tau. Kalo Chrislen satu kelompok dengan Alma. Rencana itu akan di mulai. Rencana yang sudah di siapkan oleh Mira hari itu.


"Alma! Tolong lo ambil kayu itu" titah Chrislen dengan jari tangan nya yang menunjuk. Alma mengangguk dan pergi ke arah dimana Chrislen menunjuk an nya


Chrislen tersenyum miring, atau lebih tepatnya senyuman kemenangan. Inilah awal dari rencana nya. Membiarkan Alma sendirian di hutan ini.


Sementara Alma pergi. Chrislen kembali berjalan mengikuti kelompok nya. Alma? Iya gadis itu sendiri setelah mengambil kayu yang di sebutkan oleh Chrislen. Dia kembali kemana sebelumnya ada Chrislen di situ.


Alma menyapu pandangan nya ke sekeliling. Gelap, tidak ada siapapun disana kecuali gadis itu. Rasa takut kini mulai menyerang perasaan nya


"Mereka kemana?" Gumam nya bertanya pada diri sendiri. Dia merogoh saku celananya. Mengambil hp android nya.


"Gak ada sinyal" tadinya, Alma ingin meminta bantuan dengan menelfon seseorang. Namun, ternyata disini tidak ada sinyal. Dia hanya bisa pasrah dengan keadaan.


Alma menyalakan lampu senter hp nya untuk menerangi sekitar nya. Sebelum dia mulai melangkah. Berharap dia tak akan tersesat


~


Semuanya sudah kembali berkumpul di lapangan sekolah Art school. Mereka berbaris sesuai kelompok


"Apakah tidak ada yang tersesat? Semuanya aman?" Kata pak gugus di depan sana.

__ADS_1


Di sisi lain, melodi dan linda yang merupakan sahabat Alma. Mata kedua nya berbinar mencari sosok salah atau teman nya yang tuba 5iba hilang.


"Pak!" Melodi mengangkat tangan kanan nya agar terlihat siapa yang memanggil


"Iya ada apa?" Jawab pak gugus


"Salah satu anggota kami hilang" ucap linda dengan raut wajah khawatir


"Hah!" Semua sontak terkejut, begitu pun Alex. Lelaki itu yang awal nya memimpin di depan tatapan nya mengarah kebelakang mencari sosok yang mungkin sekarang notabennya adalah pacar nya


"Siapa?" Tanya pak gugus


"Alma pak, dari sekolah SMA MANDIRI"


"Alma!" Kalian tau siapa yang bergumam memanggil nama Alma. Aldo dan Alex kedua lelaki itu berlari menuju gerbang. Berniat untuk mencari alma


"Alex" seru Chrislen


"Aldo" seru melodi


"Eh, aldo, alex kalian mau kemana?" Tanya pak gugus saat melihat kedua muridnya pergi tanpa pamit


"Saya mau nyari pacar saya pak" teriak Alex tanpa menoleh ke belakang dan tanpa memberhentikan langkah nya terlebih dahulu. Kedua lelaki itu keluar dari sekolah.


"Pacar?" Gumam melodi dan Linda, jelas mereka kaget dengan ucapan Alex barusan. Toh, sebenarnya Alma belum memberitahu kedua sahabat nya jika dia berpacaran dengan Alex


Segitu peduli dan khawatir nya kamu sama dia alex. Tanpa memikirkan aku disini'


"Baik semuanya, harap tenang!" Semua murid yang awalnya memperhatikan Alex dan Aldo kini kembali mengarah ke pak gugus.


"Kalian bisa kembali ke ruangan kalian masing masing, dan jangan ada yang kemana mana" kata pak gugus kembali


"Dan jangan khawatir kami disini akan selalu membantu" ucap bu betty. Yang juga menjadi pembina di sini


Semua mulai bubar. Kembali ke ruangan mereka masing masing.


~


Chrislen, sedari tadi gadis itu diam tak membuka suara. Ketika semua orang terlihat panik dia justru senang. Namun, yang membuat kesenangan nya hancur ketika Alex tiba tiba pergi untuk mencari Alma


Dia menelungkupkan wajah nya di lipatan tangan yang ia simpan di atas lututnya. Ingin sekali dia menangis jika saja ini bukan tempat umum dan banyak orang. Mungkin sekarang Chrislen akan bertingkah bodoh seperti biasanya. Ataupun menangis sejadi jadinya.


Chrislen mendongak ketika satu tepukan di bagian bahu nya terasa. Mira, dialah orang nya. Gadis itu tersenyum menatap Chrislen dna duduk di samping nya


"Rencana kita... gagal" mata Chrislen dengan raut wajah kecewa dengan kegagalan nya


"Maaf. Tapi, gak sepenuhnya gagal. Kita udah biarin cewek itu sendirian di hutan"


"Kalo misalnya gue yang hilang. Apa... alex akan se khawatir itu" mira mengangguk

__ADS_1


"Tentu"


__ADS_2