
Diruang tamu Sonya menatap Felix dengan tatapan curiga dan tajam,
Felix yang menyadari itu tiba-tiba salah tingkah.
"kenapa nenek tua itu menatapku seperti ingin melakukan hidup-hidup" batin Felix
sari yang menyadari akan ketegangan di ruang tamu membuka suara .
" ibu perkenalkan dia temen sari dari luar negeri namnya Felix." ucap sari dengan nada rendah saat mengucap nama Felix
" nenek sonya yang mendengar nama Felix sedikit terkejut dan dadanya sedikit nyeri, saat mengingat nama Felix yang pernah sari ceritakan.
" apa dia mantan bosmu"? tanya Sonya penuh selidik kepada sari
sari hanya menganggukan kepalanya dan menunduk
setelah mengetahui itu sontak ibu Sonya langsung berdiri dan mengangkat tongkat bantu untuk jalan dirinya dan mengajar tingkat itu lalu menunjuk ke arah Felix.
" kamu !!!!! c e p a t angkat kaki dari rumahku, kamu yang membuat anak saya menderita bertahun-tahun, untuk apa kamu kesini huh ? hardik Sonya kepada Felix
putri dan sari yang merasakan kemarahan nenek Sonya ikut berdiri dan mencoba menenangkan Sonya yang tiba-tiba memegang dadanya lalu duduk kembali di sofa.
Felix sedikit terkejut akan semua itu namun dirinya mencoba untuk tenang, saat sari memberi isyarat untuk tenang.
" ibu akan saya jelaskan , ujar sari dan putri dengan sigap memberi air putih kepada nenek Sonya.
di rasa cukup tenang dan kondisi ibu Sonya sudah mulay setabil cara bernafasny.
__ADS_1
sari perlahan menghela nafas lalu menghembuskan udara perlahan.
" sari jelaskan apa maksud semua ini"? Sonya kembali bertanya namun tatapan mata tajamnya masih mengarah pada Felix
Felix yang ditatap seperti itu tiba-tiba mendadak gugup dan sedikit gerogi!!
" sial kenapa aku jadi takut begini terhadap nenek tua ini, padahal jika di bandingkan dengan lawan bisnis gelapku sungguh tidak ada apa-apa nya, kenapa dengan dia akan sedikit gerogi. batin Felix yang masih bersikap santai namun terlihat jelas oleh sari jika Felix gerogi.
sari menjelaskan tentang dirinya yang tak pulang selama tiga hari, dan mencari alasan yang tepat agar Sonya tidak curiga jika dirinya sebenarnya Memeng di culik oleh Felix.
" ibu " panggil sari kepada Sonya yang masih terlihat kesal di wajahnya dan menggenggam tangan Sonya dan mengusap punggung tangan ibunya ,
" ibu saya berjanji akan berubah dan berusaha membahagiakan anak ibu, saya janji tidak akan melukai anak ibu lagi, maafkan saya yang dulu pernah menyakiti anak ibu, sungguh saya sangat menyesal ,dan sekarang izinkan saya untuk menebus rasa bersalah saya dengan meminta izin kepada ibu agar merestui kami" mohon Felix di sela ketegangan yang sedang terjadi.
sari yang mendengar perkataan Felix langsung membulatkan matanya dan menatap Felix tajam.
"apa-apa an Felix ini tidak tau diri sekali aku sedang berusaha menenangkan malah di tambah dia berkata seperti itu , aduh pasti ibu tambah marahhh, gumam sari penuh rasa takut dalam dirinya.
setelah mendengar cerita sari, dan nampak dari sorot mata sari yang sebenarnya menyimpan rasa untuk Felix meski dia telah di sakiti oleh pria tersebut.
dan tampak bekas kissmark Felix yang tertinggal di badan sari yang samar-samar tertutup bedak namun akan sedikit jelas jika di lihat dari dekat.
akhirnya nenek Sonya mengalah untuk memberi kesempatan untuk membuktikan kesungguhannya kepada sari.
" baiklah kalian sudah cukup dewasa untuk menentukan yang terbaik untuk jalan hidup kalian, saya hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk kalian, semua keputusan saya serahkan pada sari,
tapi ingat saya tidak setuju jika sari harus ikut dengamu,
__ADS_1
jika kamu mau, kamu harus tinggal di sini.
Sonya berkata seperti itu lalu beranjak bangun dan berjalan masuk kamar.
sari dan felix terkejut akan perkataan Sonya yang mereka pikir akan mengumpat dan memaki Felix ,
sari dan felix mematung dan saling pandang .
putri yang menyadari menentang bangun langsung ikut berdiri dan memapah nenek menuju kamar.
putri membantu nenek untuk berbaring di atas kasur,
" apa nenek baik-baik saja?" tanya putri yang masih berdiri di samping ranjang nenek.
" tolong ambilkan obat sakit kepala di laci itu put, titah sonya yang masih memejamkan matanya dan sedikit memijit kepalanya yang sedikit agak nyeri,
putri mengambil obat sakit kepala lalu memberikan obat tersebut kepada nenek untuk di minum.
Di ruang tamu Felix berpamitan kepada sari untuk pulang karena sudah sangat larut malam,
" saya pulang ,sampaikan salam ku untuk ibu jika nanti Luky sudah sampai sini kabari aku"
sari menganggukan kepalanya lalu Felix meraih tangan sari dan mengecupnya sekilas.
wajah sari merona saat di perlakukan seperti itu.
" aku pulang "pamit Felix
__ADS_1
" hati-hati di jalan kabari aku jika sudah sampai" ucap sari
akhirnya Felix pulang namun dia tak pulang ke villa melainkan mencari hottel dekat situ , karena sudah terlalu larut untuk pulang dan kasihan juga terhadap supirnya yang bolak balik menempuh perjalanan cukup jauh.