
sesampainya didepan rumah sindy , Rian dan Siska turun bersamaan,
tampak di depan rumah sindy ada beberapa pasien yang sedang menunggu giliran untuk periksa kesehatan.
Siska berjalan beriringan dengan Rian ,semua mata yang ada di depan rumahnya sindy melihat kedatangan mereka.
Siska merasa heran dengan orang-orang yang melihat dirinya dan Rian ,
Siska mendekatkan dirinya di samping Rian yang sedang berjalan,
Siska berbisik pada Rian,
" h e y , , kenapa mereka menatap ke arah kita semua apa ada yang aneh.?? bisik Siska di telinga Rian yang merasa risih .
tinggi badan Rian dan Siska hampir sama ,
mungkin hanya beda beberapa centimeter saja.
Siska memiliki postur tubuh yang tinggi ,mungkin keturunan dari ayahnya yang berasal dari Argentina.
Siska blesteran Indonesia dan Argentina .
namun wajah Siska lebih dominan dengan wajah Asia wajah Siska lebih mirip ibunya yang asli Indonesia. sedangkan postur tubuhnya seperti ayahnya ,pas banget kalo jadi model, tinggi badannya sungguh mendukung.
" mereka lagi terpesona dengan ketampanan ku , bisik Rian di telinga Siska,
cih," Siska menoleh ke arah Rian dan menaikan alis sebelah karena heran,
" yang ada mereka terpesona dengan ku yang seperti model, Siska menyombongkan dirinya di samping Rian.
sampai akhirnya mereka ikut duduk di kursi tunggu pasien.
orang yang ada di sana tersenyum ramah pada mereka berdua.
untuk menemui sindy yang nampaknya sedang sibuk memeriksa pasien .
" Siska duduk dengan gusar karena merasakan sakit perut, Siska memegangi perutnya yang agak sakit.
Rian mengamati Siska yang tampak gusar.
Rian penasaran kenapa Siska tampak seperti tak nyaman.
" kamu kenapa , tanyanya namun Siska hanya melirik sebentar lalu memegang perutnya lagi.
keringat dingin tampak muncul di kening Siska,
__ADS_1
lama-lama wajah Siska agak pucat.
Rian yang mengamati Siska sedari tadi agak cemas ,lalu berdiri menghampiri siska.
yang tadi duduk di bangku depan Siska.
" Rian duduk di samping Siska karena tadi orngn yang di samping Siska sudah masuk untuk memeriksakan penyakitnya.
saat sudah duduk di samping Siska ingin menanyakan keadaan Siska yang tampak kurang sehat,
pria tua tapi belum tua-tua amat yang tadi duduk di samping Rian bertanya.
" mas sakit apa istrinya, , ,??
tanyanya pada Rian
Siska dan Rian terkejut akan pertanyaan pria itu, , lalu Rian dan Siska saling bertatapan, sebenarnya Siska ingin sekali menjelaskan pada pria itu ,namun sebelum Siska menjelaskan pintu ruang periksa sudah terbuka, lalu pria yang bertanya tadi masuk ke ruang periksa.
tak berapa lama pintu periksa terbuka ,pria tadi keluar dan membawa obat di tangannya, pria itu tersenyum pada Rian dan Siska, lalu pergi meninggalkan rumah Siska.
" kamu sungguh tidak apa-apa Rian menghawatirkan kondisi Siska,
Siska menggelengkan kepala menandakan dia baik-baik saja, namun berbeda dengan kenyataan soalnya wajah Siska semakin pucat.
setelah menunggu cukup lama semua pasien sudah habis tinggal Siska dan Rian,
sebelum masuk Rian di hentikan oleh perawat yang membantu ssindy.
" maaf mas sebaiknya masnya tunggu di kursi,ucap perawat itu dan menjulurkan tangannya ke arah kursi mempersilahkan Rian untuk duduk.
" maaf mbak kita ada perlu sama sindy ,ujar Siska menjelaskan kepada perawat.
mendengar percakapan perawat di luar pintu ,sindy berinisiatif untuk keluar dan melihat siapa yang mau periksa kok tak kunjung masuk.
sindy melangkah ke arah pintu, ,
" h a i, , , , sapa sindy pada Siska dan Rian ,
perawat itu terkejut karena dokter sindy sudah ada di belakangnya, ,
" Fitri sekarang kamu boleh pulang , mereka teman saya, ujar Sindi menjelaskan kepada Fitri .
" ohh iya buk , , kalo begitu saya permisi untuk pulang, , Fitri masuk ke dalam lalu membereskan ruangan periksa lalu pulang.
" ayo masuk, , , sindy menarik tangan Siska mempersilahkan masuk lalu tersenyum pada Rian
__ADS_1
Rian mengikuti dua gadis di depannya.
setelah sampai di ruang tamu sindy mempersilahkan mereka untuk duduk,
" kalian duduk dulu ya aku kedalam dulu sebentar.
sebelum sindy melangkahkan kakinya sindy mengamati wajah Siska yang aga pucat.
"kamu kenapa sis, , Sindi memandang wajah Siska, ,
" biasa efek mau Dateng bulan jadi perutku sakit banget sin , , , keluh Siska kepada sindy, ,
ehhhmmmn, , ,ayok ikut .
sindy menarik tangan Siska untuk mengikutinya ke ruang periksa,
sementara Rian masih duduk di ruang tamu menunggu sindy dan Siska keluar.
" di dalam ruang periksa
" apa kamu sering sakit seperti ini menjelang datang bulan sis, , Sindi bertanya pada Siska dan memeriksa perutnya menggunakan stetoskop
" kadang-kadang sin, , Siska menjawab dengan suara lirih menahan sakit .
setelah selesai di periksa dan sindy memberikan obat untuk Siska,
mereka keluar ruangan ,
kamu duduk dulu ya di sana sama Rian , sindy menunjuk kursi ruang tamu.
Siska menganggukan kepalanya.
aku kenalan dulu sebentar ganti baju.
sindy masuk ke dalam kamarnya lalu berganti pakaian setelah itu keluar dan menuju ke dapur untuk membuatkan minum untuk Siska dan Rian.
" gimana apa sudah mendingan ,, , Rian bertanya pada Siska yang baru duduk di kursi depan Rian., , , ,
" ya agak mendingan. , , ,
.
.
.
__ADS_1
. l a n j u t