
pagi harinya dirumah putri, Luky masih merengek minta maaf pada kakanya,
karena dari bangun tidur trus sarapan putri masih manyun kepada Luky, dan tidak menyapa Luky dari pagi.
" kalo putri , , , ,lama sekali marahnya ,
ayolah ka, , , ,masa gitu aja ngambek , jelek tau !!!!! Luky masih meminta maaf pada putri.
sebenernya putri sudah memaafkan dan tidak masalah hanya saja putri ingin mengerjai adik nya.
putri menahan tawanya dengan menggigit bibir bawahnya mendengar rengekan adiknya, putri berpura-pura fokus membaca di atas kasur dengan menselonjorkan kakinya, dengan kepala bersandar di bantal yang ia tumpuk aga tinggi,
dengan wajah yang tertutup buku jadilah tak tampak wajah putri, dari arah Luki yang duduk diujung dekat kaki putri.
putri masih diam tak bergeming saat adiknya mengguncang kaki putri agar putri menoleh.
tok tok tok, , ,
suara ketukan kamar putri terdengar dari luar,
keduanya menoleh ke sumber suara mama sari tersenyum
"boleh mama masuk " ujunya yang sudah berjalan masuk dan di angguki oleh kedua anaknya itu.
setelah masuk mama sari duduk di dekat Luky , dan putri juga ikut duduk lalu meletakan buku yang ia baca di atas meja kecil dekat ranjang.
" kenapa anak mama yang menggemaskan ini " tanya mama sari kepada Luky yang sedang cemberut lalu mencubit gemes pipi anaknya.
" awwww. sakit ma, , , " keluhnya lalu mengusap pipi yang tadi di cubit mama sari.
putri yang melihat adiknya mengeluh sakit jadi terkekeh.
mama sari menoleh ke putri " kenapa kamu membiarkan adikmu terus memohon maaf nak, sudah maafkan saja dia, mama kasih melihat wajahnya yang memelas seperti itu, tidak cocok dengan wajah dingin nya. jelas mama sari
putri tambah ngakak dengan penuturan mamanya,
" ha ah ha ha, , , , betul sekali ma, dia sangat lucu dan tidak pantas dengan wajah dan postur tubuhnya yang sertifikasi itu dengan sifat dia yang konyol dan rese." ujar putri
mendengar olokan dari mama dan kakanya membuat Luki mendengus sebal, " puas !!!! Kaka mengejek adik mu yang tampan dan menggemaskan ini" gerutu Luky
" sudah-sudah cepat put maafkan adikmu mama sungguh tidak tega melihatnya" ujar mama sari lalu memeluk manja putranya
dan Luky membalas pelukanama sari
setelah itu putri juga memeluk mereka berdua
" sebenarnya aku tidak marah ma, hanya iingn menikmati wajah lucu Luky yang dingin itu berubah jadi konyol sekali saat memohon meminta maaf, sungguh sangat menggemaskan lalu melepas pelukannya lalu mencubit pipi Luky,
__ADS_1
" awwww lagi-lagi pipi ku kena cubit, kan sakit tau, , ,!!! lama-lama pipiku bengkak nih dan tidak tampan lagi gara-gara mama sama Kaka" gerutunya mengusap pipi sendiri
" habisnya kamu ganteng banget si dek , coba kamu bukan adik ku udah tak pacaran dek " ucap putri di sela candaannya
" hahah ha ha mau di menanami tuh bang Will ka " tanya Luky
" kantongi aja dek " ujarnya lalu keduanya tertawa bersama
mama sari hanya menggeleng melihat keseruan anaknya,
Tut , , , Tut , , ,Tut, , ,
Halo
Diman sis ?
dirumah , kenapa put?
kok sepi aku udah ada di depan rumah Lo nih.
gua pencet bel berkali-kali ga ada respon Lo.
cepet keluar buka pintu.
Siska di sebrang telfon terekejut mendengar putri sudah ada di depan rumahnya.
" hallo hallo hallo sis Lo denger gue kan
" i - iya put denger,
tunggu benar nanggung nihhh
Tut Tut Tut, ,
panggilan di akhiri oleh Siska
"kenapa Siska kok aneh " gumam putri langsung duduk di kursi yang ada di depan rumah.
" cepat yan bawa mobilnya putri udah ada di depan rumah lagi nungguin" pinta Siska pada Rian yang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,
" yakin nih, ," ujar Rian menatap.sekilas pada Siska lalu fokus lagi menatap jalan.
" hemmm "
lalu Siska hanya menganggukan kepalanya cepat.
Rian langsung menambah laju kecepatan mobilnya,
__ADS_1
" R i a n n n n n n n gue belum pingin mati !!!! " siska berteriak di dalam mobil karena Rian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan kebetulan jalan yang mereka lalui tidak terlalu ramai.
Rian tidak menanggapi teriakan Siska ia masih memacu mobilnya dengan sangat cepat.
hingga mobil Rian di hentikan oleh lampu rambu-rambu lalu lintas.
Siska menghembuskan nafas lega ,
" selamat "ucap siska lirih lalu menoleh ke arah Rian
Rian yang melihat wajah tegang Siska tertawa puas. hah haha ha ha
Siska yang melihat dan mendengar tawa Rian yang sangat puas itu langsung memukul bahu Rian dengan tas kecil yang ia pegang.
" hahaha haha haha ampun sis, , sumpah muka Lo lucu banget hahaha " ucap Rian di sela tawanya
Siska semakin kesal dan makin gencar memukuli Rian
tin tin tin , , , ,suara klakson dari kendaraan. lain mengairi aksi mereka
" udah sis lanjut nanti di rumah ya, udah di tegur nih, ," ujar Rian sambil mengeringkan mata lalu kembali melajukan mobilnya.
Siska yang dapat kerlingan mata dari Rian langsung membulatkan matanya.
saat hendak sampai di rumah Siska,
Siska meminta Rian untuk menurunkannya tidak di depan rumah melainkan di persimpangan jalan .
" tanggung loh sis dikit lagi sampai rumah, kenapa kamu minta turun di sini" Rian bertanya
"udah gue turun sini aja, malas gue nanti putri banyak nanya" ujarnya lalu hendak turun dari mobil Rian, namun langkah Siska terhenti saat tangannya ada yang menahan,
Siska kembali menoleh ke Rian
" kenapa" ?
" terimakasih " cup " Rian mengecup tangan Siska dengan lembut dengan mata mengarah wajah Siska dan netra mereka bertemu.
Siska tersipu malu akan perlakuan mendadak dari Rian, lalu salah tingkah dibuatnya.
" a- aku pulang dulu," uajr Siska langsung membuka pintu mobil Rian, lalu berjalan menunduk meninggalkan Rian tanpa mengucapkan sepatah katapun.
" gila jantung gue, , jantung jantung berdetak lah normal, apa-apa an si Rian bikin jantung gue mau lepas aja" gerutunya sambil berjalan cepat menuju rumah.
saat hendak membuka pintu gerbang Siska mengatur nafas dan detak jantungnya agar tidak gugup, dan tidak menimbulkan kecurigaan dari putri.
" huft "
__ADS_1
"dari mana "? pertanyaan mengejutkan sebelum ia masuk dalam rumah!