
Tak terasa sudah seminggu mereka berada di desa suka maju, ya nama desa yang mereka kunjungi tersebut adalah suka maju.
Dan rencana mereka akan segera kembali
ke Kota hari ini juga, maklumlah namanya juga CEO di sebuah perusahaan, tidak bisa meninggalkan kantor begitu lama, dan tentu saja pekerjaan di sana juga sudah menanti agrel.
Dan juga waktu seminggu itu sudah lebih dari cukup untuk mengecek/mengawasi pembangunan proyek.
Semua berjalan dengan lancar, hanya ada sedikit masalah kecil, yang buat masalah itu banyak justru Agrel sendiri karena yang selalu
komen ini lah itulah pokoknya cerewet bangetlah.
"Apa semuanya sudah beres, ga ada barang atau apapun yang tertinggal lagi " tanya Agrel.
"Iya Pak sudah semuanya, tinggal masukin ke dalam mobil saja " ucap mira.
Yasudah pak tolong bantu angkatin semuanya ya!
"Ah baik bos" Jawab pak supir .
"Buk terimakasih yah, udah ijinin kita nginap
disini, udah ngerepotin ibu juga sekarang kami
mau pulang semoga ibu dan bapak sehat selalu ya dan suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi" ucapan mira dengan sedih karena harus meninggalkan desa tersebut.
"Iya nak mira, ga ada repot kok ibu malah senang, selama seminggu ini Ibu jadi ga kesepian, ada temen ibu ngobrol kapan-kapan kalian mampir lagi ya kesini ibu pasti senang banget, apalagi ibu ga punya anak perempuan". ucap bu rt.
Iya bu kalau ada waktu dan kesempatan pasti
mira mampir kesini! "sambil berpelukan".
"Ya udah buk, pak kami pamit dulu ini ada sedikit untuk ibu tolong diterima ya "agrel menyerahkan sebuah amplop kepada bu RT .
"Eh apa ini, ibu ga bisa terima ini kenapa harus begini sih" tolak buk Rt.
"Buk ini bukan bayaran, tapi anggap saja seorang anak yang sedang menyenangkan ibunya dengan memberikan sedikit rejeki yang dia dapat , masa ibu menolak rejeki "ucap agrel.
Mendengar itu mau tidak mau akhirnya dia menerima pemberian agrel, yasudah ibu terima iklhas kan?.
"Sangat ikhlas, saya juga mendapatkan pengalaman yang sangat besar disini buk
harus bisa bersyukur dalam keadaan apapun
karena ternyata masih sangat banyak orang diluar sana yang makan saja kesusahan,
tapi apa dengan saya sendiri yang masih sangat kurang bersyukur terima kasih buk untuk semuanya" ucap Agrel dengan tulus.
Buk RT dan pak Rt tersenyum mendengar
ucapan Agrel begitupun mira.
"sadar juga ternyata si bos semoga aja deh nanti setelah balik ke kota ga dingin lagi bisa lebih hangat lagi, ga marah² terus " batin mira.
Kami pamit dulu pak, buk kalau ada apa - apa
__ADS_1
tolong kabari agrel ya semuanya agrel serahkan pada pak RT kemungkinan nanti akan ada orang kepercayaan saya sekali sebulan datang untuk memantau pembangunannya.
"Iya Nak kalian hati - hati dijalan ya".
Ahirnya mereka meninggalkan desa itu, banyak kenangan dan pelajaran yang mereka dapatkan selama dikampung tersebut.
"Sedih juga ya pak ninggalin desa ini
pak Rt dan warga disini baik semuanya bikin jadi betah" ucap mira.
"Kamu aja yang betah kalau saya mah tidak
ya emang mereka semua baik-baik
tapi yang buat saya tidak betah semua susah,
sinyal aja susah gimana mau betah" sungut Agrel.
Iya sih sinyal susah, jadi yang urusan tower itu
jadi pak?
Ya jadi lah ya kali nanti ada rumah sakit
tapi untuk komunikasi saja susah, semuanya biar Regan yang urus .
Owh baik lah pak.
"Hening lagi tanpa suara".
jadi kamu tidak perlu berangkat ke kantor" ucap Agrel.
"Agrel yang fokus bicara sambil melihat ke depan tidak sadar kalau mira udah sampai di alam mimpi".
"Kenapa diam saja kurang liburnya" tanya Agrel lagi, karena tak ada sahutan dari lawan bicaranya akhirnya dia menoleh ke sebelah.
"Pantes ga dijawab ternyata udah enak - enak
tidur, lagian ni cewe ga ada takutnya main asal, tidur aja terlalu percaya sama orang lain,
gimana coba kalau dia dengan orang yang ga baik, huft asal tidur sembarangan" Agrel yang tidak habis pikir dengan mira.
"Agrel membuka jaket yang dipakai, lalu menyelimuti nya pada mira, karena baju yang dipakai mira sedikit ketat jadi ada ada pemandangan indah yang cukup membuat Agrel salah fokus.
Ah dasar wanita " agrel kesal sendiri ".
"Tapi kalau di lihat-lihat cantik juga dia bibirnya yang merah tipis, hidungnya yang mancung, bulu matanya yang lentik, ah tidak ketinggalan lehernya yang jenjang mulus "hus astaga mikir apa aku ini ga mungkin banget saya suka sama dia batin Agrel sambil
menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Pak supir yang melihat tingkah Agrel dari kaca".
"Bapak kenapa, bapak pusing? " tanyanya karena tidak tau apa yang dipikirkan Agrel.
Ah ga papa pak, saya baik-baik saja lebih baik bapak fokus aja ya.
__ADS_1
"Baik lah"
.
.
Tak terasa perjalanan panjang mereka akhirnya sudah hampir selesai mereka sudah memasuki kota jakarta.
Mira juga udah bangun sejak tadi.
"Sebelum kita sampai ke rumah lebih baik kita makan dulu, saya sudah sangat lapar" ucap Agrel.
Baik Pak.
"Mereka menuju sebuah restoran yang terkenal, kamu mau makan apa?" tanya Agrel .
"Saya seafood aja pak" ucap mira.
Mereka sudah memesan seleranya masing-masing, tinggal menunggu datang.
"Kamu tadi di mobil tidur aja, orang lagi bicara
malah di tinggal tidur tidak sopan"sindir Agrel.
Maaf Pak bukan tidak sopan, tapi memang kalau saya naik mobil pasti bawaannya ngantuk terus, dan pasti akan langsung tertidur.
Kebiasaan apa itu, lalu kalau kamu pergi dengan orang yang belum kamu kenal gimana kalau mereka berbuat yang aneh-aneh?
"Ya jangan sampai lah pak, saya juga ga tau kenapa begitu udah dari sananya pak "ucap Mira.
"Tadi saya ngomong kalau kamu saya kasih waktu 2 hari untuk beristirahat di rumah
jadi besok kamu tidak perlu berangkat kekantor dulu!" jelas Agrel .
"Tapi pak, gimana saya mau cuti kerjaan di kantor pasti sudah menumpuk mana tenang saya di rumah" jawab Mira.
Urusan pekerjaan kamu tidak perlu pikirkan,
ada regan yang membantu saya, jadi kamu pergunakan saja waktu cuti mu.
"Dua hari terlalu lama pak, satu hari saja cukup lagian saya juga tidak begitu capek udah istirahat di mobil juga" ucap Mira.
Ya udah lah terserah kamu saja dikasih cuti kok nolak, yang lain dikasih cuti seneng kamu malah ga mau .
Saya kan masih baru bekerja masa udah langsung cuti pak, ga enak dengan yang lain!
"Terserah kamu saja" ucap Agrel cuek.
"Pesanan mereka sudah datang, wangi dari makanan itu saja sudah langsung membuat cacing - cacing diperut berdemo minta untuk segera diisi".
"Nah makanya udah datang, cepet makan aja supaya langsung pulang" suruh Agrel.
"Baik Pak selamat makan" sambil tersenyum manis.
Bersambung....
__ADS_1