
****
Di kediaman rumah Devan
Setelah dari bandara menjemput sang mama tercinta mereka pun pulang di rumah kediaman keluarga Devan
"Akhirnya sampai juga"ucap mama ketika sudah berada di depan pintu rumah
Setelah bertahun-tahun tinggal di Amrik akhirnya mama Devan pulang karena harus mengurusi acara pernikahan putra semata wayangnya yaitu Devan
Kesibukan yang mama dan papa Devan lalui ini karena banyaknya kantor cabang juga dan bisnis yang berada di luar negeri sehingga mama dan papa Devan harus bolak balik indo Amrik untuk mengurusi bisnisnya
Sehingga Devan pun sering bolak-balik keluar negeri hanya untuk melihat kedua orangtuanya meski di tinggal jauh oleh orang tua namun Devan masih mendapat kasih sayang dari orang tua yang sangat menyayangi Devan karena Devan adalah putra pewaris perusahaan mereka kelak dan meneruskan bisnis orang tuanya.
"Devan gimana kabar mu sayang,tanya mama kepada sang putra"
"Devan baik kok ma, terus mama gimana di sana sehat kan"tanya balik Devan kepada sang mama
"Iya Alhamdulillah mama juga baik kok"ucap mama sambil memeluk Devan
"Besok pernikahan kamu kan jadi kamu harus istrihat karena besok kamu harus bangun lebih awal untuk bersiap-siap "ucap mama
"Iya mama sayang,good night mama papa"ucap Devan seraya meninggalkan kedua orang tuanya dan pergi ke kamarnya
"Akhirnya besok Devan putra kita udah nikah ya pak, semoga dengan menikah nanti dengan Ziva bisa mengubah sifat Devan yang dingin itu ya pak"ucap mama Devan
"Pak, gimana urusan persiapan pernikahan besok apa sudah di siapkan semuanya,tanya mama Devan
"Iya ma,semua sudah papa menyuruh asisten papa Aditya untuk menyiapkan semuanya jadi mama tinggal tunggu beres aja"ucap papa Devan sembari tersenyum
"Oke kalau gitu pak,mama udah cape banget ni kita ke kamar aja yuk pak emangnya papa nggak cape apa? setelah selesai dari kantor pasti papa langsung jemput mama kan jadi ayo kita kita istrihat "Jelas mama Devan
Setelah obrolan selesai mama dan papa Devan pun akhirnya pergi ke kamar mereka untuk istrihat karena sudah larut malam jadi mereka memutuskan untuk bersih-bersih dan tidur karena besok harus bangun pagi untuk menyiapkan pernikahan sang putra.
****
__ADS_1
Di rumah kediaman Ziva
Setelah acara berpelukan bertugas selesai mereka juga memutuskan untuk tidur juga karena besok acara pernikahan akan di laksanakan jadi butuh tenaga karena besok di butuhkan tenaga karena bersalaman dengan dengan para tamu.
***
Keesokan paginya
Gedung yang di siapkan untuk acara pernikahan sudah tersusun dengan rapi dengan nuansa bunga putih dam hiasan lain yang sangat elegan menambah suasana yang nyaman untuk dipandang.
Saat ini Ziva pun di temani oleh Zahra di kamarnya untuk didandani oleh perias yang sudah di sewa Abi untuk meriasi putrinya
"Wah Ziva,kamu sangat cantik,Ziva aku hampir saja tidak mengenali mu aku pikir kamu bukan Ziva tapi bidadari"ucap Zahra penuh kagum kepada kecantikan Ziva sahabatnya
"Pasti kak Devan akan terpanah dengan kecantikan kakak ipar"ucap Zahra
Ziva pun tersenyum mendengar Zahra bercerita dan memujinya.
"Apaan sih,kok jadi kakak ipar gini sih manggilnya"ucap Ziva
"Iya kan sebentar lagi seorang Ziva sahabat Zahra yang cantik akan menjadi kakak ipar dari seorang Zahra dan istri dari seorang kakak Devan yang dingin plus ganteng"ucap Zahra berdrama
Dan akhirnya mereka berdua pun tertawa karena lelucon yang mereka berdua utarakan.
Sang ibu perias yang tadi mendandani Ziva sudah pergi dari tadi dan hanya meninggalkan dua sahabat yang tertawa dengan lepas
Hingga akhirnya pinti pun di ketuk oleh Abi
"Ziva udah belum sayang,dandannya"tanya Abi di balik pintu
"Sudah Abi"jawab ziva dari dalam
"Abi boleh masuk nggak?"tanya Abi
"iya masuk aja Abi,"ucap ziva
__ADS_1
Abi pun masuk kedalam kamar buah hatinya yang selama ini ia rawat penuh kasih sayang dan akhirnya hari yang sangat di takutnya tiba ketika hati seorang ayah yang akan melepas putri yang sangat di cintainya kepada laki-laki yang belum ia percaya sepenuhnya bisa memperlakukan putri nya buah hatinya dengan perlakuan yang sama yang seorang ayah berikan kepada anaknya.
Tetapi di satu sisi ia berdoa semoga Devan sang menantu akan memperlakukan Ziva dengan baik dan sayang terhadap putrinya.
seperti ia menyayangi Ziva
Dengan kebaya dan balutan busana yang dikenakan oleh seorang Ziva terlihat sangat anggun dan tak lupa cadar yang menutupi keindahan wajahnya yang cantik hanya orang -orang terdekat yang tahu betapa cantiknya seorang Ziva
Akhirnya setelah berbincang dengan sang Abi mereka pun pergi ke gedung pernikahan untuk melangsungkan acara akad tersebut yang telah disiapkan oleh keluarga mempelai pria
***Di kediaman rumah Devan
Devan pun sama seperti Ziva yang sudah siap dengan balutan jas yang sangat indah sehingga Devan terlihat sangat tampan
"Ayo,kita ke gedung sebentar lagi kan acara akan di mulai "ucap mama Devan
mereka pun melajukan mobilnya menuju gedung tempat pernikahan di laksanakan.
Sesampainya di gedung banyak kolega bisnis dari papa dan mama Devan yang menyapa Devan dan mengucap selamat karena putra dari mereka sudah menikah.
Acara ijab kabul akan segera di mulai beberapa jam lagi kini Devan dan para tamu undangan dari keluarga dan teman-teman dekat papa dan mama dan keluarga dari Ziva pun sudah berkumpul di gedung tersebut.Sedangkan sang mempelai perempuan yang tak lain adalah Ziva sedang berada di ruang khusus sebelum acara ijab kabul di ucapkan Ziva belum bisa menemui sang pengantin pria.
Saat Sang tangan mertuanya yang tak lain Abi nya Ziva menjabat tangan Devan adalah momen yang membuat Devan sangat gugup.Sebelum ijab kabul Abi dari Ziva pun memberikan wejangan pada Devan
antara lain : Nak Devan setelah ijab kabul ini di ucapkan semua tanggung jawab seorang ayah sudah di serahkan sepenuhnya kepada sang suami dari putriku yaitu kamu nak Devan,jadi Abi berharap kamu akan menjaga putri Abi yang sudah di besarkan dengan kasih sayang dan menjaga ia dan menyayangi dia seperti saya menyayangi dia, jangan engkau menyakiti nya dan jangan pula engkau membentak nya ketika dia salah maka berkatalah lembut dan menasihati nya karena saya didik putri saya dengan luapan cinta dan kasih sayang, sayangilah dia dan jika engkau tidak sanggup dengan tingkahnya kembalikan ia dengan cara baik-baik dan jangan main tangan.Nasehat seorang ayah untuk menantunya kelak yang akan menggantikan peran seorang ayah dan tanggung jawab.
Akhirnya acara ijab kabul pun di laksanakan
"Nak, Devan saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya,Ziva binti Dani dengan seperangkat alat sholat dan 100 gram emas dan apartemen di bayar tunai "ucap Abi Ziva yang menjadi wali untuk menikahkan putrinya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Ziva binti Dani dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"ucap Devan lantang
Maaf ya guys 😊🙏 kalau salah dalam mengatakan ijab Kabul ya😘 mohon Krisan nya
Setelah acara ijab kabul berlangsung akhirnya sang mempelai wanita pun.Ziva pun dengan sangat anggun di gandeng oleh sang mama menantu dan sahabat nya yaitu Zahra
__ADS_1
Kedua wanita tersebut menuntun Ziva untuk di persilahkan duduk di samping devan.
Di satu sisi Ziva tidak percaya secepat inikah ia sudah menjadi seorang istri dari pria yang baru di jodohkan dengannya.dan Devan pun belum bisa menerima semua ini tetapi ia harus tetap tersenyum walau ia belum sepenuhnya menerima pernikahan ini.