
"ALMA!!" Teriak Alex. Lelaki itu terus berjalan menyusuri hutan. Tak ada rasa takut. Demi alma, dia tak ingin pacarnya kenapa napa.
Begitu pun dengan Aldo. Dia juga sama khawatir nya dengan Alex. Dia takut orang yang dia sayangi saat ini pergi dari hadapan nya. Kedua lelaki itu mencari Alma walau tadi sempat berdebat
"Lo ngapain nyari Alma!?" Tanya Alex ketika keduanya sampai di awal masuk hutan
"Lah terus lo juga kenapa?
"Gue pacarnya"
"Dih, pede banget lo. Gue yang pacar nya"
"Gue!"
"Gueee!"
Tatapan keduanya sangat tajam
"Gue nyari kesini" kata alex berjalan ke samping kiri, namun sesegera Aldo juga malah ikut ke samping kiri
"Gue kesini" kata Aldo. Alex hanya berdecak kesal. Dia mengalah saja saat ini. Yang ada di pikiran nya hanya, Alma.
Keduanya pergi berpencar mencari Alma. Yang entah sekarang ada dimana. Pokoknya di tempat yang gelap dan sepi. Ya itulah yang dinamakan hutan.
Alma bersender pada pohon yang lumayan tinggi dan besar. Beristirahat sejenak untuk menghentikkan rasa lelahnya. Entah berapa lama dia berjalan. Rasanya kakinya sudah tak kuat lagi
Dia berusaha untuk tidak takut dan berfikiran positif. Ingin sekali rasanya dia menangis saat ini. Namun. dia yakin, dia akan baik baik saja.
Alex kamu dimana, aku butuh kamu. Aku takut sendirian disini.' Hatinya berucap.
~
"ALMA KAMU DIMANA!!!" Alex menghentikkan langkahnya. Mencoba mengatur nafasnya yang terasa sesak. Apalagi pita suara nya sudah agak menipis sedari tadi terus berteriak. Dan alhasil tidak ada jawaban sama sekali hanya suara burung hantu dan beberapa serangga kecil
"Alma kamu dimana si? Jangan bikin aku khawatir kaya gini" gumam Alex. Kini melanjutkan langkah nya kembali.
**
Tak ada yang bisa tidur. Apalagi Chrislen gadis itu sedari tadi terus memikirkan Alex. Walaupun sekarang kata pak gugus sudah ada yang mulai mencari keberadaan mereka. Seperti warga warga sekitar. Di tambah lagi bu betty juga tadi menelfon polisi. Takutnya ada sesuatu yang terjadi
"Len," merasa terpanggil Chrislen menoleh ke samping nya. Dimana Alden duduk di situ. Kini Chrislen tengah berada di tangga sekolah.
"Lo gak pake jaket, nanti lo sakit" lelaki itu melepaskan jaketnya. Memberikan nya pada Chrislen.
"Makasih"
__ADS_1
Setelah itu Chrislen kembali menatap ke hadapan nya. Tatapan nya kosong. Hati nya hancur. Jelas, sangat jelas begitu menyakitkan nya jadi Chrislen. Melihat sahabatnya kini sudah berubah.
Lebih mementingkan Alma dari pada dirinya. Seharusnya dia tak melakukan ini. Ta membiarkan Alma sendirian di sana. Seharusnya dia yang ada di posisi Alma. Di khawatir kan oleh Alex dan di cari cari oleh lelaki itu
"Segitu cintanya lo sama, Alex. Padahal mungkin di sisi lain ada cowok yang sebenernya cinta sama lo" kata Alden secara tiba tiba. Menghentikan kesunyian
"Siapa yang mau cinta sama cewek kayak gue? Kevin aja ninggalin gue karena dia bilang gue 'gila'"
Yah, kevin. Yang merupakan mantan Chrislen semasa SMP. Lelaki itu meninggalkan nya karena alasan bahwa Chrislen itu gila. Dia pernah melihat Chrislen menangis sendiri dan bahkan mengamuk tanpa sebab layak nya orang gila. Padahal enggak kan?
"Lo gak gila kok. Cuma orang yang gak tau diri yang bilang lo gila" ucap Alden. Chrislen menoleh ke arahnya. Tersenyum tipis menatap Alden
"Makasih,"
Alden mengangguk. Sesungguhnya, jika dia boleh jujur. Dia mencintai Chrislen, tapi, di sisi lain dia mengetahui bahwa Chrislen lebih mencintai Alex daripada dirinya
Bahkan Chrislen sendiri menganggap Nya hanya teman dan tak lebih.
Hari semakin larut. Jam berputar tanpa henti. Alex, Aldo dan Alma belum juga di temukan. Malam ini tak ada yang bisa tidur nyenyak. Kecuali, orang orang yang tak terlalu memperdulikan, mereka hanya memperdulikan dirinya sendiri
Chrislen dan Alden berbuat untuk mencari mereka tanpa di ketahui siapa pun. Sebenarnya niat Alden bukan hanya untuk mencari Alex melainkan ingin berdua bersama Chrislen
"Gimana kalo kita ikut nyari Alex" usul Alden.
"Emang boleh?"
"Ide bagus, kenapa gak kepikiran sama gue"
"Haha ya iya lah orang pikiran lo isinya Alex semua" keduanya tersenyum seketika.
Mereka pergi ke belakang sekolah. Dimana hutan itu tak terletak jauh dari sana. Rencana mereka berhasil. Mereka mulai memasuki hutan. Tanpa memikirkan nantinya akan seperti apa.
~
Mira, gadis itu sedari tadi mencari keberadaan Chrislen dimana. Dia kini mulai khawatir, dan berniat untuk melapor kepada pak gugus yang berada di kantor bersama beberapa guru lainnya
"Permisi pak" ucap Mira di ambang pintu
"Eh, Mira ada apa?" Tanya pak gugus. Lelaki paru baya itu menghampiri mira.
"Ini pak, dari tadi saya nyari Chrislen. Dan gak ketemu ketemu. Saya takut kenapa napa sama dia, apa lagi kalo dia sampe nekat ikut nyari Alma" jelas Mira
"Huftt, ya udah kamu diam aja di ruangan kamu sama yang lainnya, biar Chrislen jadi urusan bapak"
"Baik pak terimakasih, saya permisi" pak gugus mengangguk. Mira pergi kembali ke ruangan nya. Dimana disini dia bersama Veena dan Anna.
__ADS_1
"Gimana, udah lapor?"
Mira mengangguk perlahan. "Udah"
"Apa jangan jangan dia bener bener nekat nyari Alex" kata Veena
"Segitu cintanya Chrislen sama Alex" ucapan dari dua teman nya membuat mira semakin di landa rasa bersalah. Ketika dirinya mencintai Alex begitu pun dengan Chrislen. Dan dia menyuruh Chrislen untuk balas dendam pada Alma
Dan selama ini Mira juga sama mencintai Alex. Dia baru sadar tentang hal itu ketika melihat Alex justru malah mencintai Alma.
"Gue gak mau bikin Chrislen sakit hati, cukup Alma saingan nya bukan gue" ucap Mira.
"Ya udah, tapi, jangan terlalu baik. Apa lo gak mikir hati lo juga hancur, ketika lo malah relain Alex buat Chrislen." Ucap Veena kedua gadis itu saling berpandangan. Sementara mira hanya menunduk, merasa hancur dan sedih
"Iya, mir. Hati lo juga udah hancur kan. Ketika lo sering liat Chrislen berduaan sama Alex" Anna berucap.
Bayangan ketika Alex dan Chrislen selalu bahagia di hadapan Mira seketika muncul. Seperti contoh nya:
Saat di kantin Chrislen dan yang lainnya tengah makan bersama. Chrislen duduk bersampingan dengan Alex. Sementara mira berada di hadapan mereka berdua.
Kedua insan itu tak memikirkan yang lainnya. Sibuk dengan apa yang mereka bicarakan. Tawa kegembiraan menyelimuti seorang Chrislen
Sementara mira, gadis itu hanya diam. Menatap mereka dengan senyuman getir. Seandainya yang ada di posisi Chrislen saat ini adalah dirinya.
"Alex, A" kata Chrislen mengasongkan satu suap makanan miliknya pada Alex.
Lelaki itu menyantap dengan senang hati. "Nih, tisu berantakan banget si. Kalo makan itu yang bener belepotan kayak anak kecil" oceh Chrislen. Yang di bicarakan hanya cengengesan gak jelas dan mengambil tisu itu
'Sakit lex ngeliat kamu bahagia banget sama Chrislen terkadang aku berharap aku yang ada di situ. Tertawa berdua dengan kamu. Tapi, aku sadar itu semua cuma angan angan aku aja'
~
Chrislen dan Alden, mereka berdua kini sudah berada entah dimana. Sekarang mereka pula yang tersesat. Mana ini sudah sangat larut
"Gue capek, Al" ucap Chrislen sambil ngos-ngosan.
"Ya udah istirahat di sana aja dulu" mereka berdua bersender di sebuah pohon.
Alden mencoba membuat Api. Dan akhirnya berhasil. Keduanya menghangatkan tubuh masing masing. Agar tak beku. Apalagi Alden yang tidak memakai jaket. Yang sebelumnya di beri ke Chrislen
"Kita istirahat disini aja dulu"
"Duhhh, kok jadi kita yang tersesat si!" Rengek Chrislen. Gadis itu terlihat cemberut dan kesal. Namun, Alden menyukainya. Lucu, Chrislen begitu menggemaskan.
Padahal aku seneng, lho, len. Karena ada kamu disini
__ADS_1
**Haiii Haii Haiii,,, kalian suka gak si sama cerita ini? Tolonggg dukungan nya ya... aku juga bisa dukung cerita kalian, saling mendukung aja ok!
bayyy semoga suka ya, baca sampe ending nya nanti Alex bakal sama siapa? penasaran kan**?