
Tiga hari telah berlalu setelah kejadian itu,sekarang sari sedang bersiap-siap untuk pulang.
sebenarnya sari tak boleh pergi oleh Felix dan Felix juga memaksa sari agar mau ikut dengan dirinya lagi, namun sari menolak dengan lembut dan memberikan pengertian kepada Felix
setelah selesai mandi dan siap-siap sari berjalan menghampiri Felix yang sedang meminum kopi disofa yang ada di dalam kamar, Felix menyeruput kopi yang nampak masih mengeluarkan asap,lalu meletakany lagi ke meja,
sari duduk di samping Felix ,
" apa kamu yakin tak ingin ikut denganku?" Felix menggenggam tangan sari dan menatap wajah sari dengan lekat dan penuh harapan,
sari menghela nafas lalu menghembuskan nafas perlahan," sudah kita bahas sebelumnya , aku tetap akan tinggal di sini apa lagi besok putra kita juga akan tinggal disini, aku sudah nyaman dan tenang di sini.
" baiklah jika itu keputusanmu, aku akan segera kembali kesini untuk mu" Felix sejenak mendongakkan kepalanya dan membuang nafas kasar lalu berdirian menuju jendela kamar ,dan menatap kosong ke depan dan mengepalkan tangannya.
sari menyadari emosi Felix kembali memanas,
segera sari mengikuti Felix dari belakang,sari ragu akan memeluk Felix karena takut dia akan marah, namun sari meyakinkan dirinya untuk melakukan itu, karena sari yakin emosi Felix akan reda saat dia peluk.
perlahan sari memeluk Felix dari belakang untuk menenangkan pria itu,
perlahan tapi pasti hembusan nafas Felix mulay teratur Felix melirik sekilas ke tangan sari yang melingkar di perutnya.
setelah di rasa cukup tenang sari melepas pelukannya lalu mensejajarkan dirinya di samping Felix, sari perlahan menurunkan tangan Felix yang masih memegang tepian jendela, sari mengusap punggung tangan Felix dan menatapnya, felix yang merasakan kelembutan sari langsung menatap sari yang sedang mengusap punggung tanganya,
sari mengajar wajahnya lalu pandangan netra mereka bertemu, sari tersenyum lalu bergelayut manja di lengan Felix,
sari ikut menatap kosong ke arah luar kamar dari balik jendela lalu Felix mengikuti arah pandang sari.mereka terdiam sejenak menikmati suasana di luar villa.hingga akhirnya Felix membuka suara
" sari kumohon ikutlah dengaku, sungguh aku tak sanggup lagi jika harus berjauhan denganmu,
bertahun-tahun aku mencarimu, sungguh aku tak bisa sari aku tak bisa" Felix berkata masih tetap menatap luar jendela sari mengarahkan pandanganya pada wajah Felix yang sudah mulay nampak keriput namun masih tetap gagah
." sungguh dari lubuk hatiku paling dalam aku ingin meninggalkan pekerjaan kotor itu sari ,
semenjak bertemu Luky hidupku berubah, Luky adalah penasehatku dan kamu adalah alasan aku untuk tetap hidup.
__ADS_1
Felix menundukn kepalanya untuk membalas tatapan sari,
" apa Luky tau jika kamu ayahny ? " sari bertanya
dan felix hanya menggelengkan kepalanya
sari bernafas lega ,karena putranya tidak mengetahuiny.
sungguh sari tak bisa membayangkan jika Luky tau siapa sebenarnya orang tua kandungnya.
" aku akan segera membereskan pekerjaanku, setelah semuanya selesai aku akan kembali kesini dan kita menikah !
Felix menggenggam tangan sari , sari yang mendengar kata menikah sedikit terkejut,
"apa yang kamu katakan tadi " menikah" ulang sari dengan wajah masih terkejut
" iya , apa kamu ingin kabur lagi setelah apa yang kita lakukan selama tiga hari ini, sari merasa bingung seolah tidak mengerti apa yang dimaksud Felix,
Susana yang tadinya tegang justru sekarang menjadi canggung saat Felix membisikan sesuatu di telinga sari,
sari yang mengerti akan bisikan Felix langsung menegang , dan terbata saat akan menjawab pertanyaan felix,
sari tersadar dan mengingat selama tiga hari tinggal bersama Felix,
hampir sepanjang hari mereka melakukan itu,
wajah sari langsung merona dan malu-malu,
" a- a- aku harus segera berangkat supirmu sudah menungguku di luar, sari berjalan cepat meninggalkan Felix yang masih menahan tawa akan perilaku sari yang malu-malu,
setelah sari keluar dari kamar Felix lalu mengikuti langkah sari untuk ikut mengantar sari pulang,
sebelumnya sari sudah memberi tahu klwrganya, jika diriny ada kepentingan di luar selama tiga hari namun sari tak menjelaskan semuanya kepada putri dan Sonya.
putri dan Sonya sebenarnya sangat penasaran terhadap sari namun pertanyaan-pertanyaan mereka di urungkan karena sari berjanji anak menjelaskannya nanti di rumah.
__ADS_1
setelah menempuh pejantan cukup lama akhirnya sari dan felix sampai di rumah putri jam sembilan malam.
putri dan Sonya masih terjaga menunggu kedatangan sari.
t o k t ok t o k, , ,
saat mendengar suara mobil dan tak lama suara ketukan pintu putri langsung berjalan menuju pintu rumah, lalu di ikuti nenek Sonya dari belakang.
pintu di buka oleh putri, saat tau yang di hadapan orang sangat ia rindukan putri langsung memeluk sang mama,begitupun juga sari yang sangat merindukan putrinya.
" kamu sudah pulang nak, cepatlah masuk udara di luar sangat dingin dan nampaknya akan turun hujan " ujar nenek Sonya yang sudah berdiri di belakang putri dan menatap keduanya
sari dan putri melepas pelukan mereka, lalu sari menatap wajah Sonya yang sudah sangat lelah terlihat dari wajahnya yang sudah tak sanggup untuk berdiri lama,
sari menghampiri ibunya dan mencium tangannya.
lalu memeluk wanita paruh baya itu dengan penuh rasa kerinduan.
Sonya mengusap punggung sari yang sudah terisak di pelukannya
" maafkan aku Bu sudah membuat kalian cemas" sesal sari di tengah Isak tangisnya.
" sudahlah yang penting kamu sudah kembali dengan selamat" ujar nenek Sonya
Sonya sejenak memperhatikan laki-laki yang masih berdiri didepan pintu dibelakang putri,sari mengikuti arah pandang sang ibu . sonya lalu menatap sari seakan meminta penjelasan.
sari yang mengerti akan tatapan dari sang ibu langsung menatap Felix untuk memberi salam kepada ibu dan anaknya,
Felix membungkukkan badannya memberi salam hormat kepada ibu Sonya.
lalu sari mengajak Felix masuk kedalam rumah.
mereka semua duduk diruang tamu , putri kedapur untuk membuat minum,
putri di dapur masih memikirkan pria yang bersama mamanya.
__ADS_1
" siapa laki-laki yang bersama mama gunanya di sela dia membuat minum.