Gadis Bercadar Dan Cowok Dingin

Gadis Bercadar Dan Cowok Dingin
Hari yang sangat melelahkan


__ADS_3

Setelah Devan berhasil membujuk sang istri Ziva maka Devan pun menuntun Ziva untuk masuk ke kamar untuk beristirahat karena selesai acara akad tadi mereka belum istrihat.Acara yang di hadiri keluarga inti dan teman-teman dekat Devan dan Ziva.Tetapi hal yang membuat Devan sangat kesal tadi sahabat nya tidak datang dan menghadiri acaranya dan berakhir Devan yang hanya di dampingi sang papa Yuda dan mama dan Abi Ziva.


Setelah Acara selesai keluarga dan tamu undangan sudah pulang dan hanya menyisakan Devan dan Ziva di gedung milik papa dan mamanya Devan sehingga mereka pun bosan dan setelah adegan ngambekan tadi antara Ziva pada Devan dan berunjung kelelahan sehingga mereka berdua pun tertidur bersama.


Pukul satu siang Ziva pun terbangun karena sudah masuk waktunya sholat dhuhur merasakan ada sebuah tangan yang memeluk pinggangnya erat dan iya pun berusaha melepaskan tangan itu yang tak lain tangan dari sang suami Devan.Devan pun semakin mempererat pelukannya pada Ziva dan Ziva pun mendorong tubuh Devan hingga terjatuh ke lantai


"Aduuh,Kamu ngapain sih dorong-dorong aku kayak gitu, sakit tau"ucap Devan kesal


"Ya kamu ngapain meluk-meluk aku,kan aku geli tau" jawab Ziva


"Emangnya salah apa?suami meluk istri sendiri"ucap Devan


"Ya salah dong,kamu nggak minta ijin dulu ke aku trus main peluk aja,aku kan risih belum terbiasa berpelukan seperti itu"jawab ziva tak mau kalah.


"Iya-iya, cewek selalu benar"ucap Devan mengalah karena percuma juga ia berdebat dengan sang istri Ziva pasti ia nggak mau ngalah.


Devan maklumi sifat istrinya yang masih ke kanak-kanakan ini apa-apa ngambek, karena perbedaan usia Devan dan Ziva selisih hanya satu tahun Devan 21 tahun dan Ziva baru mau menginjak 20 tahun di bulan depan.Jadi Devan yang selalu mengalah terhadap istri kecilnya itu yang sekarang masih berumur 19 tahun.


Devan pun bangkit dan duduk di sofa di kamar tersebut dan Ziva yang masih di atas kasur pun pergi untuk mengambil handuk dan memulai ritual mandinya karena ia belum sholat dhuhur.Setelah mandi Ziva pun menyuruh Devan untuk pergi mandi karena sudah masuk waktu shalat dhuhur.


Saat Devan tiba-tiba melangkah mau masuk ke kamar mandi tiba-tiba...


"Devan,kamu udah ambil baju ganti belum?"tanya Ziva karena ia tak mau kejadian tadi terulang lagi ketika Devan hanya memakai handuk sepinggang.


"Belum"jawab Devan lesu karena ia masih ngantuk

__ADS_1


"Kamu tunggu sebentar aku ambil baju ganti kamu dulu"ucap Ziva


Devan pun mengangguk mengiyakan apa yang di minta istrinya itu.Setelah mandi sepasang suami istri itu pun melaksanakan shalat dhuhur berjamaah yang diimami oleh Devan sendiri.


Selepas sholat Devan pun berbalik dan Ziva pun mengambil tangan devan lalu mencium nya dan Devan pun sebaliknya mencium kening istrinya.


Setelah beberapa saat bertatapan mereka pun saling ngobrol-ngobrol untuk menanyakan tentang diri mereka satu sama lain agar mengenal lebih jauh.


"Ziva,aku boleh nanya nggak?"ucap Devan memulai pembicaraan dan menatap sang istri


"Iya,nanya aja"jawab ziva


"Apa alasan kamu terima perjodohan ini, padahal kan kamu belum mengetahui tentang aku"tanya Devan


"Kalau kamu nanya aku tentang perjodohan,ya aku akan menjawab aku sih awalnya belum menerima semua ini tetapi Abi meyakinkan aku bahwa kamu orang yang baik jadi aku pasrahkan aja sama Allah kalau kamu adalah jodoh yang sudah di takdirkan untukku maka aku akan menerima, lagian aku yakin pilihan Abi pasti yang terbaik untuk putrinya,ya meskipun Abi belum rela dan melepaskan aku karena Abi takutkan kamu nggak bisa menjaga dan bahagian aku seperti Abi" jelas Ziva panjang lebar


"Dan kenapa kamu selalu memakai kain penutup wajah mu itu "tanya Devan lagi


"Maksudnya kamu,cadar yang aku kenakan ini?nama kain penutup wajah aku ini namanya cadar, kemarin aku sudah menjelaskan tentang kegunaan cadar ini padamu kan di kantin?"


"Iya,aku sudah dengar penjelasan kamu,jadi yang ingin aku tanyakan lagi kan kemarin kamu mengatakan yang boleh melihat wajah mu adalah mahram mu,jadi kenapa kamu masih menutupi wajahmu padahal aku adalah suamimu dan bisa melihat wajah mu?"jawab Devan


"Aku belum terbiasa menunjukkan wajah ku ini kepada laki-laki yang baru aku kenal"jawab Ziva


"Tapi aku bukan laki-laki yang baru kamu kenal tapi sudah menjadi suami mu jadi aku berhak melihat kan"ucap Devan

__ADS_1


Karena Devan juga sudah penasaran dengan wajah sang istri maka ia pun berbicara kembali dan meyakinkan istrinya


"Bukannya seorang istri harus menuruti apa perintah dari suaminya ya, kalau tidak salah seorang istri yang membangkang perintah suaminya akan menjadi istri yang durhaka"ucap Devan


Mendekar ucapan yang di lontarkan oleh Devan pun.Ia pun teringat nasihat Abi nya untuk menuruti apa yang di ucapkan suaminya tadi


"Iya,kamu mau aku yang lepas atau kamu yang membuka nya sendiri"tanya Ziva


"Kamu aja karena aku nggak tau buka cadar kamu itu seperti apa?"jawab Devan


Dan akhirnya Ziva pun mulai melepaskan tali cadarnya dan membuka dan berbalik menatap Devan dengan wajah yang penasaran tentang wajah Ziva yang masih di tutupi dengan menggunakan cadarnya yang belum terlepas sepenuhnya.


Setelah melihat Devan yang cukup penasaran akhirnya Ziva pun memberanikan diri untuk membuka.


Devan pun dibuat takjub dan bungkam terhadap apa yang dilihatnya sekarang didepan matanya,sosok gadis yang cantik dan anggun yang menarik perhatiannya untuk tidak terlepas dari pandangan matanya yang tak berkedip karena mengagumi mata sang istri dan kulit putih bersih dengan wajah yang tersenyum cantik pada Devan sehingga Devan pun tak mampu berkata apapun dan hanya terus memandangi wajah Ziva saja.


Ziva yang sedari tadi Melihat sang suami menatapnya tanpa berkedip pun berdiri dan meninggalkan Devan sendiri,dan Devan pun sadar karena sang istri yang di tatap sudah meninggalkan dirinya.


"Ziva,kamu kenapa sih main ninggalin aja,kamu nggak sopan ya sama suami sendiri masa ditinggali begitu saja sih"ucap Devan kesal sambil mengikuti duduk di sofa dan memeluk Ziva dari samping


"Aku bukannya nggak sopan tapi aku udah bosan kamu natap alu terus dan perut ku juga sudah berbunyi karena udah lapar jadi aku pergi deh"ucap Ziva jujur karena sedari tadi Devan memandangi wajah nya tanpa berkedip ia juga udah pengen makan dan risih.


"Ya udah kamu tunggu di sini aku mau memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan buat kita"ucap Devan sambil melepaskan tangan dari pinggang sang istri


"Tapi kamu jangan kemana-mana okey",ucap Devan

__ADS_1


"Iya-iya,"jawab ziva sambil tersenyum pada Devan


Devan pun keluar dari kamar dan menelfon pelayan untuk di antarkan makanan di kamar nya.


__ADS_2