
Saat berpandangan beberapa saat kemudian Devan pun duduk bersama dengan Zahra dan ziva.
" Kok, kalian saling kenal?" tanya Zahra
Devan pun menoleh kepada ziva dan mengisyaratkan agar ziva diam nanti ia yang akan menjelaskan kepada Zahra sepupunya.
Jadi Zahra itu sepupunya Devan
Akhirnya Devan pun memulai pembicaraan mereka.
" Jadi Zahra,Gue sama ziva itu sudah kenal karena dia adalah calon tunangan gue" jawab Devan
" WHAT?"kaget Zahra ketika Devan menjelaskan kepada Zahra
" Biasa aja kali, Zahra,kok kamu kaget gitu emangnya kamu belum di beritahu tentang perjodohan ini ya? tanya balik Devan ketika mendapati sosok sepupunya itu kaget.
" Aku udah kalau kak Devan mau di jodohkan tapi aku nggak tau kalau sahabat aku sendiri ziva yang di jodohkan dengan kakak " ucap Zahra
Ziva pun hanya mendengar obrolan tentang Devan dan Zahra.Zahra pun berbalik dan bertanya kepada ziva
__ADS_1
" zi, kepada kamu nggak bilang sama aku kalau yang di jodohkan sama kamu itu kak Devan" tanya Zahra
"Aku mau ngomong sama kamu tadi belum sempat" jawab ziva
"Ooh gitu ya,kalau gitu gimana kalau kita makan bareng "seru Zahra
"Iya"jawab ziva
Akhirnya mereka bertiga pun makan bersama dan Ziva yang dengan santainya makan dengan lahap tanpa ribet dengan cadarnya. Tanpa di sadari Devan dari tadi melihat ziva yang sedang asik makan ia pun bertanya dalam batinnya kok dia nggak ribet ya makan seperti dengan menutupi bagian wajahnya, monolog Devan dalam hati.
"Kak Devan,kok kakak dari tadi merhatiin ziva makan sih, bukannya makan mala liatin orang makan"cerca Zahra
"Nggak kok,kakak nggak merhatiin Ziva makan "elak Devan pada adik sepupunya tersebut.
"Jangan bohong deh kak,hayu ngaku...
ejek Zahra kepada Devan
"Iya-iya, kakak lagi merhatiin Ziva makan" sahut Devan
__ADS_1
"Emangnya apa yang kakak pikiran tentang ziva,kak"?tanya Zahra
Ziva yang sedari tadi asik makan tanpa memperdulikan devan yang berdebat dengan Devan pun menoleh kepada keduanya.
"kakak hanya berfikir aja, emangnya nggak ribet ya makan seperti itu tanpa melepas kain penutup tersebut"Jelas Devan tentang apa yang ada di pikirannya tadi sambil melirik ke arah Ziva.
"Ooh...Kakak mau bertanya itu pada Ziva"cerca Zahra pada Devan
"Mau Zahra apa Ziva nih yang menjawab "sahut Zahra sambil tersenyum ke arah Ziva dan Devan.
"Terserah kalian aja"jawab devan
"Ziva kamu yang menjelaskan tentang apa yang ditanyakan pada kamu tadi ya,kamu dengar kan pembicaraan aku sama kak Devan tadi?"
Ziva pun mengangguk dan menatap Devan lalu menunduk lagi ke arah bawah.Jadi pertanyaan yang kamu lontarkan tadi atau pernyataan yang di sampaikan tadi akan saya jawab.
"Mengenai dengan pertanyaan kamu tentang emangnya nggak ribet ya, makan seperti ini?" jelas Ziva.
"Kalau saya sendiri tidak merasa ribet karena yang pertama kain penutup wajah saya ini, melindungi saya dari yang bukan mahram saya ketika menatap saya,dan kain ini juga merupakan simbol dari kami sebagai wanita muslimah yang harus senantiasa menjaga kehormatan kami sebagai seorang wanita.
__ADS_1
Devan pun mendengar penjelasan yang di sampaikan tadi merasa tertegun dengan penuturan dari mulut seorang Ziva wanita bercadar yang ia kira hanya bisa dan tak mampu berekspresi karena menutup wajahnya seperti itu.