FRIENDZON VS CINTA BEDA AGAMA

FRIENDZON VS CINTA BEDA AGAMA
ALMA FATHIYA


__ADS_3

Alma fathiya, gadis cantik. Terlahir dari keluarga kinantha. Memiliki seorang kakak bernama albi karen umur mereka tak jauh hanya terbatas 2 tahun saja.


Alma adalah gadis cantik dan baik. Pintar cukup di kagumi banyak lelaki di sekolahnya. Pakaian nya selalu tertutup. Alma cinta dengan agamanya. Dia beruntung terlahir di agama islam yang begitu indah. Memiliki keluarga yang lengkap dan kasih sayang yang besar dari kedua orang tuanya apalagi kakak nya walau seringkali Ngeselin tapi, kasih sayang nya pada alma terlalu besar


Alma, gadis itu turun tergesa gesa melewati tangga. Dia langsung menuju dapur dimana sudah ada orang tuanya dan kakak nya yang menunggu. Dengan terburu buru alma mengambil satu gelas susu yang sudah di siapkan zahra-- selaku ibunda kandung alma.


"Ya ampun, alma. Hati hati minumnya nanti keselek" ingat Zahra.


"Gak sempet, bunda. Alma udah telat" ucap alma lalu meletakkan gelas yang sudah setengah ia minum.


"Bunda, ayah dan... kak albi aku berangkat sekolah dulu" kata alma dengan lembut kemudian mengecup satu persatu punggung tangan kedua orang tuanya.


Tak lupa dengan kecupan di dahi milik alma oleh albi. "Yang rajin!" Seru albi sedikit tegas campur meledek.


"Iya!" Balas alma lalu melirik ke arah kedua orang tuanya. "Ya udah ayah, bunda alma berangkat assalamualaikum" lanjutnya lalu melenggang pergi.


Lari an dan semangat mengobar jiwa gadis cantik nan imut itu hingga tak sengaja tubuhnya bertabrakan dengan tubuh orang lain. Alma hanya terdorong beberapa langkah tapi, gadis di depan nya hampir tersungkur namun, di tangkap oleh teman laki laki nya.


"Aduh, aku minta maaf" ucap alma dengan wajah bersalah.


"Gak bisa di bayar cuma pake kata 'minta maaf'." Balas cewek yang ada di hadapan alma.


"Kalo gue gak inget ini hari senin. Urusan kita belum kelar!" Lanjut nya lalu pergi


Alma hanya merasa bingung dan heran. Apakah ada cewek seperti itu di dunia ini? Dia sudah meminta maaf. Ah sudah lah bikin pening kepala aja.


Tapi, tunggu alma seperti merasakan hal aneh di bagian jantungnya saat lelaki yang tadi bersama wanita itu menatapnya.


"Ya ampun, alma! Kamu bakal telat kalo diem disini terus!" Pekik alma histeris dengan tergesa gesa ia berlari kesana kemari seolah kehilangan arah dan ingatan nya tiba tiba hilang jalan ke sekolah nya kemana.

__ADS_1


*


Bel istirahat berbunyi.


Semua murid berhamburan keluar dari kelas mereka masing masing. Tujuan mereka saat ini adalah kantin. Tentunya untuk mengisi perut mereka dan mencoba mengembalikan otak mereka setelah di pinjam patrick tadi saat di kelas .


Entah kenapa ketika pelajaran matematika. Rasanya sangat malas tapi harus!.


"Alma! Cepet! Cacing di perut saya sudah merengek minta di kasih makan!" Teriak melodi yang merupakan sahabat alma sejak mereka bersekolah di SMA MERDEKA MANDIRI itu


"Bisa gak sih gak usah teriak teriak" sarkas linda... yang juga sahabat alma dan melodi


Alma yang tengah memasukan buku buku ke dalam tas nya merasa kesal tapi bagaimana lagi dia sahabat terbaik nya Hhe.


"Udah, yuk!" Seru alma. Kemudian mereka bertiga pergi menuju kantin yang biasa di sebut 'pertengahan sekolah' karena kantin itu memang ada di pertengahan sekolah. Dan bisa di sebut beberapa kantin di tengah sekolah itu hanya untuk penghalang dua SMA yang berbeda agama itu.


Sementara mereka menunggu. Alma terkejut ketika semburan jus mangga mengotori seragam putih serta kerudung putih miliknya. Lagi dan lagi wanita yang tadi pagi bertemu dengan nya kini bertemu lagi dan malah menyerangnya seperti ini.


"Maksud kamu apa?!" Sentak alma tak terima.


"Lo mau gue maafin gak? Setelah lo nabrak gue tadi lo harus sujud di kaki gue baru gue maafin" ucap wanita itu pada alma.


Sebelum alma berucap tangan nya di cekal oleh seorang lelaki yang mungkin di ketahui itu sahabat perempuan yang menuangkan jus mangga berwarna oranye itu ke seragam milik nya


*


"Lepas in!" Alma mencoba memberontak namun nihil. Dia tak bisa melepaskan tangan nya dari cengkeraman kuat lelaki itu. Yang bahkan dia sendiri tidak tau siapa


Mereka memasuki gedung sekolah milik agama islam. "Dimana ruang koperasi?" Tanya lelaki itu setelah beberapa saat menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Di sana" jari telunjuk nya mengarahkan jalan untuk menuju ruang koperasi yang di tanyakan lelaki itu. Kemudian lelaki itu bergegas menarik tangan alma kembali untuk mengikutinya. Alma hanya pasrah lagi pula sedari tadi dia tak bisa melepaskan cengkeraman itu.


Setelah menemukan ruangan yang di cari. Lelaki itu membelikan satu seragam untuk alma. Selesai alma mengganti pakaian nya. Lelaki itu sejak dari tadi menunggu di depan toilet


"Kamu siapa? Kok bisa bisa nya kamu nolong aku tadi apalagi sampe pegang tangan aku kasar banget, sakit tau. Tapi makasih" ucap nya. Ia berjalan diikuti lelaki itu.


"Gue alex dari sekolah sebelah." Alma melirik alex seolah ada rasa bahagia di hatinya bisa mengetahui lelaki misterius yang membuatnya terpukau pada lelaki itu. Sebelumnya dia jarang bisa langsung jatuh cinta dalam pandangan pertama.


Tapi, di sisi lain alma mengetahui. Mereka mungkin tak akan bisa bersatu. Kalung salib yang melingkar di leher alex membuktikan hal itu. Mereka berbeda kepercayaan.


"Aku alma" balas alma dengan wajah tanpa ekspresi.


Langkah alma terhenti membuat langkah alex pun ikut terhenti. "Kelas aku di atas. Kamu sebaiknya kembali ke sekolah kamu. Sebentar lagi masuk" ucap alma melihat jam berwarna hitam yang ada di pergelangan tangan nya.


"Ok, my angel" ucap alex dengan senyum manisnya lalu pergi melenggang meninggalkan alma. Gadis itu tersipu malu. Senyuman mengembang di wajahnya lalu berbalik dan berjalan menaiki tangga menuju kelas nya


*


Alma melangkah masuk menuju kelasnya, di dekat pintu sudah berdiri 2 orang wanita. yang bisa di bilang itu sahabat alma. yah, melodi dan linda


kedua gadis itu menatap curiga pada alma. merasa di perhatikan Alma justru bingung. "Ada apa?" tanya Alma. setelah itu alma pergi menuju tempat duduk nya.


"tadi, di antar siapa?" Tanya melodi. sebelum menjawab pertanyaan Alma yang kebingungan itu. Alma duduk dia menghela nafas sebentar sebelum berbicara dan menjawab pertanyaan melodi.


"ohhhh temen" melodi dan linda saling berpandangan sekilas. "kayak nya deket banget gak mungkin cuma temen"


"iya tuh" ujar Linda


"ya udah gak papa si kalo kalian gak percaya"

__ADS_1


__ADS_2