GADIS kecil Ku

GADIS kecil Ku
Terciduk


__ADS_3

sampainya di rumah Willy yg tidak mampir dulu ia langsung pulang, karena sudah hampir tengah malam , hilangnya Luky membuat mereka pulang terlalu larut malam.


putri melangkah masuk terlebih dahulu meninggalkan luky di belakang, putri masih sedikit kesal karena merasa di kerjain oleh adiknya.


sebenarnya Luky memang bingung pas mendapati kakanya tidak lagi ada di depannya, luky pun cemas takut-takut dirinya tersesat karena belum paham daerah itu.


apalagi di tambah ponsel kakanya yang tidak bisa di hubungi, membuat Luky makin bingung , hingga akhirnya Luky masuk ke dalam taman lagi untuk mencari kakanya, cukup lama Luky berputar mengelilingi taman sambil menikmati indahnya taman kota itu,


hingga Luky mendapati kakanya yang sedang mencari dirinya,


jahilnya Luky ia tidak langsung menghampiri kakanya malah ada niat jahil dari dirinya yang ingin mengetahui seberapa khawatir kakanya pada dirinya.


hingga Luky merasa kasihan saat kakanya sudah sangat sedih dan frustasi mencarinya.


dan saat sudah di luar taman, niat Luky ingin membuat kakanya terkejut agar tidak sedih lagi dengan cara mengejutkannya.


alih-alih ingin mencairkan suasana malah mendapat tabokan dari sang Kaka, di tambah lagi sekarang kakanya manyun dan kesal akan tingkahnya.


" kak plisssss maafkan adikmu yang tampan ini " ujarnya saat putri hendak membuka pintu rumah


putri masih diam dan fokus membuka pintu yang sudah terkunci.


" Kaka " rengenya dengan suara memelas


putri menghela nafas perlahan lalu membuangnya, stelah itu ia menoleh ke samping adiknya dan mendapati wajah memelas Luky ,


karena tidak tega akhirnya putri memaafkan ulah adiknya itu.


" baiklah Kaka maafkan, tapi ingat !!!!!


jangan pernah mengulanginya lagi !!!! ancamnya dengan mengangkat tangan dan mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Luky tak lupa dengan sorot mata yang tajam,


Luky bergidik ngeri mendapati kakanya yang ternyata memiliki tatapan tajam dan dingin,


Luky menganggukan kepala perlahan.


" pantaskah bang Will takut, ngeri begini kalo lagi ngambek " gumamny yang samar-samar masih terdengar oleh telinga putri yang sudah melangkah masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" lukyyyyyyy cepat masukk , , , !!! apa kamu ingin tidur di luar. !!!! Kaka dengar !!!! " perintahnya dari dalam rumah dan Luky masih mematung di depan pintu,


Luky membulatkan matanya dan secepat kilat langsung masuk dan menutup pintu.


keadaan di rumah sudah sangat sepi,


bagaimana tidak sepi ini sudah tengah malam. akhirnya mereka masuk kamar masing-masing untuk istirahat.


Willy sampai di rumah langsung memberi pesan pada putri bahwa dirinya sudah sampai,lama menunggu balasan namun tak kunjung ada pesan masuk,


" mungkin putri sudah tidur " fikirnya


Willy masuk dalam rumah, tumben lampu dalam rumah masih menyala. " gumamnya


Willy masuk ke dalam lalu hendak mematikan lampu, namun sorot matanya mengarah pada benda yang tergeletak di sofa,


perlahan Willy melangkahkan kakinya menuju sofa dan mengamati beda yang tergeletak di sofa, lalu mengamati sekeliling matanya tertuju pada pintu kamar adiknya yang sedikit terbuka.willy perlahan melangkah ke arah kamar Rian , sayup-sayup suara aneh seperti suara wanita tertawa cekikikan terdengar dari dalam kamar adiknya,


saat sampai di depan pintu Willy menghela nafas saat ingin mengintip kamar adiknya.


perlahan Willy membuka pintu yang tidak tertutup rapat itu.


" akhhhh Malass lahh kamu curang " Siska cemberut dan memukul-mukul pelan pundak Rian karena dia kalah lagi dan lagi.


" hahahaha , , , ampun ampun sakit tahu !!!!" keluhnya saat di serang oleh siska yang tak henti-hentinya memberi pukulan.


" sekali saja biarkan aku menang kenapa si " Siska protes karena dia tidak pernah menang melawan Rian


" mana bisa seperti itu, sudahlah akui saja jika aku ini hebattt, , ," ujar Rian sambil mengangkat lengannya .


Siska cemberutt


" ekhemmmm, , ekhemmmm " Willy berdehem untuk mengakhiri perdebatan adik dan sahabat kekasihnya.


sontak Rian langsung diam dari tawanya, dan keduanya saling pandang lalu menoleh ke sumber suara,


" Abang, , , , ,!!!! " teriak Rian kegirangan mendapati abangnya sudah pulang. lalu beranjak berdiri hendak membuka abangnya.

__ADS_1


" stop, , , !!!! cegah Willy


saat mendapati adiknya hendak menghampirinya.


" Ken _


lalu Rian Dian di tempat.sebelum Rian protes


Willy langsung menimpali perkataan Rian.


" cepat antar Siska ke kamar tamu untuk beristirahat, apa kamu hendak mengajaknya begadang sampai pagi "!!!! Willy menatap Siska yang sedang menunduk malu.


Rian sejenak melihat jam dipergelangan tangannya,


" astaga, , , " Rian terkejut saat mendapati jam di pergelangan tangannya menunjukan jam satu dini hari.


" maaf sis saking asiknya kita bermain game , sampai lupa waktu, jadi bagai mana ini kamu mau aku antar pulang atau bermalam di sini" Rian bertanya


Siska berfikir sejenak belum Siska memberi jawaban Willy sudah menjawabnya terlebih dahulu.


" sudahlah menginap di sini saja ini sudah hampir pagi, tidak aman di jalan apalagi saat ini sangat rawan begal dijalan sepi,


jalan menuju rumahmu kan cukup sepi." jelasnya


Siska diam lalu memikirkan perkataan Willy,


" benar juga apa yang di katakan Abang sis, menginaplah di sini akan ku Anatar ke kamar tamu." ujar Rian


Siska menghela nafas ,sebenarnya dia tidak enak hati kepada Willy jika harus menginap di rumahnya,


namun bagaimana lagi ia dan Rian terlalu asik bermain game hingga lupa waktu.


" baiklah " ujarnya pasrah


setelah mendengar jawaban itu Willy langsung beranjak pergi ke kamarnya dan Rian mengantar Siska ke kamar tamu.


" selamat malam , tidur yang nyenyak jangan lupa mimpiin aku " ujar Rian yang sudah mengantar Siska sampai depan kamar tamu.

__ADS_1


" malam juga ," Siska tersenyum lalu masuk ke kamar dan menutupnya., , , ,


__ADS_2