
Mira saat ini sedang berada disebuah perusahaan terbesar di kota jakarta, dia sudah menyerah CV nya, ini adalah perusahaan yang kelima dia jalani dan berkahir di perusahaan besar tersebut.
Dia sedang duduk di kursi antrian menunggu namanya dipanggil untuk di wawancarai, Mira melihat begitu banyak saingan nya yang sedang mencari pekerjaan juga, dalam hati Mira selalu berdoa semoga ini adalah perusahaan yang Terakhir dia kunjungi untuk melamar pekerjaan dan bisa segera bekerja ditempat tersebut.
"Miracle Antares" ya gadis yang memiliki nama lengkap Miracle antares itu sudah mendapatkan giliran untuk segera diwawancarai.
Dia berjalan menuju ruangan tersebut walaupun sedikit nervous dia tetap melangkahkan kakinya, sesampai didepan pintu .
"Ayo Mira pasti bisa, huh tarik nafas pelan-pelan, buang, ah lumayan lega" ucap Mira menyemangati dirinya sendiri.
Tok tok tok "iya silakan" masuk jawab mba nya tersebut, langsung saja silakan duduk .
"Makasih buk" jawab Mira dengan sopan .
sesi wawancara pun berlangsung.
"Baik mba kami akan mempertimbangkan dulu apakah mbaknya layak atau tidak bekerja disini!, kami akan melihat calon pekerja yang lain dulu, untuk info nya besok perusahaan akan menelepon ke nomor yang ada di CV mba nya sendiri". ucap
__ADS_1
"Baik bu terimakasih kalau begitu saya permisi dulu" pamit Mira.
Keluar dari ruang wawancara "semoga besok aku udah bisa bekerja disini amin" doa Mira.
"Sebelum pulang mending aku keliling dulu sambil cuci mata xixixix".Sambil berjalan-jalan dia mengamati semua nya. "Wah ternyata gedung ini besar sekali bisa-bisa nanti aku tersesat lagi kalo keliling terus, mana belum ada yang aku kenal disini! ah sudah lahh aku pulang saja" batin Mira.
Karena Mira berjalan tidak fokus ke depan, tapi malah lihat kiri kanan, tanpa sengaja dia menabrak seorang pria yang gagah, ganteng, berwibawa dengan pakaian lengkapnya, dengan seorang laki-laki di sebelahnya juga tak kalah tampan dan gagah.
Mira sampai terdiam dan belum berdiri juga dari lantai karena terpesona dengan ketampanan pria tersebut.
Mira terhenyak dan langsung berdiri.
"Iya maafkan saya pak saya memang salah sekali lagi saya minta maaf" jawab Mir dengan tulus.
"Apa kamu bilang!, pak? saya masih muda begini kamu panggil pak. Kami pikir saya ini suami ibu mu! sudah lah gan ayok kita pergi malas saya berhadapan dengan cewek seperti ini sudah biasa paling juga cuma modus" ucap Agrel.
"Baik bos, mari "jawab Regan asisten pribadi nya.
__ADS_1
Dengan hati yang kesel Mira berjalan keluar gedung sambil bersungut-sungut. "dasar orang kaya, sombong banget nyesel tadi bilang ganteng, eh memang ganteng sih ah bodoh lah pokoknya aku kesel banget sama tuh orang siapa juga yang mau modus CK, liat aja kalo ketemu lagi" sungut Mira, padahal Mira belum tau saja siapa laki-laki tesebut.
Sampai di ruangan nya Agrel juga masih kesal."Siapa sih wanita tadi?, apa dia salah satu karyawan kantor ini? " tanya Agrel pada Regan.
"Sayang juga sebelumnya belum pernah liat cewek itu sih bos" jawab Regan.
Yasudah lah saya juga ga mau ambil pusing tentang itu, oh ya apakah kamu sudah menemukan sekertaris baru untuk saya?
"Belum tau bos saya belum tanya kepada bu nadia dia yang saya tugaskan untuk menyeleksi sekertaris untuk bos". Jawab Regan.
"Saya mau secepatnya besok saya ga mau tau sekertaris saya harus sudah ada" perintah Agrel.
"Baik bos akan saya usahakan secepat mungkin " jawab Regan.
Bagus, aku suka yang cepat-cepat.
Bersambung...
__ADS_1