FRIENDZON VS CINTA BEDA AGAMA

FRIENDZON VS CINTA BEDA AGAMA
MENGETAHUI


__ADS_3

"Gimana ini apa kita harus ke bawah juga" kata Alex yang masih panik.


"Jangan" Alden menghentikan langkah Alex yang mencoba mendekati jurang


"TERUS GIMANA SAMA PACAR GUE!!"


"KENAPA LO MIKIRIN ALMA DOANG, CHRISLEN JUGA SAMA! CHRISLEN SAHABAT LO!"


Alex terdiam seketika. Menurutnya benar juga apa kata Alden. Bukan hanya Alma yang jatuh tapi juga Chrislen.


Aldo, lelaki itu hanya diam tak ikut campur urusan kedua orang yang menurutnya tak ia kenal. Dia melihat di ujung hutan ini terdapat sebuah tembok dengan warna hijau daun dan pagar kecil di pinggiran nya


Tak asing, tembok itu seperti..... sekolah nya. Yah, sekolah ART SCHOOL.


"Weh weh, itu kan tembok belakang sekolah lu pada" kata Aldo seraya menunjuk ke arah apa yang dia lihat barusan


"Eh iya itu tembok belakang sekolah gue" ucap Alex


"Kita lebih baik minta bantuan dulu aja" usul Alden Diangguki oleh Aldo namun Alex masih ragu untuk mengangguk. Pikiran nya sekarang hanya untuk Alma, apa Alma akan baik baik saja?


"Terus pacar gue"


"Pacar pacar makan tuh pacar!" Ucap Aldo dengan kesal nya. Tentu saja dia kesal pada Alex sedari tadi terus mengucapkan Alma pacar nya. Padahal itu memang benar.


"Apa si lu, ngiri aja sama hidup orang" Aldo hanya memutar bola matanya malas lalu berjalan diikuti Alden


"Woii tungguin gue!"


"Cepetan makannya lama banget lo!"


*


"Semuanya, lima orang teman kalian masih belum di temukan. Sekarang bapak tidak mau lebih banyak murid yang hilang. Jadi, bapak akan memulangkan kalian terlebih dahulu" kata pak gugus di hadapan murid murid nya


"Baik pak!" Seru murid murid


Disini sudah ada polisi, warga dan orang tua mereka ber lima. Tentu saja mereka akan kesini. Khawatir, apalagi ini sudah hampir jam 5 dan mereka belum pulang.


Di sisi lain, Gavin yang berdampingan dengan mira sedikit mengobrol


"Itu si Alden sama si Alex kok belum di temuin ya, gue takut kalo mereka di makan harimau di hutan" bisik gavin


"Mulut nya di jaga, ya! Gue juga khawatir sama Chrislen kenapa coba dia harus nyusul Alex, ngerepotin aja" Mira balik membisik kepada gavin. Gadis itu terlihat cemberut dan kesal. Menurutnya Chrislen itu terlalu berlebihan tak seharusnya Chrislen pergi mencari Alex dan malah lebih merepotkan orang lain


Iya, mira cemburu. Dengan ucapan Veena dan Anna semalam dia masih memikirkan, dia juga sama hancurnya dengan Chrislen. Dia juga sama harus mengorbankan Alex untuk Alma

__ADS_1


Hatinya juga sama hancurnya dengan Chrislen. Sekarang dia berfikir jika lebih baik dia egois dengan sahabat nya, atau lebih tepatnya sekarang di sebut dengan ucapan 'saingan nya'. Dia akan bersaing sama seperti saat Chrislen bersaing dengan Alma


"Kenapa lo? Cemburu? Suka sama Alex?"


"Dih apa apaan si"


"Heh, denger ya, gue tau betul gimana orang yang mencintai orang lain. Lebih baik lo gak usah cinta sama orang yang gak cinta sama lo, udah tau si Alex suka nya sama si Alma. Mending lo sama gue aja yang udah bener bener cinta sama lo"


"Ishh ogah gue sama lo"


Tak lama dari situ terdengar suara jeritan seorang lelaki dari arah belakang. Yah, mereka adalah Alden Alex dan Aldo. Semua yang ada di sana sontak menoleh ke arah suara


"BAPAK!!!" teriak ketiganya bersamaan. Mereka berlari tergesa gesa


Setelah sampai di hadapan pak gugus dan yang lainnya, dengan nafas yang tersengal sengal. Alex menunjuk kebelakang, mereka memegangi lutut nya mencoba memulihkan nafas nya


"Ituh! Hah hah hah" kata Alex di sela nafasnya yang terasa tersekat.


Semuanya mencoba mengerti dengan ucapan Alex. Itu siapa?


"Siapa?" Tanya bu hani.


Setelah mendapat Oksigen yang cukup. Mereka bertiga mulai menjelaskan apa yang terjadi.


"Mereka.... jatuh ke jurang" kata Alden sedikit terbata bata karena gugup.


"APA!" pekik beberapa orang dan keluarga dua gadis yang di ucapkan Alden barusan. Dewi langsung menghampiri Alex


"Alex! Gak mungkin Chrislen jatuh ke jurang!" Ucap dewi dengan panik nya 


"Maaf tante. Tapi, Alex liat dengan mata kepala Alex sendiri kedua nya jatuh secara tiba tiba" satu bulir air mata menetes mulai membasahi wajah seorang ibu. Begitu pun dengan ibunda Alma dia tadinya akan menghampiri Aldo namun di sela jalan nya di berhenti setelah mendengar ucapan Alex


Dewi memegang erat kedua pundak Alex dengan wajah yang masih tidak percaya. Kepala wanita paruh baya itu menggeleng perlahan. "Enggak, gak mungkin"


Ayana yang merupakan ibunda dari Alex, tak begitu tega melihat sahabat nya dewi terdiam dengan tatapan kosong dan seketika terjatuh. Dia pun menghampiri nya


"Tante?" Kata Alex


"Dewi, Chrislen pasti baik baik aja" ucap Ayana mencoba menenang kan Dewi, di memeluk nya. Sebagai seorang ibu dia juga akan merasakan apa yang dewi rasakan saat ini.


Di sisi lain, Albi juga ikut mencoba menenangkan ibunda nya. Dan di sisi lain pula pak gugus sudah meminta beberapa warga dan 3 orang polisi untuk mencari Chrislen dan Alma


"Baik, pak saya mohon bantuannya, kepada warga juga" semua nya mengangguk paham.


"Tapi, bolehkah saya berbicara sebentar pada ketiga adek itu"

__ADS_1


"Ada apa ya pak?" Tanya Aldo yang penasaran ketika melihat satu polisi datang menghampiri.


"Boleh beritahu saya dimana tempat kejadian itu terjadi?" Tanya polisi yang ber nametag jendra itu


"Saya akan tunjukan"


*


Beberapa siswa/i sudah pulang tersisa hanya beberapa saja seperti Mira dan 2 teman nya, Gavin dan ketiga cowok dengan nama depan Al.


Alden dan 2 Al lainnya sudah sampai di tempat dimana Alma dan Chrislen terjatuh juga 3 polisi dan 5 orang warga serta guru dan keluarga korban.


Satu orang polisi tengah menelfon untuk meminta bantuan. Dan yang lainnya masih sibuk menelusuri beberapa tempat bagian daerah ini. Pasti kedua gadis itu masih berada di sini.


"Lex!" Panggil Alden, lamunan nya terlerai ketika panggilan untuk nya datang. Lelaki itu sontak langsung menoleh ke arah Alden


"Lo.... cinta gak sama Chrislen" kening Alex seketika berkerut tak paham dengan ucapan Alden. "Maksud gue, apa... lo gak pernah gitu punya perasaan ke Chrislen"


Alex malah kaget dan terkekeh kecil. "Apaan si lo,gak mungkin gue suka sama sahabat gue sendiri" jawab Alex


"Masa si? Tapi, kenapa Chrislen bisa cinta sama lo?. Cinta nya bertepuk sebelah tangan. Ketika dia harus berjuang sendiri. Dia pernah curhat ke gue, dia selalu mendem semua ini. cinta yang dia beri sama lo dia selalu nahan dan selalu bilang ke dirinya sendiri kalo dia gak cinta sama lo, lex. TTapi sekarang kenyataan nya Chrislen bener bener butuh lo, dia bener bener sayang dan cinta sama lo, kalian udah bareng bareng sejak kecil."


"Dan kayak nya gak mungkin lo gak ngerasain perasaan apapun terhadap Chrislen" -Alden


"Cih, apaan si lo gak jelas. Gak mungkin Chrislen suka sama gue. Ngarang aja lo" kata Alex dengan bodo amat nya


"Munafik tau gak! Gue waktu itu ke rumah lo buat ngembaliin buku pelajaran yang gue pinjem. Tapi, saat di ambang pintu kamar lo, gue denger kalo Alma cuma lo jadiin mainan supaya Chrislen cemburu sama lo. Lo pikir gue gak tau"


Flashback


Hari itu Alden hendak mengembalikan buku pelajaran yang ia pinjam dari Alex. Setelah mendapat izin untuk menemui Alex dari orang tuanya Alden berjalan menuju lantai 2 dimana kamar Alex terletak di sekitaran sana


Dia terus berjalan hingga menemukan sebuah pintu dengan nama 'lexanlen'. Itu adalah nama Alex, Alex memang sengaja menempelkan nama nya ke pintu kamarnya kepanjangan dari lexanlen sendiri adalah 'alex dan Chrislen'


Alden kini berada di hadapan pintu kamar Alex. Pintu nya sedikit terbuka menampilkan seorang lelaki yang tengah duduk di ujung kasur nya sambil tertawa kemenangan.


Alden memperhatikan Alex, belum pernah dia melihat Alex tertawa sampai seperti itu. Yang Alden tau Alex orang nya memang selalu bercanda tapi tidak sampai tertawa seperti kesetanan.


Alden yang penasaran masih memperhatikan Alex. Dia sedikit mendengar apa yang di ucapkan teman nya itu


"Hadehhh, alma, alma. Lo cantik tapi sayangnya lo gampang banget dibodohin. Lo pikir gue bakal cinta sama lo? Cih, lo gak tau aja se benci apa gue sama islam termasuk kakak lo yang brengsek itu, yang udah buat gue kehilangan adek kesayangan gue"


"Gue sengaja bikin lo jatuh cinta sama gue, cinta gue sebenernya cuma buat Chrislen seorang gak ada yang lain. Gue pengen liat apa Chrislen bakal cemburu liat gue pacaran sama lo. Dan gue pengen liat kalo hidup lo bakal menderita"


*

__ADS_1


__ADS_2