
" Sayang akhirnya kamu pulang juga, aku rindu kamu" Seorang wanita cantik berkuncir kuda yang masih menggunakan Chef Jacket terlihat berlari memberikan pelukan hangat kepada kekasihnya yang baru saja tiba setelah penerbangan dari Palembang.
Pria itu nampak tidak membalas pelukan kekasihnya, ia hanya diam tak bergeming menatap lurus kedepan.
"Sayang kenapa kamu diam saja sih, aku sangat merindukanmu . Kamu mendadak sekali mengabariku kalau kembali pulang ke Bandung"
"Nana, aku pulang karena ada hal serius yang harus kita bicarakan."
Wanita yang dipanggil Nana tersebut langsung antusias seraya menggenggam tangan kekasihnya.
"Wahh, kamu pasti mau melamarku kan. Pantas saja susah sekali kalau dihubungi ternyata sengaja ya mau memberiku kejutan" Nana mengedipkan sebelah matanya genit.
Tiba-tiba pria itu berjalan sembari menyeret Nana untuk duduk di bangku taman bandara Hussein.
" Mas Jeda ada apa ini sebenarnya, kamu menyeret aku segala. Kita baru ketemu lagi setelah dua tahun LDR loh, apa kamu tidak merindukanku sayang? Setidaknya tanya kabar Nana dulu, lalu cerita bagaimana perjalananmu dan pekerjaanmu disana"
Nana bertanya dengan nada sedikit kesal. Nana merasa ada hal yang tidak beres dalam diri Jeda.
"Ayo Putus Na, Aku akan menikah dalam seminggu ini bersama Sheila." Nana tercengang, tanpa basa basi Jeda mngucapkan hal itu.
Bagai tersambar petir Nana mendengar hal serius yang dimaksudkan Jeda padanya, dia diam terpaku. Lidahnya terasa kelu tidak bisa berkata apapun. Nana meremas jari-jari tanganya, merasa tidak percaya akan yang diucapkan Jeda. Jantungnya berdegup kencang tak karuan.
Semudah itu Jeda memutuskan hubungan mereka. Apa salahnya, itu yang sedang dipikirkan Nana padahal ia baru saja melepas rindu.
"Hahahaha kamu bercandakan kan sayang, siapa Sheila?. bisa saja membuat orang terkejut."
__ADS_1
Nana berusaha berfikir positif ia menganggap Jeda hanya bergurau. Namun saat ia melihat raut wajah Jeda yang serius ia mulai yakin dengan apa yang dikatakan Jeda adalah benar adanya.
"Biar aku jelaskan Nana, dalam dua tahun ini aku sudah muak menjalani hubungan jarak jauh denganmu. Kamu tidak pernah ada untukku, aku tidak bisa memiliki hubungan dengan cara seperti ini. Aku butuh sentuhan bukan sekedar perhatian. Kamu tau selama kita berpacaran 5 tahun ini aku sangat bosan karena kamu selalu menolak keinginan hasratku, ya kamu memang sangat cantik tapi kamu terlalu munafik dan sok suci. Saat aku merantau ke kota Palembang aku berkenalan dengan Sheila lewat sosmed. Dia cukup cantik, dia mengerti apa yang aku mau. Aku larut dalam pesonanya hingga aku membuatnya mengandung anakku. Dia juga selalu ada saat aku butuhkan. "
"Hey, apa kamu lupa alasan kamu pergi merantau ke Palembang bukannya untuk meneruskan cita-cita kamu menjadi seorang pebisnis handal dan menabung biar kita bisa menikah kan. Kenapa kamu tega mengkhianatiku, apa salahku. Aku menunggumu dengan setia, aku juga bekerja keras agar bisa membantu kamu menabung untuk masa depan kita. "
Nana menangis histeris, menutupi wajahnya. Mereka berdua menjadi bahan tontonan orang-orang yang melintas.
"Sudah lah Na, aku tidak bisa lama-lama aku harus mempersiapkan pernikahanku dan Sheila. Aku harap kamu cepat move on ya. Kamu akan terbiasa hidup tanpaku, kamu kan biasa hidup sendiri. Dan Doakan pernikahan kami, juga kelahiran anaku nanti, kamu anak yatim piatu doamu pasti terkabul." Jeda bangkit dari bangku sambil menggulung lengan kemejanya. Saat ia mulai melangkah pergi, hal yang tak terduga pun terjadi...
*Bugggggg
Jeda tersungkur dengan wajah mencium rumput. Sebuah sepatu boots tepat mengenai kepalanya lalu tergeletak disebelah telinganya. Jeda berusaha berdiri seraya mengusap bagian belakang kepalanya.
"Bajingannnnn, siapa itu!!!" Teriak jeda melihat kearah sekitar.
Ucap seorang wanita yang tak lain adalah Nana, ia berdiri dengan angkuhnya tepat di depan Jeda bertumpang tangan. Tatapan matanya seperti merendahkan. Tidak ada bekas airmata jatuh disana.
Jeda terkejut dan tak percaya.
"Bubbubbbukannya tadi kamu sedang menangis karena tidak rela aku tinggalkan, Na". tanya Jeda dengan wajah kebingungan.
Sepersekian detik Nana yang ia lihat sedang menangis tak berdaya tadi berubah menjadi sosok yang nampak angkuh sambil menyunggingkan senyum penghinaan.
" Hahahhaahah Aku menangis untuk bajingan pezinah seperti kamu? . Aku tidak bodoh dan se-naif itu. Malas sekali menyia-nyiakan air mataku yang berharga ini untuk pria bajingan seperti kamu. Oh iya aku punya kejutan untuk kamu. "
Nana melempar sebuah amplop yang berisikan beberapa foto ke wajah Jeda. Sehingga foto-foto itu berhambur ke lantai.
__ADS_1
"Ariana apa yang kamu lakukan, apa maksud kamu hah!!!!!". Jeda berteriak sampai urat nadi di pelipisnya menyeruak.
" Taraaaammmm aku memberikan kejutan yang aku siapkan khusus untukmu kamu, kenapa terkejut kan dengan perubahan sikapku? , lihatlah itu adalah potret seorang bajingan dengan jalangnya. Sebelum kamu berencana untuk memutuskan hubungan denganku, Aku sudah tau busuknya kamu Jeda. Kamu ingat Bety kan sahabatku sejak kuliah dulu? dua bulan yang lalu Bety sedang dalam perjalanan dinas ke Kota Palembang. Saat dia Check-in untuk beberapa hari di sebuah hotel Mmmmm.. apa namanya ya ohh.. Grand Papaya Hotel. Dia melihat dirimu bersama seorang wanita berpakaian minim sedang asik menikmati makan malam. Dia merasa harus segera memberitahuku atas apa yang ia lihat. Setelah itu Bety langsung menghubungiku ia bilang kamu berselingkuh, aku sama sekali tidak percaya aku sempat menjadi naif dan dibutakan oleh rasa cintaku padamu, aku tidak ingin merusak kepercayaan ku padamu. Tapi kemudian Bety menunjukan bukti foto-foto kamu yang ternyata selama beberapa hari juga bermalam di hotel yang sama dengan dia dan kamu selalu bercumbu di depan publik tanpa rasa malu. Lalu yang terakhir, saat Bety akan check out ia melihat kalian sedang menikmati breakfast bersama, dia sengaja duduk di kursi yang dekat denganmu. Ia mendengar kamu dan ****** itu menyebutkan namaku. Karena tingkat ke-kepoannya yang tinggi dengan sengaja Bety merekam pembicaraan kalian, mengirimkannya kepadaku dan aku semakin yakin kamu mengkhianati ku. Huhhh... Sekian dan Terima kasih Bajingan Sialan".
Jeda tidak merespon apapun yang dikatakan Nana, tidak ada ekspresi bahwa ia menyesal atau bersalah telah melakukan hal yang buruk pada Nana.
"Baguslah kalau kamu sudah tau sejak awal. Jadi aku tidak usah merasa bersalah lagi dan menjelaskan apapun lagi. Untuk apa cantik tapi tidak bisa dipakai. "
"Untuk apa ganteng tapi alatnya dipakai wanita murahan, murahan sekaliii ya bun.. Barang bekas memang cocoknya bersama sampah.. hahaha. Oh ya kamu sungguh sangat tau kan Doa dari orang yang terzalimi mudah terkabul? apalagi aku ya yang Yatim Piatu dan terbiasa hidup sendiri ini. huhhhh mujarab sekali... bagaimana kalau aku doakan kamu supaya saat kembali ke jalangmu itu kamu celaka .. patut dicoba sepertinya..?" Nana tesenyum mengejek. Melihat kemarahan yang tersirat diwajah Jeda.
"Tidak-tidak.. aku akan doakan yang terbaik untukmu, aku kan cantik, baik hati dan tidak sombong. Jadi biarlah Allah saja yang membalas perbuatanmu. Eitsss Satu lagi karena rekening tabungan pernikahan kita atas namaku dan selalu aku yang mengisinya jadi itu semua akan menjadi milikku, anggap saja hutang-hutangmu kepadaku selama kita berpacaran lunas. Dasar pria kemanapun si selalu "Pinjam Dulu" justru aku yang menyesal pernah mencintaimu"
"Dasar ular !!!, mungkin sedari dulu kamu hanya berpura-pura menjadi wanita yang baik. Bodoh sekali aku pernah menyukaimu. Semoga kamu tidak akan pernah bahagia juga mendapatkan pria yang lebih buruk dariku"
Jeda bergegas pergi dengan emosi yang meluap .
"Dahhhhhh, jangan mengemis untuk kembali ya.. dan semoga tidak benjol kepalamu, nanti jalangmu itu tidak mau lagi bersamamu"
Nana melambaikan tangannya ke arah Jeda yang pergi semakin menjauh.
"Saat pertama kali mendapatkan bukti perselingkuhan mu Jeda. Saat itulah aku berkata pada hatiku Ayo Putus. Aku tidak ingin membuang waktuku yang berharga hanya untuk orang sepertimu. Aku sudah merasakan kehilangan orang yang kusayangi dalam hidupku beberapa kali jadi mungkin satu orang lagi saja tidak apa"
Nana bergumam pada dirinya sendiri sembari menitikkan air mata.
"Huhhhh Ya Allah, apa ini? aku menangis? tidak-tidak boleh.. tidak Nana kamu kuat, kamu wanita hebat, wanita tangguh, wanita mandiri. Jangan menangis Arianaaaa." Nana tiba-tiba menangis tersedu ia tidak bisa menahannya lagi, walaupun ia kuat
ia tetaplah seorang wanita yang memiliki hati lembut.
__ADS_1