
Setelah mereka pulang dari kebun, agrel yang sudah tidak kuat menahan gerahnya matahari yang cukup terik, berjalan kaki dengan jarak
yang lumayan jauh, apalagi seorang agrel
pranaja yang sangat jarang yang namanya berjalan kaki, cukup membuat dia kewalahan.
Pak capek ya, "tanya mira"
Udah tau pake nanya lagi, ya iya lah mana
panas banget lagi ini, emang kamu tidak kepanasan apa, ga takut hitam tu kulit biasanya kan cewe-cewe paling takut kena panas "malah Balik bertanya".
hehehe kan cuma nanya pak, ya panas sih, cuma takut apa saya mah bukan tipe cewe kayak gitu " ucap mira"
Ah serah kamu aja, sekarang saya mau langsung mandi aja, badan juga gatal semuanya!
"Yasudah silahkan pak, saya masih mau bantu bu RT di dapur buat makan siang, kata mira.
Ya silahkan saja.
" mira pun pergi kedapur untuk Memambtu menyiapkan makan siang dan mengolah
hasil kebun yang mereka bawa pulang tadi"
Buk, masa apa mira bantu ya!
Eh ga usah nak mira, udah biar ibu aja yang masak, mending nak mira istirahat aja
pasti cape kan abis dari proyek dan langsung ke kebun tadi.
Ah ga papa bu saya ga cape, saya bantu ya bu
sekarang saya bisa bantu apa nih?
Yaudah lah kalau ga cape, kalau begitu tolong
kamu Iris-iris bawangnya ya ibu mau potongan-potongan sayurnya dulu.
ah baik buk, "sambil memasak mereka berbincang-bincang".
Buk disini tinggal didesa pasti enak ya,
udara yang masih terjaga, persaudaraan
yang masih kuat satu sama lain, pokoknya
tenang lah ya bu? tanya mira
Ah tidak semuanya yang seperti nak mira lihat tetap aja di desa banyak kekurangannya,
seperti akses jalan yang belum memadai ,
akses internet yang susah, rumah sakit, dan banyak lagi .
Iya juga sih buk tapi, walaupun di kota semuanya sudah serba canggih, tapi polusi
dokota itu udah kotor buk, udara panas ,
bahkan rasa toleran juga udah sangat susah dikota buk.
Ya begitu lah nak mira mau tinggal di mana
pun pasti ada aja kekurangan, tinggal kita aja
yang menyesuaikannya sendiri untuk beradaptasi dengan lingkungan kita.
iya bu, bu saya tadi lihat foto keluarga diruang tamu , Anak-anak ibu kok ga ada yang kelihatan
maaaf bu saya lancang.
__ADS_1
Tidak apa nak mira, anak ibu semuanya melanjutkan sekolahnya dikota ,
satu ada di bandung ikut dengan bibinya, satunya lagi dijakarta tempat nak mira tinggal.
wah hebat juga buk, mereka kekota untuk melanjutkan sekolahnya, semoga aja
nanti mereka pulang bisa membawa ilmu yang
dapat memanjakan desa ini ya bu.
Aminn "ucap bu RT"
Kebetulan juga anak ibu yang dibandung itu
sekolah jurusan kedokteran, semoga nanti dia
bisa menjadi salah satu dokter hebat supaya
bisa bekerja dirumah sakit yang sedang kalian bangun itu.
"Iya bu amin ya "
"Tak terasa semua masakan mereka sudah beres"
Sudah beres semua, sekarang nak mira bantu
untuk menata di meja makan ya supaya kita makan bareng udah waktunya makan siang pasti mereka sudah pada lapar "ucap bu RT"
Ah iya bu .
"semua makanan sudah tertata rapi dimeja makan dan mereka ber 5 sudah kumpul untuk menyantap makan siang tersebut".
Maaf ya nak cuma bisa nyediain makanan alakadarnya saja" kata bu RT "
Ah buk ini aja kami udah sangat bersyukur, kami bisa nginap disini, makan dengan baik disini kurang apa lagi coba bu"sela mira "
Sama-sama nak mira, yasudah sekarang kita makan.
"Eh tunggu dulu itu apa hijau - hijau begitu"
tanya agrel.
Oh ini daun singkong pak, sayur bapak ga doyan yaa? tanya mira
Ah sayur apa itu saya belum pernah makan itu
jadi jangan dimasukkan, "kata agrel"
Ya baik lah, dan saat hendak mengambil ikan lagi agrel langsung menghentikan lagi.
Apa lagi pak ga mau juga, ini ikan pak ikan asin
coba aja enak kok.
Ah saya ga pernah makan ikan asin, yaudah nasi putih aja sama telor sambelnya itu,
"tunjuk agrel"
Hmm yaudah ni pak, makan aja susah bgt, make pilih-pilih lagi "gumam mira yang masih bisa didengar agrel"
Apa kamu bilang, saya masih dengar ya, sini saya udah lapar"mengambil piring yang di tangan mira"
"Pak supir, pak RT, dan buk RT hanya geleng-geleng saja menyaksikan perdebatan kecil itu"
sekarang kita makan ya, jangan berdebat lagi
besok ibu akan kepasar untuk beli daging dan sayuran supaya nak agrel bisa makan, sekarang makan alakadarnya aja dulu ya "kata bu RT"
Maaf bu, bukannya apa tapi saya belum pernah aja mencicipi makan seperti itu makanyaa saya
__ADS_1
tidak memakanya,
Iya saya paham nak agrel "jawab buk agrel"
"ahirnya mereka melanjutkan makannya dengan hening dan tenang"
.
.
Setelah makan siang mereka istirahat sejenak
sambil menikmati cemilan yang sudah diolah
tadi,
Ini apa lagi" tanya agrel pada mira karena melihat mira menyediakan piring dengan macam makanan "
Oh ini singkong dan pisang yang kita bawa dari kebun tadi pak, sekarang sudah jadi makanan yang enak cobain deh pak biar ga kudet
, biar pernah makan yang namanya singkong
"ledek mira"
Enak aja kudet, ya saya akan makan
Nah ini singkong rebus pak, yang ini ada kripik singkong, goreng pisang, blallalala mira menyebutkan macam olahan yang mereka buat
dari dua bahan tadi.
Waw banyak juga ya macamnya padahal tadi
cuma modal singkong dan pisang, hmm ide bagus ini kalau dibuat bisnis sepertinya bakalan berjalan lancar deh.
begini nih kalau otaknya bisnis dan bisnis "gumam mira"
Ya iyalah semuanya itu harus bisa kita maanfakan , otak harus jalan jangan cuma asal
lewat aja kalau mau sukses ya harus begitu.
iya iya Pak saya tau bapak cerdas, sekarang mending bapak nyicipin ini dulu, gimana rasanya.
Tapi kalau untuk makan ini semuanya saya tidak sanggup bisa"saya gemuk nanti pulang dari sini, saya nyicipin beberapa aja ya.
yaampun, baiklah pak terserah bapak saja!
"agrel mengambil singkong rebus terlebih dahulu" emm lumayan, tapi karna baru kali ini
makan singkong, di lidah saya rasanya asing !
mengambil pisang goreng "wah ini enak
langsung bersahabat dengan lidah saya, tapi
makanan ini mengadung banyak minyak, tidak
baik jika Sering-sering makan yang beginian
" malah berkomentar "
ya jangan Sering-sering lah pak sesekali saja
, apalagi makan pisang goreng di pagi hari
ah mantap deh pak, mama saya Sering
buat camilan ini "kata mira"
hmm yaa...
__ADS_1
Bersambung...