
Setelah selesai makan,pukul 14:00 siang Devan dan Ziva pun beraktivitas seperti biasanya yaitu bermain game dan Ziva pun rebahan di sofa sambil membaca buku.
Devan sedang asik main game nya tiba-tiba ada panggilan masuk dari sahabat yaitu Angga,Devan pun malas mengangkat nya tapi tapi Angga berusaha keras untuk menelfon kembali jadi Devan dengan malas mengangkat nya.
"Hallo, ada apa"tanya devan
"Van,gue dan Aldi mau minta maaf sama Lo, karena kejadian kemarin dicafe"ucap Angga menjelaskan maksud nya
"Iya gue maafin,itu aja kan yang mau di omongin, kalau gitu ya udah" ucap Devan sambil mematikan handphone nya
Devan pun melihat ke arah Ziva yang sedang serius membaca buku Devan pun dengan jailnya mempunyai ide untuk mengerjai Ziva
Ziva yang sedang asik membaca buku tiba-tiba di kagetkan dengan sosok di depannya pasalnya Devan mengerjai menggunakan topeng hantu hingga Ziva pun ketakutan dan berteriak histeris sambil menangis.Dan membaca doa qunut agar hantunya hilang namun ia membaca doa-doa tapi hantunya tak kunjung menghilang dan masih berdiri didepannya.
Hingga Ziva pun menyadari bahwa ini bukan hantu dan ia pun memukul dengan bukunya kepala si hantu dan hantunya berteriak kesakitan yang tak adalah Devan.
Aaaaa....Ziva berhenti ini aku, Devan sambil berusaha melepas topengnya,dan Ziva pun berhenti memukul buku ke kepala Devan
__ADS_1
"Lagian kamu ngapain sih,pakai topeng segala jadi aku pikir hantu"ucap Ziva sambil menangis
"Iya-iya maaf aku nggak sengaja tadi,"ucap Devan memohon maaf karena sudah membuat Ziva ketakutan dan menangis
Devan pun menarik Ziva kedalam pelukannya dan memberikan kecupan di kening dan kepala agar ia dapat tenang, Ziva pun tidak menolak ketika Devan memeluk nya karena ia memang kalau sedang menangis seperti itu harus ada Abi nya yang menenangkan tapi sekarang devan yang sudah mengantikan sosok abinya.
Huaaaa....Teriak Ziva sambil terisak
Devan pun panik karena ia tidak tau harus menenangkan Ziva seperti apa karena menangis semakin kencang,ia pun memutuskan untuk bertanya pada Ziva kenapa ia menangis padahal Devan sudah tidak menakuti Ziva lagi.
"Benaran,aku mau kamu beliin aku eskrim, terus cemilan dan kita ke rumah Abi aku kangen sama Abi "ucap Ziva dengan menunjukkan wajah imutnya dan Devan pun tidak sanggup menolaknya
"Iya aku akan turutin apa mau kamu,tapi kamu nggak boleh nangis lagi ya,"ucap Devan sambil menghapus air mata sang istri Ziva
"Hmmm
"Kalau gitu kamu siap", kita ke rumah Abi sekarang "ucap Devan
__ADS_1
"Iya-iya "ucap Ziva semangat dan tersenyum sambil memeluk Devan saking senangnya
Devan yang dipeluk secara mendadak pun terdiam kaku
"Sorry "ucap Ziva kala ia sadar bahwa ia sedang memeluk Devan saking senangnya
"Iya nggak apa-apa "ucap Devan
"Kamu siap-siap ya,"ucap Devan
"Iya bawel" jawab ziva
Setelah Perdebatan antara Devan dan Ziva pun meninggalkan Devan dan pergi untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah Abi nya.
"Van,aku udah siap-siap kamu buruan mandi "ucap Ziva pada Devan pasalnya Devan masih bermain handphone
"Oke" ucap Devan sambil beranjak dari sofa dan mandi
__ADS_1