
prolog#episode 1
Dijodohkan
kisah ini menceritakan seorang cowok yang dingin dan ngeselin yang terpaksa menikah dengan cewek bercadar yang menurutnya aneh.
Devan memiliki sifat yang cuek, dingin,dan kadang ngeselin.ia terlahir dari keluarga yang cukup kaya dan memiliki bisnis yang banyak.
ziva seorang gadis bercadar yang di jodohhkan dengan Devan.Ia adalah seorang gadis yang ceria,ramah,lembut,dan penyabar.
"Bagaimana Ziva?kamu mau kan di jodohkan dengan anak teman abi?"tanya pak Dani.Abinya Ziva.
Ziva menunduk.rasanya ingin menolak tapi dia tidak mau menjadi anak yang durhaka.
"iya Abi,Ziva mau.Ziva yakin pasti keputusan abinya adalah keputusan yang terbaik buat Ziva.jawab Ziva"
"yasudah ayo, keruang tamu mereka pasti menunggumu,"ajak pak Dani yang di balas anggukan oleh Ziva.
"Maaf ya Pak"ucap pak Dani dan langsung duduk di atas kursi
__ADS_1
"iya tidak apa-apa,"jawab pak Yuda tersenyum dia adalah bapak nya Devan.dan dia mau menjodohkan anaknya dengan anak pak Dani yaitu Ziva.
"Kenalan sana, anaknya pak Dani.Bisik pak yuda menyenggol Devan yang sedang memainkan ponselnya.Devan pun melihat ke arah Ziva dan menatapnya malas.
"iya-iya,ihh"kesal Devan.
"Devan.ucapnya dingin.sambil mengulurkan tangannya ke Ziva dan tidak dibalas oleh Ziva.
"Ziva.afwan bukan muhrim,"ucap Ziva dan langsung menundukkan pandangannya.
"sok alim banget sih nih cewek, nyesel gue udah mengulurkan tangan gue ke dia malah tidak membalasnya".batin Devan memutarkan bola matanya malas.Dan langsung menarik kembali tangannya, lagipula tidak gunanya menjabat tangan gadis seperti ziva.
"oh iya, jadi bagaimana Ziva apakah kamu mau?"tanya pak Yuda
"iya pak, Ziva mau.Tapi bagaimana dengan kuliah? apakah bisa Ziva bisa melanjutkan kuliah Ziva?"jawab Ziva sambil terus menundukkan pandangan karena dia ingin menjaga pandangannya.
"tentu saja. Kan kalian kan masih kuliah sebentar lagi kan devan udah lulus dari kuliahnya jadi dia bisa bekerja di perusahaan papa dan kamu pun bisa melanjutkan kuliah tanpa harus menunda kuliah mu.Jawab pak Yuda sambil tersenyum.
"iya'kan Devan? sambil menyenggol lengan Devan yang di balas anggukan oleh Devan.
__ADS_1
"oh jadi, dia setuju,"batin Devan
"ko dia nggak pernah natap wajah gue,emang gue jelek apa?kaya dia yang wajahnya di tutup.rupanya dia jelek, sehingga muka pake duduk Segala lagi " batin Devan berucap sambil melirik ke arah Ziva.
"kalau kamu bagaimana Devan, setuju apa tidak?"tanya pak Yuda
"Heemm, Devan setuju Pah,"jawab Devan sambil terus memandang wajah Ziva yang tertutup itu.
"gadis aneh emang,kenapa sih dia terus menatap kebawah mulu?nggak tau apa wajah gue seganteng ini, banyak cewek -cewek di luar sana yang minta foto masa dia nggak sih"batin Devan sambil bermonolog sendiri dengan pedenya.
"Alhamdulillah"ucap pak Yuda dan pak Dani bersamaan.
Kini keluarga Ziva dan keluarga Devan begitu ngobrol lama dan sambil menentukan tanggal pernikahan mereka berdua.Tidak terlalu lama papahnya Devan dan Devan pun pamit pulang kini hanya ada Ziva dan abinya Ziva.
"Ziva,tapi Abi tidak memaksa jika kamu tidak mau menerima perjodohan ini"
"Tidak.Ziva tidak keberatan Abi.Oh iya, kalau begitu Ziva ke kamar dulu",ucap Ziva dan berpamitan kepada Abi.
Ziva pergi ke kamarnya lalu dia duduk dan memikirkan Devan ".
__ADS_1
"Semoga saja dia pria baik", batin Ziva
"yaa, walaupun aku dan dia tidak kenal sama sekali.semoga saja aku bahagia dengannya setelah menikah.Aamiin ya Allah",gumam Ziva lalu pergi ke kamar mandi untuk berwudhu dan membaca Al Qur'an supaya biar tenang dan tidak memikirkan Devan.