
Setelah selesai rapat mereka kembali ke ruang utama Agrel.
"Kamu kalo saya punya rekan bisnis laki-laki jangan sok cari perhatian deh pakai senyum-senyum segala lagi mau tebar pesona kamu!?" Agrel mengoceh tidak jelas di ruangan nya pada Mira.
"Maaf Pak tapi saya tadi tidak merasa cari-cari perhatian, atau pun tebar pesona! saya hanya melakukan pekerjaan saya sebisa mungkin pak kenapa bapak malah menuduh saya yang tidak-tidak" ucap Mira cukup kesal karena dituduh seperti itu.
Agrel terdiam seketika mendengar jawaban Mira, dalam hati Agrel "kenapa gue malah keceplosan marah -marahin dia sih, bego banget si gua ntar dia malah mikir yang aneh lagi ". Batin Agrel.
"Pak kenapa malah diam? yasudah lah saya lanjut pekerjaan saya dulu" pergi ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaan nya.
"Hm siapa juga yang diam, yasudah sana nanti ingatkan jadwal saya kalau sudah waktunya jam makan siang" elak Agrel.
Mira sibuk dengan pekerjaannya, begitu juga dengan Agrel yang sibuk dengan berangkas-berangkas yang harus ditandatanganinya yang sempat tertunda karena rapat tadi.
Setelah jam makan siang tiba.
"Pak sudah waktunya berangkat ke restoran yang sudah dijanjikan" Agrel baru sadar ternyata sudah jam 11:45 dia terlalu fokus mengerjakan pekerjaan nya sampai lupa waktu.
Hm"baiklah yasudah ayok langsung aja berangkat" menutup semua berangkas yang dikerjakan tadi.
" Saya juga ikut pak? "tanya Mira.
__ADS_1
"Ya iyalah kamu temani saya makan siang dengan klien itu, maksud kamu saya sendiri begitu?" jawab Agrel.
"Ya kan bapak bisa pergi sama pak Regan dia kan asisten bapak! yang setiap dimana ada bapak dia juga pasti ada. Dan saya juga malas pak nanti dituduh² lagi." Sela Mira
Tanpa Mira sadari tatapan mata Agrel sudah membulat, seperti tatapan yang ingin menerkam mangsanya hidup-hidup.
"Maaf pak, bukan begitu maksud saya! saya hanya tidak enak jika ikut makan siang dengan orang penting seperti bapak" sambil tertunduk ketakutan.
"Jangan banyak bicara, sekarang juga ikut saya ini perintah" sambil berjalan keluar ruangan nya.
Karena langkah kaki Agrel yang lebar, Mira harus berlari kecil untuk menyeimbangkan langkah mereka apalagi karena Mira yang memakai rok dan sepatunya yang lumayan tinggi.
Diparkiran ternyata Regan sudah menunggu mereka dengan mobil mewah nya itu, Regan membukakan pintu untuk bosnya itu, "Silahkan masuk bos!" ucap Regan.
"Heh kamu kenapa masih berdiri di situ aja, mau digendong dulu ga bisa masuk sendiri?" ucap Agrel.
"Eh bukan begitu pak, tapi saya bingung mau duduk dimana" ucap Mira kebingungan.
Ya duduk di samping saya lah emang kamu maunya dimana.
Baik Pak, Mira akhirnya masuk dan duduk disebelah Agrel.
__ADS_1
Regan pun menutup pintu mobil dan langsung duduk di depan karena yang akan menjadi sopir dadakan nya itu Regan .
Didalam mobil tidak ada yang berani buka suara semuanya diam dalam pikiran masing-masing.
Tiba tiba regan berdehem memecahkan keheningan, "ehkhem.. ehem.."
"Kenapa lo gan? batuk apa batuk" tanya Agrel sambil memancing sebelah alisnya.
"Iya bos batuk"ucap Regan lagi. Btw ini saya kayak berasa jadi supir deh bos! sendiri didepan" ucap Regan dengan memasang wajah puppies nya.
"Bisa diam tidak sih, kamu kan asisten saya jadi saya mau suruh apa aja ya terserah saya, kalau tidak senang bilang biar saya cari yang lain". Kata Agrel sedikit mengancam padahal sebenarnya dia juga mana mungkin mau cari pengganti nya Regan yang selalu setia setiap saat. Kayak apa aja ya setiap saat.
"Ealah bos saya cuma becanda tadi biar gak tegang tegang amat ni suasana gitu amat langsung main ganti aja" balas Regan.
"Ya makanya jangan banyak bicara lagi ga mood becanda saya" ucap Agrel .
Kayak cewe lagi Pms aja bos! pake ga mood segala.
"Saya bilang diam bisa ga sih" bentak Agrel menaikan sedikit nada bicaranya.
"Baik bos maaf maaf" jawab Regan yang langsung diam.
__ADS_1
Setelah sampai di restoran mereka bertiga pun masuk keruangan VIP yang sudah disewakan sbelumnya.
Bersambung...