
Alex dan Chrislen hari ini kembali berangkat bersama. Keduanya sudah memakai pakaian lengkap pramuka. Chrislen yang memakai rok pramuka selutut lebih atas itu terlihat cantik. Rok coklat memang cocok untuknya.
Mereka sampai di sekolah. Pembina dari pramuka sekolah ini adalah pak gugus dan ketua nya adalah harley. Memang jarang ada banyak murid yang ikut latihan apalagi jika di gabung dengan sekolah sebelah .
"Baik lah anak anak hari ini pelatihan nya kita adakan di sekolah merdeka mendiri" Ucap pa gugus
"Baik pak!" Seru murid murid. Sebelumnya tau mereka berhitung terlebih dahulu dan mendapatkan jumlah 42 murid dari kelas 12 untuk jelas 10 dan 11 tidak di diperbolehkan dahulu karena ini khusus kelas 12 saja.
Sekarang mereka berbondong bondong mengikuti ketua dan pembina untuk menuju sekolah MERDEKA MANDIRI.
Setelah sampai. Semua nya kini pergi ke lapangan yang lumayan luas untuk latihan. Pak gugus terlebih dahulu memerintahkan harley untuk membimbing teman teman nya.
"Ok, semuanya. Kita akan bagi kelompok. Dan kata pak gugus barusan katanya sekolah kita sama sekolah ini akan di satukan. Jadi, kelompok nya pun akan di satukan"
Selama harley berbicara kelompok sekolah MERDEKA MANDIRI datang menghampiri. Mereka mulai membagi kelompok di hitung dari dua sekolahan itu terdapat 99 murid di bagi 8 hasilnya 11 orang per kelompok
Setelah selesai membagi kelompok mereka di titah untuk menghafalkan dasa darma,, trisatya, dll... pokoknya gitu
Chrislen kali ini semakin kesal karena.. di sekelompok dengan alma!!.
Kelompok Chrislen terdiri dari:
Alden KRISTEN
Mira
Chrislen
Gavin
Alex
Meisya ISLAM
Alma
Melodi
Linda
bagas
Adi
Satya
Mengapa Chrislen dan alex dan yang lainnya bisa sekelompok. Karena sering memaksa jadi harley memutuskan mereka tidak akan ganti ganti kelompok. Terus kalo sama alma? Enggak tau aldo sama harley yang pilih
Sebelumnya Chrislen tak pernah berfikir mereka akan satu kelompok. Chrislen benci itu.
"Ok ketuanya gue, ya" ucap alex Diangguki oleh semua. "Wakil ketua Chrislen sama sekretaris nya alma. Nama regu kita... emmm apa ya ada yang mau mengusulkan?"
"Banteng lebih bagus tuh, lex" ujar chrislen.
"Gak! Dari bunga bunga gitu. Biar bagus" tolak alex.
"Bunga bangkai" usul Chrislen lagi dengan malas
"Bunga reflesia arnoldi aja bunga itu langka, lho. Nama aslinya bunga padma raksasa kalo reflesia nama ilmiah nya doang" kini alma lah yang ber-usul kan
"Nah, bagus tuh. Regu reflesia" ucap alex. Sekarang malah Chrislen yang seolah tak di anggap usulan nya sedari tadi di tolak padahal lebih bagus an itu kan.. menurut Chrislen sendiri si
"Sabar, cuma tinggal nunggu waktu" bisik mira. Ekor mata Chrislen sekilas melirik ke arah gadis yang berada di samping nya lalu mengangguk.
Mereka kini mulai untuk menghafal beberapa materi yang harus di pelajari. Apalagi tentang cara mengobati luka, cara membuat tandu, dan mengangkat orang pingsan.
Alma dan alex. Mereka berdua malah sibuk berdua an menghafal di tempat lain. Masih di sekitaran kelompok nya juga. Chrislen, gadis itu sekarang berfikiran untuk supaya alex berada di samping nya.
Chrislen berjalan menuju alex dan alma. "Lex, akhh" lirih Chrislen. Dia memegangi perut dan kepalanya seolah tengah sakit
__ADS_1
"Eh, lo kenapa?" Tanya alex khawatir.
"Kami kenapa?" Tanya alma yang juga sama sama khawatir.
"Perut gue sakit, kepala gue pusing" jelas Chrislen
"Lo istirahat aja, atau mau pulang?" Ucap alex
"Gue mau pulang, tapi, lo juga harus pulang"
"Gue masih ada urusan di sini"
"Gue berangkat sama lo bareng, jadi pulang juga harus bareng"
"Ke UKS?" Chrislen menggeleng
"Terus mau kamu apa si?" Sela alma. Chrislen yang mendengar itu pun menolehkan kepalanya ke arah alma.
"Gue mau pulang aja. Lo izinin, yah"
"Ok"
***
Setelah pulang dari sekolah yang membuat mood Chrislen mendadak tidak baik. Gadis itu kini tengah sendirian di rumahnya.
Chrislen berteriak frustasi mengacak acak rambutnya, menangis. Tak lama dia mengambil benda tajam di laci nya. "KENAPA DUNIA INI GAK PERNAH IZININ GUE BUAT BAHAGIA!!"
"Apa gue gak berhak buat jatuh cinta. FRIENDZONE itu gak enak! Tuhan,, mengapa aku diciptakan tapi tak pernah merasakan bahagia!"
"Untuk apa aku hidup lebih lama lagi! Karena itu hanya akan membuatku menderita dalam waktu yang panjang!"
Chrislen mengambil satu lembar foto yang ia dapatkan di instagram milik alma. Yah, foto itu adalah alma dia menempelkan nya di dinding lalu menancapkan pisau yang ia pegang di foto alma.
"Lo udah rebut milik gue!"
Hari ini malam minggu. Chrislen memutuskan untuk pergi ke pasar malam atau fun fair. Die berfikir akan mengajak alex dan juga teman teman nya agar tak sendirian di sana.
"Mah aku pergi dulu ya" izin Chrislen pada dewi.
"Iya, jangan terlalu malam pulang nya. Berangkat sama alex?"
"Enggak, mau sama mira" dewi mengangguk. "Ya udah mah, ilen berangkat"
"Iya hati hati sayang"
Chrislen menatap jenuh rumah yang ada di hadapan nya. Entah ada apa alex tidak mau berangkat bersamanya. Padahal biasanya alex yang selalu meminta untuk berangkat bareng.
Gadis itu kini melenggang pergi. Berjalan sendirian di sekitaran komplek yang bisa di bilang begitu sepi. Untung saja rumah nya tidak terlalu jauh dari jalan raya. Kali ini dia tidak membawa mobil atau pun motor karena mira akan menjemputnya di gerbang komplek
Ternyata benar saja. Chrislen melihat mira yang berdiri bersender di pintu mobilnya. "Yuk" Chrislen mengangguk.
Selang beberapa menit. AkhirNya mereka sampai di tempat yang di tuju. Di parkiran sudah ada Alden dan gavin tapi, tidak ada alex. Kemana lelaki itu pergi?
"Lho, alex mana?" Tanya Chrislen sambil melirik kanan kiri dan persekitaran untuk mencari alex
"Udah masuk duluan, tadi sama alma" kata Alden.
"Hah?! Alma?" Kedua lelaki itu mengangguk. Alma lagi alma lagi menurut Chrislen mengapa cewek itu harus ada disini juga!
'Jadi itu alasan lo gak mau berangkat bareng gue. Kenapa, lex. Perlahan lo mulai nyakitin hati gue. Tanpa sepengetahuan lo' ucap Chrislen dalam batin nya
Chrislen mengikuti teman teman nya masuk ke dalam. Banyak berbagai permainan tersedia disana. Tak lama juga mereka akhirnya bertemu dengan alex dan... alma
"Dari mana aja lo, kita nyariin!" Protes gavin. Dengan wajah ala kesal nya padahal cuma bercanda doang
"Abis keliling aja. Eh, ilen udah dateng" ucap alex dengan santai nya. Gak liat apa? Chrislen wajahnya begitu kesal. Dia cemburu.
"Mending makan dulu, gue laper nih" kata gavin sambil memegangi perut nya
__ADS_1
"Ya udah, yuk"
Mereka mampir ke sebuah restoran korea yang terdapat disana. Restoran itu tidak cukup luas. Tapi, di dalam nya begitu menarik dan indah untuk di pandang. Banyak juga berbagai makanan korea
Mereka duduk dan mulai memesan. Setelah memesan mereka mengobrol hingga makanan pun datang.
Mira yang menyadari sedari tadi Chrislen hanya diam tak membuka suara. Gadis itu melirik sahabat nya. "Ada apa?" Tanya mira berbisik.
"Dada gue sakit" ucap Chrislen tanpa menoleh ke arah mira. Gadis itu terus menatap alma dan alex yang duduk bersampingan. Bercanda dan tertawa. Seharusnya Chrislen yang ada di posisi alma sekarang
~
Setelah mereka selesai makan. Semuanya memilih untuk bermain main terlebih dahulu. Melihat lihat ada apa saja disini.
"Gue sama Chrislen, mau naik bianglala" ucap mira. Senyuman keduanya palsu. Hingga mendapat izin dari yang lain
Keduanya kini tengah berada di dalam permainan bianglala. Mereka berdua tengah merencanakan sesuatu. Ingin membuat alma pergi dari kehidupan mereka, tetapi bukan membunuhnya.
"Lo suka dan cinta sama, alex. Lo harus berjuang dan Bukti in kalo lo lebih layak dari pada alma. Mereka juga beda agama tenang aja" ucap mira di sela putaran bianglala itu.
~
"Udah?" Tanya gavin setelah melihat dua perempuan yang merupakan sahabatnya berjalan menghampiri mereka
"Udah lah makan nya ada disini!" Sentak mira. "Sekarang kita mau keliling dan mau ajak alma juga" sontak alma langsung menoleh ka arah mira dan Chrislen
Tak pernah dia pikirkan sebelumnya jika dia akan dekat dengan orang yang membencinya.
"Boleh, gih alma. Supaya kalian lebih deket" alma pun mengangguk. Ketiga perempuan itu pergi.
*
Alma di bawa ke suatu tempat yang sepi. Sepeti gudang. Mereka bertiga masuk ke sana. Awalnya alma ingin memberontak namun dia yakin dia akan baik baik saja.
"Ini tempat apa?" Tanya alma melihat sekeliling nya. Gelap dan hanya cahaya samar samar dari luar dan bulan
Satu tetes air mata jatuh di pipi Chrislen membuat alma kembali merasakan perasaan bingung. Wajah nya sungguh bertanya tanya.
"Kamu kenapa?" Tanya alma.
"Gue mohon jauh in, alex. Gue suka sama dia dan gue cinta sama dia. Jadi, gue mohon jauh in alex"
"Maksud kamu?"
Plakkk
Satu tamparan melesat di pipi mulus milik alma. Begitu kuat tamparan dari Chrislen membuat kepala alma berpaling ke arah kanan.
"GUE BILANG JAUHIN ALEX! GUE CINTA SAMA DIA! jangan jadi parasit di antara gue sama alex!!"
Air mata yang sedari tadi sudah terbendung di mata alma kini jatuh setelah mendengar hal itu. Jujur, alma memang sudah mencintai alex saat ini. Tapi, untuk menjauh dengan nya ketika hati itu sudah terikat sangat lah sulit
"Kenapa harus gini caranya?" Tanya alma menatap sendu Chrislen.
"Kamu tahu kan, aku sama alex beda agama beda kepercayaan, jangan pernah merasa tersaingi. Ketika alex saja belum cinta--"
"Alex udah cinta sama lo" ucap Chrislen memotong ucapan alma. Gadis itu terduduk di lantai yang dingin.
"Akhhh" lirih Chrislen
"Eh, Chrislen lo gak papa?" Tanya mira. Yang sedari tadi diam kini berbicara setelah melihat Chrislen sahabat nya meringis kesakitan terduduk di lantai
"Dada gue sakit banget, tubuh gue sakit. Kepala gue pusing."
"Kita pulang aja, berhenti dulu untuk ini" ucap mira. Dia membantu Chrislen untuk bangun. Dan merogoh sakunya. Mira mengasongkan satu bungkus tisu kepada alma
"Hapus jejak air mata lo. Gue gak mau liat Chrislen di salah in sama alex gara gara liat lo nangis" alma mengangguk dan mengambil tisu itu
Kemudian mereka pergi meninggalkan gudang kosong itu. Dan kembali dimana alex dan yang lainnya berada.
__ADS_1