GADIS kecil Ku

GADIS kecil Ku
menemani


__ADS_3

aku ingin mengajakmu berdebat, ,


sepi rasanya ga ada temen adu mulut


ucap Rian santay dan berjalan ke arah Siska,


Siska menatap Rian tajam, dan memejamkan mata mengatur nafas agar tidak emosi.


aku sedang tidak ingin berdebat dengamu, keluarlah , , , pinta Siska dengan suara yang lemah


namun Rian tidak menghiraukan perkataan Siska malah makin mendekat ke Siska lalu menempelkan tangannya ke dahi Siska,


secara reflek Siska menepis tangan Rian dan memalingkan wajahnya dari Rian.


setelah itu Rian menarik kursi belajar yang ada di samping ranjang Siska .


" kenapa nih jantung ku kok berdetak seperti ini, apa karena aku LG sakit jadi gini, pikir Siska, ,


tok tok tok,,


rian dan Siska menoleh bersama ke arah pintu ,


bik Iyem membawa segelas kopi untuk Rian


dan meletakan dimeja samping ranjang Siska.


" non mau sarapan sekarang bibi bawakan ke kamar,, ,bik Iyem bertanya pada Siska, ,


" nanti aja bik aku belum lapar, , jawab putri


" bawakan saja bik sarapan Siska ke sini , pinta Rian yang mendapat tatapan tajam dari Siska, ,


" aku belum lapar yan, , !!! dan kamu kenapa kaya gitu ke gw, Rian menatap balik putri lalu mengalihkan pandangannya ke bik Iyem


" bawakan saja ke sini bik ,biar saya bantu Siska sarapan, ,


pinta Rian pada bik Iyem, ,


bik trimakasih kopinya, , Rian tersenyum pada bik Iyem.


lalu bik Iyem pergi meninggalkan kamar Siska


" sudah sana pergi ke kampus, , , ,usir Siska


" hari ini aku akan temenin kamu di rumah.


rian mengambil ponsel di saku celananya,


mengetik sesuatu di ponselnya.

__ADS_1


Rian hendak memberi tau Syam bahwa dirinya tak masuk kampus karena ada urusan.


setelah selesai memberi tahu Syam Rian memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celana dan tersenyum ke arah Siska.


Siska menatap Rian heran dengan sikap Rian pagi ini.


Siska menghembuskan nafas kasar.


" kumohon pergilah aku sedang tidak ingin diganggu , , pinta Siska dengan suara lemah dan mata terpejam dan masih bersandar di belakang tempat tidur.


" Rian menatap lekat wajah Siska yang pucat,


ternyata kamu manis jg walaupun sedang sakit,Rian menatap lekat Siska yang masih memejamkan mata.


pikirannya kacau saat mata Rian memperhatikan bibir seksi Siska yang agak terbuka sedikit,


Rian menelan slavinanya pelan, ,


Siska membuka mata lalu memandang Rian yang sedang senyum-senyum tak jelas memandangi wajahnya.


Rian sedang asik dengan pikirannya.


bik Iyem datang membawa sarapan Siska.


Siska menoleh ke arah bik Iyem yang membawa nampan isi semangkuk bubur dan air putih.


"


lalu bik Iyem meletakan nampan, setelah itu bik Iyem melihat heran ke Rian yang sedang senyum-senyum tak jelas...


bik Iyem mengernyitkan dahinya heran melihat tingkah Rian yang tak sadar sedang senyum-senyum sendiri namun matanya terpejam.


" kenapa non , , bik sari bertanya pada Siska sambil mendongakkan kepalanya ke arah Rian, ,


" Siska hanya mengangkat kedua bahunya dan menaikan alisnya tanda dia tak.mengerti,


buku ieyem berjalan ke arah Rian dan menyentuh bahunya,


Rian sedang berhayal mencium bibir Siska yang seksi,Rian tersadar akan lamunannya karena bahunya di teluk bik Iyem, ,


" den katanya mau bantuin non Siska sarapan, ,


suara bik Iyem menghancurkan khayalan Rian.


" oh iya bik, , , Rian terkejut dan membenarkan duduknya, ,


ya sudah den bibik tinggal ke belakang dulu itu buburnya di atas meja, bik Iyem menunjuk mangkuk yang ada di meja.


riang mengangguk tanda mengerti

__ADS_1


" Siska tersenyum tipis melihat tingkah Rian yang aneh.


Rian berdiri mengambil mangkuk isi bubur itu lalu kembali duduk di kursi .


" gue mau ke kamar mandi dulu ucap Siska, lalu beranjak dari tempat tidur , Rian memundurkan kursinya dan meletakan mangkuk yang ia pegang di meja,


saat hendak turun dari ranjang yang posisi kaki susah di samping tempat tidur , Siska memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.


" kamu baik-baik saja, ,tanya Rian cemas


putri mengangguk dan mencoba berjalan ke arah kamar mandi,


setelah selesai urusanya di kamar mandi Siska keluar, dan berjalan ke arah ranjang, Rian masih duduk di kursi sambil memainkan ponselnya.


Siska duduk di tepi ranjang dan menaikan kakinya lalu menyandarkan lagi ke belakang tempat tidur dengan memberikan satu pantai di punggung Siska agar nyaman,


menyadari Siska sudah duduk di ranjang Rian membantu Siska untuk duduk.


Rian kembali mengambil mangkuk yang berisi bubur,


lalu duduk di atas ranjang di samping Siska,


"buka mulutnya, , pinta Rian


Siska membenarkan duduknya lalu mengambil sendok yang Rian pegang,


biar gue aja , ,. pinta Siska


udah l loe diem aja biar gw suapin


Siska pasrah saja karena memang Siska sangat lemah,


setelah selesai makan bubur yang tidak habis Rian membantu Siska meminum obat.


" setelah minum obat Siska merasa ngantuk ,


Lo pulang aja gue udah ga apa-apa ,pinta Siska pada Rian,, ,


males ahh, , , jawab Rian


udah Lo tidur aja gue mau tiduran di sofa sana Rian mengarahkan pandanganya ke sofa


terserah Lo, , !!!! Siska merebahkan badannya yang sudah ngantuk akan reaksi obat yang ia minum.


Rian merebahkan badannya di depan sofa ,


kalo Lo bosen bisa pergi kalo ngga nonton tv / nonton DVD siska bicara dengan posisi sudah merebahkan badannya di kasur.


" ok "

__ADS_1


ucap rian


.Lanjutt


__ADS_2