FRIENDZON VS CINTA BEDA AGAMA

FRIENDZON VS CINTA BEDA AGAMA
PERTEMUAN


__ADS_3

"Mah! Aku berangkat dulu ya" pekik Chrislen seraya memeluk ibunda tersayang nya. Dengan senyum semringah Chrislen melepaskan pekikan itu


"Iya, sayang. Hati hati ya!" Kata dewi yang merupakan ibu kandung dari Chrislen


Chrislen sendiri yang sudah berada di dekat pintu. Dia mengacungkan ibu jari kanan nya dan tersenyum.


Langkah gadis itu lumayan cepat untuk menuju rumah yang berada di hadapan rumah nya.


"Alex! Yuk berangkat! Udah telat lho kita!" Tak ada yang menjawab memang Chrislen kesal. "Alex!!" Kemudian datang lah seorang wanita paruh Baya. Dia menghampiri Chrislen


"Oh, ilen. Tunggu yah, biasa alex lagi siap in buku pelajaran" kata nya.


Tak lama lelaki yang membuat Chrislen menunggu datang. Alex datang dengan seragam yang di keluarkan, dasi nya belum rapi apalagi rambutnya tangan kanan nya memegang jas berwarna biru tua dengan garis putih di sisi jas almamater sekolah GARUDA


Chrislen berdecak sebal dengan perlakuan sahabatnya ini terkadang selalu membuatnya pusing. "Mah kita berangkat dulu, ya"


Ibunda alex tersenyum dan mengangguk. " iya hati hati"


*


"Lo tu ya kebiasaan. Bangun telat terus akhir akhir ini." Ucap Chrislen yang melihat alex tenaga merapikan rambut nya.


Mereka hari ini berjalan kaki. Karena mobil yang biasa di pake untuk berangkat sekolah lagi di rumah sakit alias bengkel mobil


"Hhe, maaf gue kemarin gadang sampe jam satu malem" ucap nya dengan watados


"Lain kali jangan gitu lagi, sebentar lagi kan mau ujian kelulusan. Banyakin belajar!"


"Iya, iya! Bawel"


Chrislen memutarkan bola matanya malas di barengi dengan decak an sebal nya. Chrislen tahu betul bagaimana sifat dan sikap alex. Toh, orang mereka sudah lama bersahabat. Bahkan mereka sempat hampir di jodohkan oleh kedua orang tua mereka saat mereka masih kecil


Terkadang menurut Chrislen alex adalah salah satu tempat untuknya berkeluh kesah tentang masalah yang menimpa di hidupnya begitu pula sebaliknya. Mereka saling membutuhkan satu sama lain.

__ADS_1


Sesaat Chrislen yang masih sibuk merapikan rambut dan alex membenarkan bajunya Chrislen tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis berpakaian tertutup. Memakai seragam putih abu panjang dan kerudung putih.


Chrislen hampir terjatuh namun, tangan kekar alex sesegera menahan tubuh Chrislen yang hendak jatuh ke tanah.


"Aduh, aku minta maaf" ucap alma. Gadis itu terlihat merasa bersalah sekali.


Chrislen bangun dan berdiri tegak. Kedua tangan nya menepuk nepuk beberapa bagian seragam yang menurutnya terasa kotor. "Gak bisa di bayar cuma pake kata 'minta maaf'." Ucapnya. Wajahnya seketika datar. Chrislen melihat dari bawah hingga atas penampilan alma. Lalu membelit kan kedua tangan nya dan menyimpan nya di atas perut


"Aku minta maaf aku gak sengaja" lucu, dan imut. Gadis itu sangat merasa bersalah wajahnya menampakkan dia takut dan khawatir. Apalagi ini sudah hampir jam tujuh jika tidak mengingat ini hari senin mungkin alma akan habis di tangan Chrislen walau hanya karena masalah sepele


Tatapan alex tertuju selama 2 menit pada alma. Tertarik. Kata itu bisa di gambarkan pada perasaan alex saat ini. Mungkin dia tertarik dengan perempuan yang kini ada di hadapan nya?


"Udah, len. Kita udah telat nih" kata alex mencoba melerai sebelum Chrislen melayangkan tangan nya ke pipi mulus alma.


"Ck, kalo gue gak inget ini hari senin. Ah, udahlah! Urusan kita belum kelar" ucapnya entah kenapa hari ini Chrislen di buat kesal oleh manusia manusia yang bahkan hanya karena masalah sepele


Alex kemudian menarik pergelangan tangan Chrislen dan mereka berdua melenggang pergi. "Malaikat tampan.." gumam alma seraya memperhatikan kedua orang yang kini tengah berjalan pergi. "Eh, Astagfirullah alma udah telat!"


**


Chrislen dan beberapa teman nya pergi memasuki area kantin. Sudah lama dia tak pergi ke kantin pertengahan sekolah nya soalnya dia biasanya pergi ke kantin belakang.


Kantin yang selalu ramai dengan dua agama yang berbeda ini banyak makanan halal dan beberapa makanan haram bagi islam. Seperti babi. Mereka duduk di tempat biasa mereka duduk.


"Vin, pesen, gih" titah Chrislen dengan entengnya seraya menyodorkan uang dua lembar ratusan ribu. Sementara gavin hanya pasrah dengan ratu kejam nya ini jika mengingat tentang kalo bukan karena Chrislen gavin tak akan terkenal di sekolah ini. Apalagi peminat cewek cewek yang selalu setia mendukung gavin dia mungkin akan membuat ratu iblis nya ini mati...


Yah, mereka terkenal dengan kumpulan orang yang perfect. Mereka pintar, tampan dan cantik, kesayangan guru dengan nilai yang memuaskan, terkadang mereka baik tapi terkadang mereka kejam dan jahat, Chrislen dan Mira lah orang nya, kalo gavin itu humoris Alden pendiem dan jarang ngomong. Menurut pepatah Chrislen mengatakan 'beda tempat beda peran, kita harus lebih sadis ketika satu hinaan, ejekan dan pembullyan terjadi kita akan membalas 10 kali lipat'


Tak jauh begitu lah menurut Chrislen si malaikat namun terkadang bisa menjadi iblis.


Tatapan Chrislen tertuju pada satu makhluk yang tengah berada di kedai minuman. Alma!. Dia lah cewek yang udah bikin Chrislen kesal tadi pagi. Dengan wajah datar nya Chrislen berdiri dan melangkah kan kaki nya menuju dimana alma berdiri


Chrislen mengambil satu jus mangga milik salah satu siswi lalu dia menyiramkan nya pada seragam putih milik alma.

__ADS_1


Sontak semua orang yang berada di sana kaget dengan perlakukan Chrislen kali ini. "Kamu apa apaan si!" Tegas alma. Keningnya berkerut bertanya tanya.


Chrislen hanya memiringkan senyuman nya menatap remeh alma. "Lo mau gue maafin gak? Soal tadi lo nabrak gue." Alma hanya diam menyimak omongan chrislen. "Lo harus sujud di kaki gue. Kalo gak sampai kapan pun gue gak akan maafin lo"


"Chrislen! Maksud lo apa!" Chrislen langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Melihat tatapan sinis dari alex membuatnya heran. Sejak kapan alex membela orang yang tengah di rundung oleh Chrislen biasanya dia hanya diam dan menyaksikan. Walaupun terkesan jahat


"Kenapa? Suka sama dia?" Alex belum menjawab pertanyaan Chrislen sejujurnya alex suka pada alma sejak pertama mereka bertemu. Sebelumnya mereka bertemu di kantin ini hanya sekilas tapi alex langsung terobsesi akan kecantikan dan aura manis yang dimiliki alma


Lelaki itu melangkah. Kini dia berada di hadapan Chrislen mencoba untuk melindungi alma. Tak lama dia memegang pergelangan alma dan menariknya pergi.


"Ck, sialan!"


***


Sepulang sekolah mereka berkumpul di rumah alex. Chrislen? Dia ada dan mencoba untuk melupakan kejadian tadi pagi semasa di sekolah. Chrislen menghampiri alex yang tengah bermain game bersama gavin dan alden.


Setelah gadis itu berada di hadapan ketiganya. Hanya dengan tatapan mata Alden dan gavin kemudian melenggang pergi. Alex menyadari hal itu dia mendongak mendapati Chrislen dengan tatapan dingin nya ke arah alex


"Lo suka sama cewek yang udah nabrak gue tadi pagi?" Tanya Chrislen penasaran. Dia berjalanlah duduk di samping alex


"Pliss ya, len. Lo dulu bisa larang gue buat jatuh cinta sama orang lain. Tapi, kali ini please banget biarin gue jatuh cinta. Gue udah gede"


Apa ini? Seperti ada panah yang menusuk dada Chrislen saat ini. Gadis itu tak percaya dengan apa yang di katakan alex. Chrislen tidak tau perasaan yang dia simpan selama ini pada alex benar benar cinta atau bukan. Dia tidak ingin kehilangan alex walau mereka hanya sekedar teman.


"Terserah! Itu kehidupan lo. Tapi kenapa harus cewek itu"


"Gue gak tau, tanya sana sama hati gue" balas alex. Lelaki itu bangun dan berjalan ke arah gavin serta Alden. Chrislen hanya duduk memperhatikan ketiga cowok itu.


Sekarang sangat terasa bahwa Chrislen benar benar mencintai alex. Dan cinta itu, apakah mereka bisa bersama? Sementara alex sendiri menyukai wanita lain.


*****


Malam semakin larut Chrislen sendiri di kamar. Air matanya kembali menetes dia berfikir mereka akan berpisah jika alex akan pergi bersama alma. Dia benci itu...

__ADS_1


"Aaaaa kenapa si!? Kenapa!? Gue benci sama cewek itu" teriak Chrislen frustasi


__ADS_2