Gadis Tangguh Kesayangan Mr. Cedric

Gadis Tangguh Kesayangan Mr. Cedric
Daging Rendang


__ADS_3

Setelah selesai membuat Appetizer Nana kembali merenung, ia memikirkan kenangan apa yang paling membekas saat bersama keluarganya yang berhubungan dengan makanan.


Nana melihat semua bahan baku lain di Chiller dan Freezer, namun karena banyaknya bahan membuat Nana malah makin pusing.


*Dakkkk... Dakkk.. Dakkk..


Suara yang berhasil mengalihkan perhatian Nana itu berasal dari Pak sam butcher hotel yang sedang memotong daging sapi. Nana yang melihat itu terlarut akan kenangannya dulu bersama orangtua angkatnya.


*Flashback


"Ayah Nana ingin makan Rendang, boleh ya? "


 Nana bertanya pada ayahnya yang sedang sibuk menanam bunga matahari, sesekali ayahnya mengusap peluh di dahinya. Saat itu Nana berusia 6tahun.


"Nana ingin rendang? tapi ayah sedang tidak punya uang untuk beli daging sapi. "


 Saat itu kondisi keuangan keluarga Nana sedang kesulitan, usaha tanaman milik ayahnya sepi pembeli.


"Tapi ayah, besok ulang tahun Nana. Nana gak ingin kue dan hadiah cuma ingin satu potong rendang kalau boleh... " Nana tersenyum lucu.


Ibunya datang menghampiri mereka membawa rajutan boneka bunga matahari untuk Nana.


"Nanti, Ibu beli rendang untuk Nana ya. Nana kan anak pintar, jadi harus sabar ya nak.. "


 Ibu mengusap pucuk kepala Nana sayang.


"Asikkkk, terimakasih ibu. Nana sayang ibu" Nana memeluk ibunya.


Ayahnya lalu bangkit dan bekecak pinggang.


"Ohh jadi sayangnya cuma sama ibu ya.., "


Nana kecil berlari memeluk ayahnya.


"Sama ayah juga dong.. " Ayah dan ibunya tertawa bahagia.


Keesokan harinya, pagi hari sekali Ibu Nana bangun dari tidurnya. Ia membuka lemari pakaian, lalu meraih kaleng yang ternyata itu berisi uang yang ia tabung untuk keadaan darurat.


Setelah mengambil beberapa lembar uang, ibunya bersiap untuk pergi kepasar. Ayah pun terbangun karena suara yang ibu timbulkan.


"Bu mau kemana pagi-pagi sekali?" Ayah bertanya sambil mengucek matanya.

__ADS_1


"Ibu kepasar dulu sebentar yah, titip Nana gak lama kok"


Nana bergerak, sambil setengah merengek. Dengan cepat ayah menepuk-nepuk bokongnya.


"Ibu hati-hati ya.. "


"Jangan khawatir yah, seperti lupa siapa aku saja"


 Ibu lalu berlalu keluar rumah meninggalkan Ayah dan Nana. Jarak dari rumah kepasar tidak terlalu jauh, meskipun masih pagi buta tapi pasar sudah terlihat ramai. Ibu memasuki rumah makan padang, ia membeli satu potong Rendang khusus untuk Nana.


Setelah membeli sepotong Rendang, ibu melanjutkan langkahnya ke toko kue yang ada di seberang jalan.


"Wahhh, pas sekali kuenya bunga matahari secantik Nana... "


 Ibu melihat kue ulang tahun berbentuk Bunga matahari dan berniat untuk membelinya. Namun, saat melihat banner harganya ibu hampir saja tidak jadi membelinya.


Tiba-tiba Nenek pemilik toko menghampiri ibu dan bertanya.


"Nak, ada yang bisa kubantu? mau beli kue? "


"Iya tapi sepertinya uangku tidak cukup nek, anakku hari ini ulangtahun dia sangat suka bunga matahari. Apa ada kue yang sama tapi dengan ukuran yang lebih kecil? "


 Ibu berharap bisa membawa sepotong kue ulang tahun yang sama seperti itu untuk Nana.


Nenek pemilik toko membungkus kue itu untuk ibu bawa pulang.


"Terimakasih banyak Nek"


 Ibu membayar dengan sisa uang habis membeli rendang tadi pada Nenek pemilik toko kue. Lalu bergegas untuk pulang ke rumah.


"Alhamdulillah, memang rezekinya anakku".



Setelah sampai dirumah ibu langsung mengajak ayah untuk menghias ruang tengah dengan balon seadanya. Walaupun keadaan keuangan mereka sedang kurang baik tapi mereka selalu berusaha membahagiakan Nana.


" Ayah jangan berisik nanti Nana bangun.. "


Ibu memperingati ayah yang sedang memaku tali pengikat balon di dinding.


"Tenang bu pintu kamar sudah ayah tutup kok.. Nana tidak akan terganggu!"

__ADS_1


Beberapa menit berlalu dan semua nya sudah siap. Terdengar lah suara pintu yang dibuka perlahan.


*Krieeettt


"Ayahhhh, ibuuu dimana.. "


Nana terdengar setengah merengek. Ia keluar kamar dengan rambut yang berantakan dan mata yang masih rapat.


"Selamat ulang tahun sayang... " Kata Ayah dan Ibu kompak.


Nana membuka matanya.. lalu spontan melompat kegirangan.


"Wahhhh Ayah, ibu... " Nana berlari menghampiri mereka. Ayah menyalakan Lilin di kue ulang tahun Nana.


"Ayo sayang, berdoa dulu sama Allah lalu tiup lilinnya"


Nana yang duduk dipangkuan ibu menutup matanya sambil berdoa.


"Ya Allah, semoga Ayah, ibu dan Nana selalu sehat dan bahagia. Nana janji gak akan Nakal, Nana mau jadi anak yang baik dan pintar Juga saat besar Nanti Nana mau jadi koki yang pintar masak kaya ibu.. Amiin" Kedua orangtuanya pun mengamini doa Nana.


Ibu memegangi tangan Nana untuk memotong kue. Suapan pertama Nana berikan pada ibunya lalu diikuti oleh ayahnya. Kemudian kedua orangtuanya menyuapi nya.


Ibu menyerahkan Nana ke pangkuan Ayah, Ibu bangkit dari duduknya dan menyiapkan sepotong rendang lengkap dengan nasinya yang diinginkan Nana.


"Sayang ayo makan rendangnya sini."


Nana berdiri lalu duduk diatas kursi sendiri dengan antusias. Tetapi, saat ia akan memasukan suapan pertama ke mulutnya ia melirik ayah dan ibunya yang tersenyum bahagia melihatnya. Nana spontan malah menyuapi Ibunya, kedua pada ayahnya.


"Ayah dan ibu , Nana berterima kasih sekali sudah disayang. " Nana mencium pipi kedua orangtuanya.


"Sama-sama sayang" Ibu menjawab dengan terharu.


"Anak kita sudah besar bu" Ayah memeluk ibu. Sedangkan Nana ikut-ikutan memeluk mereka sambil tertawa riang.


*Flashback End


Nana selesai membuat Maincourse nya, ia membuat Beef Rendang With Creamy Mashed Potato. Ia memasak hidangan itu sambil mengingat kenangan indah tadi bersama kedua orang tua angkatnya..



Nana menitikkan air mata mengingat kenangan itu, betapa sayangnya kedua orangtuanya. Sehingga melakukan apapun untuknya meski di keadaan sulit sekalipun.

__ADS_1


"Huhhh, Tidak terlalu banyak kondimen tapi perpaduan rasanya selaras sekali.. tinggal dessert " Nana mencicipi masakannya sambil mengusap airmatanya..


__ADS_2