
Setelah mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dan itu menandakan sudah waktunya sholat ashar.
Mereka pun bersiap untuk melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim dan Abi dan Devan pun pergi sholat berjamaah di masjid terdekat rumah
Setelah sholat Abi menyuruh Devan beristirahat dikamar putrinya Ziva,Dan sampai didepan pintu Devan pun mengetuk pintu hingga pintu pun terbuka dan terlihat sosok istrinya Ziva yang sangat cantik dengan muka yang tidak di tutupi cadarnya.Hingga Ziva pun mengambil tangan suaminya dan mengecup nya.Dan sebaliknya Devan juga mencium kening istrinya.
"Kakak udah pulang? gimana sholat nya sama Abi"tanya Ziva sembari mengambil sejadah dari tangan suaminya.
"Iya udah, sayang, Alhamdulillah lancar"ucap Devan
Ziva yang mendengar Devan memanggil nya dengan sebutan sayang, dibuat tersipu malu
dan menyembunyikan rona merah wajah dengan menutupi sejadah
"Kamu ngapain kayak gitu"tanya Devan dengan nada menggoda sang istri dengan berusaha menarik sejadah dari tangan sang istri agar dapat memandang wajah Ziva yang pasti sudah bersemu merah
"Nggak kok"jawab Ziva sambil terus menutup wajahnya karena Devan terus menatap dan ingin melepaskan sejadah dari tangan nya
__ADS_1
"Kalau kamu nggak buka sejadah nya,aku cium nih"ucap Devan dengan mengancam sang istri agar mau melepaskan sejadah dari tangan nya
Akhirnya Ziva pun melepaskan sejadah dari tangan nya dan Devan pun tersenyum bahagia melihat muka istrinya yang sedang menahan malu karena takut kalau Devan membuktikan ucapannya barusan.
"Kakakkkkk....ucap Ziva kesal karena Devan hanya tersenyum padanya
"Appaaaa"balas Devan menjahili istrinya
"Malu" hanya kata itu yang keluar dari mulut Ziva
Ziva pun tersenyum malu dan memeluk suaminya dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Devan.
Saat adegan berpelukan tersebut Devan pun membawa Ziva ke kasur karena sang empunya yang di peluk ternyata sudah tertidur, karena kecapean seharian tadi belum istrihat yang cukup.
Devan pun membaringkan Ziva di kasur dan menyelimuti nya dan tak lupa mengecup kening dan melihat istrinya yang tertidur pulas pun tersenyum.
Devan yang sedari tadi belum Menganti pakaiannya saat sholat ashar tadi memutuskan untuk Menganti bajunya dengan baju santai,dan ikut membaringkan tubuhnya di samping istrinya sambil memeluk Ziva erat.Sang empunya yang dipeluk pun berbalik dan menghadap ke Devan yang sedari tersenyum memandangi wajah polos istrinya ketika tertidur.
__ADS_1
Saat memandang wajah cantik istrinya yang tertidur sambil melihat istrinya yang tidak terganggu dengan pelukan Devan,ia pun berinisiatif untuk mencium seluruh wajah cantik istrinya dan berakhir mengecup bibir mungil sang istri dengan lembut dan akhirnya karena saking lelahnya tadi belum tertidur pun menyusul istrinya ke alam mimpi.
Setelah tidur yang sangat cukup, Ziva pun terbangun karena sudah terlalu lama ia tertidur,dan ia pun bangun melihat jam menunjukkan pukul 6 sore ia pun ingin bangkit tapi ada tangan kekar dari suaminya yang memeluk pinggangnya erat tidak mau melepaskan.Devan yang sedari tadi sudah bangun berpura pura untuk tertidur.Agar ia tidak diketahui oleh sang istri Ziva yang sedari tadi mencoba melepaskan pelukan dari tubuhnya yang sangat erat dan tidak mau di lepaskan.
"Kak, bangun sebentar lagi masuk waktunya sholat magrib jadi kakak bangun ya,"ucap Ziva sambil berusaha melepas tangan Devan dari pinggang nya.
"hmmm"ucap Devan sambil tersenyum dan semakin memeluk erat-erat
"Kak,ayo bangun"ucap Ziva karena sang suami tidak mau bangun Mala mempererat pelukannya dan menyembunyikan wajahnya pada tengkuk leher Ziva.
Ziva pun geli di buat seperti itu, karena sedari tadi Ziva bangun dari tidurnya ia tidak mengenakan jilbabnya, padahal sebelum ia berpelukan dengan Devan sampai tertidur jilbabnya masih digunakan.Tetapi setelah bangun sudah dilepas,ia berfikir apakah Devan sudah melepaskan ketika ia tertidur.
"Kak,geli nggak kayak gitu",ucap Ziva
"Biar seperti ini dulu ya"pinta Devan sambil tersenyum
"Iya tapi lima menit aja ya",ucap Ziva dan Devan pun mengiyakan
__ADS_1