Gadis Bercadar Dan Cowok Dingin

Gadis Bercadar Dan Cowok Dingin
Hari pertama menikah


__ADS_3

Ketika Ziva di tuntun pun duduk di samping Devan sang suami yang beberapa jam lalu sudah sah menjadi suaminya mereka pun duduk berhadapan dan Ziva sang penghulu setelah membaca doa untuk kedua mempelai,dan akhirnya menyuruh kedua mempelai untuk bersalaman.


"Untuk mempelai wanita sekarang cium tangan seorang yang sudah sah menjadi suami mu, yaitu saudara nak Devan,"ucap pak penghulu


Ziva pun menunduk dan mulai mengambil tangan sang suami untuk di ciumnya,tetapi Ziva sangat gugup ketika ingin memegang tangan seorang pria yang baru saja menikahinya ia belum terbiasa memang tangan seorang laki-laki didepannya yang tidak lain dan tidak bukan sang suami nya sendiri.


Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian Ziva pun dapat memegang dan mencium tangan Devan sekilas sebagai bentuk penghormatan


Setelah Ziva kini giliran Devan yang akan mencium kening sang isteri,Devan yang awalnya sungkan pun memberanikan diri mengangkat wajah sang istri yang dari tadi menunduk setelah menciumi tangannya,ketika Devan memegang dagu Ziva pun mengangkat kepalanya dan tatapan mereka bertemu saat itu Devan terpesona dengan keindahan tatapan mata sang istri yang sangat indah dan cantik sehingga Devan pun menelan ludah dan mengontrol jantung nya yang tiba-tiba berdenyut kencang saat memandang mata Ziva seakan terhipnotis dengan pancaran wajah yang dibaluti kain penutup wajah.


Setelah saling memandang Devan pun langsung mencium kening istrinya dengan lembut.


Hingga acara selanjutnya adalah menyambut para tamu undangan yang telah menunggu dan ingin memberikan selamat kepada kedua mempelai.acara demi acara telah selesai dan tamu undangan pun mulai berkurang


Ziva yang tidak terbiasa berdiri terlalu lama akhirnya duduk karena terlalu lemah untuk berdiri hingga ia pun duduk.Devan yang menyadari sang istri tidak lagi berdiri ia pun juga memutuskan untuk duduk ketika tamu undangan sudah tidak ada lagi.


"Ziva, kamu kenapa?"tanya Devan


"Aku nggak apa-apa kok"jawab ziva lesu


"Kamu kelihatan kecapean, gimana kalau aku antarin kamu ke kamar,"tawar Devan pada Ziva


Ziva pun mengangguk untuk menyetujui saran dari Devan.Devan pun menemui orang tuanya dan Abi nya Ziva untuk berpamitan untuk meminta ijin pergi ke kamar karena Ziva kakinya udah pegal akibat kelamaan berdiri.


"Ya sudah kamu jagain Ziva ya,dan jangan lupa kompres kakinya dengan air dingin supaya nggak bengkak"ucap mama Devan menyarankan


"Iya ma,kalau gitu ma,pa, Abi Devan ijin ya,ke kamar duluan"ucap Devan sopan


"Iya,nak Devan,titip Ziva ya,"ucap Abi


"Iya Abi, Devan janji akan menjaga Ziva"jawab Devan


Setelah berpamitan ia pun mengajak Ziva untuk pergi ke kamar mereka,


"Ziva ayo kita ke kamar istrihat,kamu kan udah cape dari tadi berdiri terus"ajak Devan penuh perhatian ia tidak tega melihat ziva yang kesakitan seperti itu biar pun ia tidak mencintai Ziva tetapi ia harus menjalankan kewajiban dia sebagai seorang suami.


"Aku nggak apa-apa kok,"jawab Ziva

__ADS_1


"Kamu nggak apa-apa kamu bilang padahal tadi kamu kesakitan "ucap Devan kesal


"Iya aku beneran nggak apa-apa,aku mau di sini dulu mau pamitan sama Abi sama mama dan papa"ucap Ziva


"Aku tadi udah ijin sama mereka,jadi kamu nggak usah khawatir "jelas Devan


"Dimana Zahra? kok dari tadi aku nggak lihat dia sih, selesai acara ijab kabul tadi"tanya Ziva pada Devan sambil menyusuri ruang yang ada di dalam gedung acara di langsungkan.


"Zahra udah pulang dari tadi,dia juga menitipkan salam untukmu karena tadi belum sempat kasih selamat dianya ada urusan mendadak jadi langsung pergi "terang Devan


pada Ziva karena Ziva sedari tadi bertanya dan tidak mau di ajak istrihat di kamar.


Pikir Devan apa cewek ini nggak cape apa,dari berdiri terus,atau ia masih sungkan dengan ku dan tidak mau pergi ke kamar (monolog Devan dalam batinnya)


"Ayo,ke kamar yuk,kamu nggak cape dan pegal apa? dari tadi berdiri Mulu"tanya Devan


"Cape sih, iya kalau gitu kita ke kamar aja"ucap Ziva


"Hmm" ucap Devan hanya berdehem saja karena sudah terlalu lelah


Setelah memasuki kamar Devan pun merebahkan tubuhnya di kasur dan Ziva pun pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih karena penat yang di rasakan sedari tadi


Setelah aktivasi mandi selesai yang di lakukan oleh Ziva,ia pun menyuruh Devan untuk gantian membersihkan diri


"Devan, bangun kamu bersih-bersih gih"ucap Ziva


"Hmm kamu udah mandinya? "tanya Devan


"Iya udah,jadi buruan kamu yang mandi sana"jawab ziva


Selepas mandi Devan pun hanya keluar dan hanya memakai handuk sepinggang dan itu membuat Ziva kaget dan langsung menutup matanya.


"Kamu ngapain tutup matamu seperti itu, emangnya ada hantu di sini"ucap Devan kebingungan karena melihat ziva sedang menutup matanya dengan kedua tangannya


"Nggak apa-apa,itu aku udah nyiapin baju untuk kamu di atar kasur kamu langsung memakai nya ya,ucap Ziva Sambil menutup mata dan menunjuk baju yang telah disiapkan


"Iya,tapi kamu buka dulu dg mata kamu, kenapa di tutup kaya gitu"ucap Devan sekali lagi karena Ziva sedari tadi masih menutup matanya

__ADS_1


"Aku udah selesai nih, pakai bajunya"ucap Devan


Dan Ziva pun membuka tangannya dari matanya yang sedari tadi di tutupi dan ....


Aaaaaaaa.... Teriak Ziva kala mendapati Devan belum mengenakan bajunya


"Kamu kenapa sih Teriak? emangnya aku hantu sampai kamu teriak histeris kaya gitu"jawab devan kesal


"Ya, nggak gitu sih,ngapain kamu belum pakai baju dari tadi ?tanya balik Ziva kesal karena moodnya sudah hancur karena ulah Devan yang bikin ia kesal


"Kamu nyebelin banget sih,aku udah nyiapin baju kamu dari tadi dan kamu nggak pakai,"jelas Ziva


Ziva pun keluar dari kamar dan meninggalkan Devan sendiri di kamar


Setelah selesai memakai baju Devan pun berinisiatif untuk menyusul Ziva dan meminta maaf padanya karena memang itu juga salah ia.Dengan menggunakan pakaian santainya Devan pun turun mencari keberadaan istrinya.


"Ziva kemana sih,"tanya Devan pada dirinya sendiri sambil menyusuri pandangan arah menemukan sang istri


Akhirnya ia pun memutuskan untuk mencari Ziva di taman dekat gedung tersebut.Sang empu yang di caripun ada di salah satu bangku taman dan Devan pun dari kejauhan sudah melihat dan menghampiri Ziva


"Zi,kita pulang yuk,ini udah jam siang seperti ini nggak baik cewek sendiri di sini"ucap Devan


Ziva pun menoleh dan melihat siapa yang duduk di sampingnya


"Aku nggak mau pulang "jawab ziva


"Aku minta maaf soal kejadian tadi,aku nggak akan mengulangi nya lagi"ucap Devan pada Ziva sambil memohon agar ziva mau memaafkan dirinya


"Hmm.. Ucap Ziva


"kok kamu jawabannya gitu sih,kamu belum maafin aku sepenuhnya ya,tebak Devan


"Ya nggak tau deh,tapi ia aku udah maafin kok,tapi janji nggak akan ngulang lagi "ucap Ziva


"Kamu juga harus janji nggak akan ngambek lagi,dan pergi kayak gini lagi kalau ada masalah kita selesaikan di rumah baik-baik,okey "jawab Devan menasihati Ziva dengan lembut ia teringat nasihat dari mertuanya kalau tidak boleh membentuk sang putri bicara dengan baik dan lembut


Walaupun Devan merupakan pria yang sangat dingin dan ngeselin tapi kenapa baru beberapa jam baru menikahi sosok gadis didepannya ini yang tak lain adalah Ziva ia seolah melupakan sisi dingin terhadap perempuan dan malah bersikap lembut dan santun terhadap sang istri Ziva.

__ADS_1


__ADS_2