
Alex langsung berdiri dari duduk nya setelah melihat keadaan Chrislen yang terlihat begitu buruk. Dia pun menghampiri Chrislen
Tangan gadis itu dingin dan gemetar. "Ilen kenapa?" Tanya alex penasaran. Bukan hanya dia yang penasaran melainkan gavin dan alden pun sama
"Alex" lirih Chrislen gadis itu langsung memeluk tubuh alex.
"A-ada apa?"
"Trauma gue.... tiba tiba datang lagi lex. Gue takut....Gue takut itu terjadi kembali hikss" alex berusaha menenangkan Chrislen dengan mengelus lembut rambut gadis itu
'Kenapa dada aku sakit banget, ya allah. Liat mereka pelukan kaya gitu' batin alma berucap gadis itu menunduk seraya memegangi bagian dada nya yang terasa sesak
Siapa coba yang gak sakit hati ketika liat orang yang kita cinta pelukan sama orang lain, apalagi bukan Chrislen ke alex sangat erat.
"Kita pulang aja" ucap alex. Keduanya melepas pelukan dan alex memegang tangan Chrislen untuk menyalurkan kekuatan
Mereka pun pergi dari sana. Alma gadis itu sendirian di belakang hanya mengikuti. Saat pulang alex mengantar Chrislen mereka saru mobil beserta alma juga
**
"Istirahat" ucap alex di dalam mobil dibalas anggukan oleh Chrislen
Chrislen melangkah memasuki kamarnya. Dia menghapus air mata dan tertawa kemenangan. Seakan begitu mudah mendapat kesenangan hanya karena membuat orang lain menderita. Baginya itu bukan masalah, dia hanya ingin bahagia dengan apa yang dia miliki tanpa ada orang lain di sekitaran nya.
Di gelap nya malam. Gadis itu tertawa ttapi air mata masih membasahi pipi nya. Dia merebahkan tubuhnya di kasur. Mengepal kuat tangan nya menyimpan nya di dada. Chrislen adalah orang yang baik, dia tidak jahat. Dia tidak ingin seperti ayah nya yang jahat kepada ibunya
Dalam isakan tangis nya Chrislen terlelap tidur tanpa mengganti terlebih dahulu pakaian nya.
****
Hari ini hujan begitu lebat. Chrislen dan dewi pergi ke gereja untuk beribadah. Di hadapan tuhan nya dia mengepalkan Kedua tangan nya dan menyimpan nya di dada. Menutup matanya dan berdoa dalam hati
Keinginan Chrislen hanya satu 'bahagia' hanya itu. Apakah tuhan nya masih tidak akan mewujudkan itu. Dia ingin bahagia tanpa beban tersenyum tanpa terpaksa hanya untuk menutupi luka
Setelah itu Chrislen pergi meninggalkan dewi yang masih berdo'a. Gadis itu pergi ke suatu tempat dia berada di hadapan sebuah danau yang luas. Memandangnya dengan tatapan sendu.
__ADS_1
Setelah kejadian tadi malam, Chrislen hanya berharap bahwa alma akan menjauhi alex.
Gadis itu duduk di bebatuan pinggir danau, dia mengambil satu buku diary kecil yang ia simpan di saku celananya serta satu pulpen.
'Sebentar lagi ujian kelulusan, aku kira aku akan bahagia bersama alex nantinya. Ternyata kebahagiaan ku lenyap ketika satu wanita datang di kehidupan ku. Belum lama, baru saja 1 minggu alex terus bersamanya. Sakit, begitu sakit melihat mereka berduaan.
Tuhan, akhir akhir ini aku sering meneteskan air mata. Setiap bulir air itu jatuh membasahi wajah ku. Aku memutuskan akan pergi ke bali setelah lulus nanti. 1 minggu itu tak lama namun begitu menyakitkan
Rasanya aku sudah berubah menjadi orang jahat. Aku menampar alma hanya karena alasan alex. Benar saja aku tidak ingin alex pergi tapi aku juga tidak ingin alex terluka. Dia selalu membuatku tertawa tidak mungkin aku mengubah tawa itu menjadi kesedihan. Tolong... beri aku petunjuk.'
Itulah hal yang di tulis Chrislen dalam buku diary nya. Kemudian dia kembali memandangi danau yang indah. Biasanya alex yang selalu membawanya kesini. Tempat ini membuat hati Chrislen lebih tenang
***
"Alma! Ada apa, kenapa kamu menghindar?" Ucap alex. Yah, hari ini alex menemui alma dan berniat untuk mengajak nya berangkat bersama. Sebelumnya tadi dia meminta Chrislen untuk berangkat bersama nnamun Chrislen malah menolak
"Aku mau berangkat bareng temen aku, kamu lebih baik gak usah deket deket aku lagi." Ucap alma. Sungguh sulit untuk mengatakan hal itu. Sebenarnya alma ingin sekali berangkat bersama ke sekolah dengan alex. Tapi, mengingat apa yang di ucapkan Chrislen malam itu membuat alma harus menjauh dari alex.
"Ya, tapi apa alasan nya?!" Alma belum menjawab nya. Gadis itu malah berlari menuju seseorang yang baru saja datang dengan motor nya.
"Yuk!" Ucap alma pada lelaki itu. Gadis itu naik dan mereka pergi meninggalkan alex.
**
"Gue capek, mir. Dunia ini terlalu kejam buat gue"
Mira dan Chrislen kini tengah berada di kantin belakang. Kantin ini lumayan sepi, jadi bisa leluasa melakukan apapun. Mira sungguh kasihan melihat sahabat nya menangis saat ini.
"Gue bikin alma menderita, tapi gue bener bener gak tenang ketika melihat alma sama alex pisah. Seakan mereka berdua memang di ditakdirkan bersama" ucap Chrislen
"Lo gak boleh nyerah dulu. Remember, mereka beda agama" ucap mira mencoba menyemangati Chrislen
Memang benar jika alex dan alma beda agama. Tapi, bisa saja alex nekat mengubah agama nya itu bisa saja terjadi
Alex terlalu terobsesi pada alma dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan untuk mendapatkan aa yang dia ingin kan.
__ADS_1
Tak lama, mereka di kejutkan dengan teriakan murid murid ada juga yang berlarian membuat mereka penasaran dan bertanya tanya.
"Hei, bentar. Itu ada apa?" Tanya mira kepada seorang siswi yang akan lari menuju kericuhan itu
"Alex mau nembak seseorang" ucap siswi itu lalu pergi
"Apa!?" Chrislen dan mira sontak saling berpandangan. Mereka berdua pun ikut pergi melihat apa yang terjadi. Siapa orang yang akan di tembak oleh alex?
~
Ketika mereka sampai di kantin tengah. Chrislen mencoba menerobos siswa/i yang lain untuk berada di paling depan. Ketika sampai dia terkejut ketika melihat alex tengah memegang satu bunga mawar dan di hadapan nya..... Alma?
"Terima!"
"Terima!"
"Terima!"
Begitu lah teriakan siswa dan siswi di sana. Chrislen mengepal kuat kedua tangan nya. Mata nya berubah menjadi merah begitu pula dengan wajah nya. Marah.
Di sisi lain, alma. Gadis itu bingung mengapa alex harus melakukan ini? Jelas dia malu di tembak di depan umum seperti ini. Untung saja tidak ada guru. Alma memang mencintai alex. Tapi...
Ekor mata alma melirik ke arah tempat dimana Chrislen berdiri dengan wajah nya yang terlihat sangat amat marah. Kedua tangan nya mengepal membuat alma semakin bingung. Jika dia menerima cinta alex Chrislen akan memarahi nya. Namun, jika tidak? Itu tidak mungkin hatinya sangat benar benar mencintai alex.
Jika dia tolak kasihan alex, yang sudah menembak nya di depan banyak orang seperti ini. Apalagi mereka berteriak meminta alma menerima cinta alex. Terus gimana dengan chrislen.
Rasanya ingin pergi tanpa menjawab. Oh, seseorang tolong berikan sayap untuk alma saat ini. Dia ingin terbang pergi dari sini.
"Alma, mau kah kau menjadi pendamping hidupku. Aku tau kita berbeda agama. Tapi, aku akan mengganti agama ku"
Deg
What! Gila ya alex. Agama bukan mainan woii yang harus di gonta ganti.
Chrislen sungguh marah saat ini. Mendengar kata gila yang di keluarkan di mulut alex. Apakah dia tidak berfikir dua kali sebelum menyimpulkan keputusan? Mengganti agama bukan lah hal yang mudah.
__ADS_1
Sesak. Itu lah yang di rasakan Chrislen di bagian dada nya saat ini. Sekarang ia hanya berharap jika alma menolak alex.
"A-aku........ mau"