
Entah kenapa Felix juga sangat sayang dengan Luky ,Felix tidak tau bahwa sebenarnya Luky adalah anaknya.
Kehadiran Luky sejenak mengalihkan pikirannya akan sari , namun Felix tetap mencari keberadaan sari.
Pada saat Luky beranjak remaja, Luky mengalami kecelakaan yang cukup serius dan membutuhkan darah,
Dan saat itu golongan darah yang di butuhkan Luky kosong.
Lee Tan teringat pada Felix yang memiliki golongan darah sama dengan putranya saat dulu ia menangani Felix.
Tanpa pikir panjang setelah mengetahui Luky kecelakaan dan membutuhkan darahnya, Felix langsung pergi kerumah sakit.
Dan dari situlah Felix mengetahui jika Luky bukan anak kandung Lee Tan , dan Lee Tan menceritakan semua tentang Luky pada Felix,
Setelah mengetahui cerita asal usul Luky Felix berinisiatif melakukan tes DNA tanpa sepengetahuan Lee Tan,
Dan betapa terkejutnya Felix saat mengetahui hasil tes DNA dirinya dengan Luky,
Ternyata rasa sayangnya selama ini kepada Luky bukan karena wajahnya yang sangat mirip denganya,tapi juga darah dagingnya.
Setelah kejadian itu Felix langsung mencari keberadaan sari di Indonesia,
Karena saat menceritakan tentang Luky Felix juga menanyakan tentang keberadaan ibu kandung Luky ,
Dan pada saat itu Lee Tan hanya mengatakan bahwa sari ada di Indonesia, dan tinggal bersama ibu dan anak perempuannya.
Flashback off
Sampai lah mereka di villa yang cukup besar,villa itu berada di pegunungan yang jauh dari keramaian kota.
Felix membangunkan sari setelah sampai di villa
" Bangun !!!!! Felix membangunkan sari cukup kasar
Sari tersentak kaget karena teriakan Felix di telinga sari,
__ADS_1
Setelah sari bangun felix memerintahkan sari untuk turun dan mengikutinya.
Sari melihat sekeliling matanya menangkap sebuah villa yang cukup besar,
" Mau a-pa kamu membawaku ke sini " sari bertanya dengan gugup dan mencoba melepas cengkraman Felix dari tanganya yang cukup kuat.
" Tak usah banyak tanya ikut saja" hardiknya tanpa menghiraukan sari dan terus menarik tangan sari,
Saat sampai di dalam villa Felix melempar sari keatas ranjang,
Sungguh sari sangat takut ,terlintas di benak sari ingatan akan kejadian dulu saat dia bekerja dengan Felix.
Felix terus mendekat ke ranjang di mana sari duduk dan perlahan mundur dan badan yang bergetar kerakyatan,
Felix menyeringai penuh kemenangan.
" Ku mohon jangan lakukan itu" sari memohon dengan air mata yang mulay berderai sangat deras,
Cuh " Felix tersenyum sinis ke arah sari sampailah Felix di depan sari dan mengangkat satu kakinya di ranjang lalu meraih rambut sari lalu menariknya cukup kuat
Mata mereka saling bertatapan
"Tolong lepaskan, apa mau mu " sari berkata lirih menahan sakit
Felix terkekeh dan perlahan melepas tangannya dari rambut sari dan menurunkan kakinya dari ranjang lalu berbalik , berjalan perlahan menghampiri jendela kamar villa,
Buggggggg pranggh, , , ,!!!!!!
Sura pukulan dan pecahan kaca menggema di dalam villa
Felix memukul jendela yang masih tertutup hingga lepas dari tempatnya,
Sari sangat terkejut dan menutup mulutnya menahan suara teriakan yang akan keluar dari mulut,lalu sari menggelengkan kepalanya ,sari menatap tangan Felix yang berlumuran darah.
Felix melirik sekilas ke arah sari lalu menatap kosong ke luar jendela.
__ADS_1
Sari masih paham dengan sikap dan sifat Felix, tapi saat ini berbeda Felix meluapkan amarahnya bukan kepada dirinya lagi,
Cukup lama mereka diam dalam keheningan, hingga emosi Felix tampak mereeda.,
Perlahan sari turun dari ranjang ,ada rasa kasihan dan iba terhadap Felix,
Dengan hati-hati dan campur rasa takut sari mendekati Felix yang masih berdiri di sisi jendela.
Pelan tapi pasti saat ini sari sudah ada di samping Felix berdiri,
Sari menyentuh tangan Felix yang berdarah, Felix melirik tanga yang di sentuh sari lalu , pandangan Felix mengarah ke wajah sembab sari ,
Sari mendongak ,pandangan mereka bertemu,
Sari perlahan membawa Felix untuk duduk di sisi ranjang ,darah di tangan Felix sedikit mulay mengering.
Sari mengusap tangan Felix dan menatap Felix, seakan tau akan maksud sari Felix mengarahkan pandanganya ke arah laci tempat tidur, sari berjalan menuju arah pandang Felix
Sari mengambil kotak obat yang ada di dalam laci, lalu berjalan menghampiri Felix, sari duduk di sisi ranjang sebelah Felix,perlahan sari membersihkan luka yang mulay mengering,
Tak ada suara dari keduanya ruang itu masih hening.
"Apa sakit"? Sari bertanya pada Felix saat melihat wajah Felix yang seperti menahan sakit, dan untuk memecah keheningan
"Tidak sesakit saat kau meninggalkanku " jawabnya
Deg , , , ,
Sari tertegun akan perkataan Felix,
Meskipun dulu Felix sangat kasar padanya namun sari tau bahwa Felix sebenarnya memiliki hati yang lembut.
Sari mengetahui itu saat dirinya sedang memasak dan tak sengaja jarinya teriris pisau,lalu dengan sigap Felix langsung menghampiri sari dan menghisap darah yang keluar dari jari sari.
Saat itulah pandangan mereka bertemu dan saat itulah sikap Felix sedikit lembut.
__ADS_1
Namun karena takut Felix menyakiti bayi yang ada dalam kandungannya ,akhirnya sari kabur.karena tak ingin terulang Lagi kejadian yang lalu.