
Pagi ini, Chrislen dan Alden terbangun dari tidurnya. Mereka masih di dalam hutan. Namun, sekarang tak terlalu gelap karena ada nya sinar matahari
Alden masih memperhatikan Chrislen yang masih tidur. Gadis itu pasti sangat kelelahan.
Tak lama mata gadis itu sedikit bergerak, mengerjapkan nya beberapa kali untuk menghalangi sinar matahari. Alden buru buru sedikit menghindar saat Chrislen terbangun.
"Lo-lo udah bangun?," tanya Chrislen masih sambil mengucek matanya.
"Udah,"
"Sekarang kita lanjut yuk!" Ucap Chrislen Di angguki langsung oleh Alden
Mereka berdua berdiri dan melanjutkan perjalanan nya. Sekarang entah dimana mereka yang pasti sudah jauh dari sekolahan.
Cuaca hari ini cukup cerah, dedaunan pun masih terlihat kering hanya sedikit basah karena embun pagi.
Di pertengahan perjalanan Chrislen dan Alden tak sengaja berpapasan dengan Alex. Lelaki itu juga sama masih mencari keberadaan Alma, yah, sama seperti semalam.
"Lho, alex?" Ucap Chrislen saking senang nya dia langsung memeluk erat tubuh tegap Alex.
Dari kejauhan terdapat Alma dan Aldo. Bagaimana mereka bertemu? Dan sejak kapan.
Flashback
Di saat Aldo masih berjalan di pagi buta sekitar jam 4 pagi, lelaki itu sudah bangun dan tidak bisa tertidur nyenyak karena pikiran nya hanya Alma
Aldo berjalan dan melihat Alma yang tertidur di sandaran pohon besar nan tinggi. Begitu senang nya lelaki itu, dia menghampiri Alma. Membangunkan gadis itu secara perlahan
"Alma?" Kata Aldo
Perlahan Alma terbangun, "eh, Aldo" senang, begitu senang dia bisa selamat dari hutan ini. Aldo tersenyum tulus saat menatap Alma
"Aku takut sendirian disini" keluh Alma.
"Iya, aku ngerti. Sekarang lebih baik kita pulang" Alma mengangguk.
Mereka berjalan hingga tak sengaja melihat Alex, Chrislen dan Alden.
Of
Sakit, sakit sekali di saat melihat Alex berpelukan dengan chrislen. Dia tau bahwa Chrislen mencintai Alex. Dan itu yang membuatnya begitu sakit.
Seperti kata, mencari kesempatan dalam kesempitan. Kesempatan di saat Alma sedang tidak ada dengan begitu mudahnya Chrislen memeluk Alex. Memang dia sudah terbiasa seperti ini. Tapi, mengerti lah lelaki yang kini dipeluk oleh Chrislen sudah menjadi milik Alma
Aldo melirik Alma, kasihan melihat gadis itu. Alma terlihat begitu sedih.
__ADS_1
Lamunan Alma terlerai ketika melihat Aldo berjalan menghampiri Alex dan yang lainnya.
Bughhh
Kaget! Tentu saja bahkan Chrislen sampai sedikit terdorong ketika pukulan Aldo melesat di rahang Alex.
"Lo mikir dong! Lo itu udah punya pacar, jangan seenaknya pelukan sama orang lain kayak gini!" Alma datang menghampiri
"Aldo udah!" Lerai Alma
"Aku mau pulang, jangan berantem kayak gini" alma melanjutkan perkataan nya. Sekilas melirik Alex yang masih memegangi ujung bibir nya yang terlihat lebam.
"Iya, kita pulang aja. Daripada nanti makin tersesat. Semuanya juga udah ketemu kan?" Semua mengangguk dengan ucapan Chrislen mereka kembali berjalan.
Aldo dan Alex tak henti henti nya saling menatap sinis. Dan mengerutuki satu sama lain dengan kata kata pedas mereka.
Langkah Chrislen terhenti membuat langkah yang lainnya juga terhenti. Gadis itu melihat ponsel nya, baterai hp nya sudah menipis. Ternyata sedari tadi mereka sudah berjalan dan yang membuat Chrislen bingung mereka sepertinya hanya keliling dengan jalan yang sama.
Dan semakin tersesat. Jam bahkan sudah menunjukkan pukul setengah 3 sore.
"Ada apa, len?" Tanya Alden
"Pohon ini" Chrislen mencoba menyelidiki pohon yang ada di samping kirinya. Seperti sudah banyak pohon yang dia lewati dan sangat mirip dengan pohon ini
Pohon yang terdapat bunga bunga kecil di sekitaran nya, tinggi dan kecil.
"Iya ya, terus gimana dong" kata Alex
"Kita coba jalan ke sana" Chrislen menunjuk ke samping kanan dan tidak mencoba untuk berjalan lurus lagi
Semua setuju, kembali melangkah dan......
"Sayang, capek gak? Kalo capek biar aku gendong" ucap Alex di sela perjalanan mereka
Sungguh benar benar Chrislen marah saat Alex mengatakan itu pada Alma apalagi lelaki itu menyebut Alma dengan kata 'sayang'. Sama hak nya dengan Aldo, lelaki itu tak jauh beda nya dengan Chrislen. Cemburu
"Enggak kok, aku masih kuat. Makasih"
"Kalo gak kuat bilang aja" Alma mengangguk
Cih, apa apaan si!'
Setelah mengatakan hal itu di batin Chrislen, gadis itu sekarang memikirkan cara menyingkirkan Alma.
Melihat ada jurang di pinggir jalan, ide sesat Chrislen tiba tiba muncul. Dia tersenyum licik sambil menatap begitu dalam nya jurang itu.
__ADS_1
Dia mencoba memposisikan dirinya di samping Alma dan Alma berada di sisi jurang itu agar mudah untuk mendorong Alma ke dalam jurang itu
Melihat yang lainnya lebih fokus ke jalanan. Dengan perlahan Chrislen menyenggol tubuh Alma. Namun, Alma malah memegang tangan Chrislen berniat supaya Gadis itu tak jatuh dan ada Chrislen yang akan menolong nya.
Tapi, tentu saja tidak sesuai ekspektasi Chrislen pun ikut terjun ke bawah.
"AAAA"
Brukk
Tubuh Alma dan Chrislen terjatuh, dan lebih tepatnya terguling ke bawah. Semua kaget terutama Alex dan Aldo kedua lelaki itu lebih mengkhawatirkan Alma dan Alden tentu saja mengkhawatirkan Chrislen. Lelaki itu menatap Alma dan Chrislen yang terguling dan bahkan sekarang sudah tak terlihat karena terhalang oleh rerumputan yang panjang
"ALMA!!"
"CHRISLEN!!"
~~
Prashhh
Tak sengaja Dewi menjatuhkan gelas yang tengah ia cuci. Entah mengapa gelas itu tiba tiba jatuh saat ia akan memberi nya sabun.
Wanita paruh baya itu kaget. Mendapat firasat buruk dan teringat akan Chrislen anak nya.
"Chrislen," gumam nya
~~
Tranghh
Albi yang tengah bermain game online di kamar nya sambil rebahan di kasur. Terdengar suara benda terjatuh di kamar sebelah tepatnya kamar ayah dan bunda nya
Dia sesegera berdiri an melihat apa yang jatuh. Lagi pula di kamar itu hanya ada bunda nya tentu saja dia merasa khawatir
"Bunda! Ada apa?" Tanya Albi khawatir
"Tadi, bunda lagi beresin baju cuma tiba tiba foto Alma yang bunda simpan di atas laci jatuh, dan bunda khawatir kalo Alma-" kata Zahra yang merupakan ibunda Alma dan Albi
Albi langsung menghampiri ibunda tercintanya dia juga melihat foto adiknya tergeletak di lantai dengan kaca vigura adik nya.
"Alma akan baik baik saja kan, Albi?" Albi yang memeluk bunda nya itu merasa sangat khawatir. Pasalnya Alma belum juga pulang seharusnya hari ini Alma sudah pulang. Itu juga membuat mereka khawatir
"Alma pasti baik baik aja bunda"
"Albi, coba kamu telfon ke sekolah Alma. Bunda gak tenang" albi melepaskan pelukan itu dan mengangguk
__ADS_1
**