
Akhirnya setelah 15 menit, Nana sampai di Cafe Anumertha milik Sean sahabatnya setelah tragedi-tragedi yang terjadi tadi.
Anumertha diambil dari nama Ibunya Sean sendiri yang meninggal beberapa tahun lalu akibat sakit keras.
Tepat saat ia akan masuk ke dalam cafe suara teriakan seseorang yang melengking mengagetkannya.
"Heyyy, Wanita Amazonnnnnn.. darimana saja kau hah!! "
"Ayamm.. ayamm.. ayammm.. " Nana terkejut, ia mengelus dadanya.
Seorang pria tampan berkemeja hijau tosca dengan bagian lengan yang digulung rapi duduk berdua bersama seorang wanita cantik berbaju potongan Sabrina berwarna pink fanta tiba-tiba bangkit dari kursinya.
Pria itu berjalan ke arahnya sambil bertumpang tangan. Para tamu yang sedang menikmati makan siang dan berbincang juga ikut terkejut dibuatnya.
"Hehehe, Sye.. sehat? wahh kau makin tampan ya kalau dilihat-lihat.. "
Nana berusaha mengambil hati Sean agar tidak memarahinya.
"Darimana saja kau hah, aku dan Bety menunggumu hampir se-jam dan... iuhhh kau bau matahari Na., Apa kau tidak mandi hah? "
Sean menutup hidungnya, lalu menyemprotkan disinfektan yang selalu ia bawa kemanapun ke arah Nana secara brutal.
"Heyyy, apa yg kau lakukan. Termakan oleh ku tau, heyy aduh, uhhhukkk uhuukk.. sialan kau sye.. "
Nana sampai terbatuk mencoba mengibaskan tangannya, dan menghindar dari serangan semprotan disinfektan Sean.
"Kalian berdua, sudahlah ayo kemari. Menjadi tontonan para tamu apa tidak malu.. para ****** gila.. huhh"
Bety memanggil mereka sambil fokus pada hpnya dan terus mengunyah kacang pistachio yang ia curi dari dapur cafe milik Sean.
Nana pun berlari ke tempat dimana Bety duduk, disusul oleh Sean yang masih cemberut.
"Kemari lihat ini, Huhh tampan sekali kan. Min Ho Oppa, Ohhh my god.. lihat roti sobeknya minta digigit uhhh.. tapii.. dia terlibat skandal dengan artis berinisial S menjengkelkan sekali"
"Sudahlah, Bet jangan menghayal nanti kau tambah gila hahaha"
Nana hendak mengambil kacang pistachio yang ada di mangkuk di hadapan Bety. Namun Bety, menepuk tangannya agak keras.
__ADS_1
"Awww sakit kau pelit sekali kepadaku.. " Nana bereaksi seperti hendak menjambak rambut Bety.
"Biarkan saja wleee.. kalau kau mau ambil saja sana sendiri" Bety meledek Nana dengan menjulurkan lidahnya.
"Heyy kau terus saja mencuri bahan makanan di dapur Cafe ku, bisa bangkrut aku..! " Sean memijat pelipisnya kesal.
"Sye, aku lapar.. sejak pulang kerja tadi aku belum makan apapun. Sepertinya Burrito yang penuh dengan keju, dan alpukat, daging yang juicy, tomat yang segar, selada dannn.. "
"Iyaaa iyaaa, aku pesankan wanita sialan tapi aku sayang.. Chef tapi kelaparan bagaimana ceritanya"
Sean beranjak dari duduknya untuk memesan menu yang Nana inginkan sambil mengoceh.
"Terimakasih Syesye Sayang..hehe "
"Na, kau jadi ke Bandara tadi menemui si bajingan itu? apa kau sudah mengakhiri hubungan dengannya? kau pasti sangat sedih sekarang "
Bety menghentikan aktivitasnya, dan mulai menanyakan perihal apa yang terjadi di Bandara tadi antara Nana dan Jeda.
"Iya, semua sudah berakhir sekarang. Aku sudah merelakannya. Awalnya aku sangat sedih mengingat bahwa aku akan kehilangan dia. Tapi setelah aku pikir-pikir Allah sengaja memperlihatkan keburukannya lewat kau Bety agar aku tidak berjodoh dengan orang yang salah. "
Nana membuang nafas kasar..
"Huhhh, dia benar-benar tidak merasa bersalah saat aku perlihatkan bukti perselingkuhannya, malah ia merasa bangga bisa mengahamili si ****** itu. "
Sean datang membawa seporsi Burrito dan segelas Vanilla Latte kesukaan Nana. Ia pun duduk di sebelah Nana.
"Hey don't be sad baby, kau itu cantik, sukses, sexy dan pintar. Tidak usah sedih kehilangan Pria bangsat, Gila, Tidak modal seperti dia.. "
Sean mengelus kepala Nana dengan lembut.
Bety menggenggam tangan Nana menguatkannya.
"Kami percaya padamu, kau itu kuat dan tangguh, kau bisa menghadapi segala rintangan hidup sendirian. Kau bekerja keras untuk sampai di titik ini tanpa siapapun, kami hanya mendukung mu dari belakang, menjagamu agar kau baik baik saja.. Jadi mulai sekarang fokuslah untuk membahagiakan diri sendiri, buanglah masa lalu buruk sambutlah masa depan yang cerah yang sedang menantimu."
"Uhhhh terharu.. " Nana memeluk mereka berdua..
"Terimakasih, kalian tau berkat adanya kalianlah aku bisa melewati semua ini.. Aku menyayangi kalian... "
"Kau itu sudah ku anggap seperti adikku sendiri.. kau bersedih itu bukan gayamu... jijay sekali"
__ADS_1
Sean menjitak kepala Nana sambil tertawa disusul oleh Bety mencubit pipi Nana yang sedikit chubby.
"Aduhhhh, " Nana kesakitan akibat tindakan Sean dan Bety.
"Hahahaha, hahahahaha sialan kalian berdua"
"Kau saja yang lebay" Bety tertawa memegang perutnya.
"Hahahahahaha" Sean tak hentinya tertawa.
"Tunggu sebentar, aku masih jengkel dengan berita Min Ho Oppa berkencan. Menurut kalian siapa Artis dengan inisial S itu?. "
Bety kembali merasa cemburu dengan kabar berita tentang Aktor Favoritnya. Ia kembali cemberut tak menghiraukan Sean dan Nana yang masih cekikikan.
"Yaa siapa lagi kalau bukan S untuk Syesye... " Sean menjawab dengan penuh percaya diri.
"Iuuuhhhhhhh" ucap Nana dan Bety berbarengan..
"Kau tidak malu mengatakan itu, kau sama ber-telurnya seperti Min Ho Oppa, Kemari dekatkan wajahmu"
Bety meraih wajah Sean dan menolehkan nya ke kanan dan kiri.
"Tuh kan, ternyata kau juga lumayan mirip dengan aktor-aktor Korea. Kau itu tampan, dan mapan hanya saja... Mmm bagaimana ya menjelaskannya... Mmm.. "
Bety bingung mendeskripsikan Sean, takut Sean akan tersinggung dengan ucapannya.
"Hanya saja Kau harus Terima kalau kau itu punya telur.. Punya telur kok ingin punya kacang.. iri saja pada wanita.. "
Nana tidak sadar dirinya keceplosan, ia mengatakan itu sambil terus mencemil kacang Pistachio.
Beberapa saat kemudian ia tersadar dengan apa yang ia katakan tadi, suasana jadi mencekam. Nana menoleh ke arah Bety, Bety berpura-pura memainkan hpnya. Lalu ia berbalik menoleh ke arah Sean, Benar saja Sean menatapnya dengan tajam seperti akan mencekiknya saat itu juga.
"Hehe, Sye aku hanya becanda, kkkau memang tampan dan mapan. Dannn dannn... Aku ke Toilet duluuu"
Nana berlari ke toilet agar terlepas dari amukan Sean.
"Heeeey Wanita Amazon kurang ajarrrr... Awas kau ya...!!! Tak akan ku berikan Burrito gratis lagi...!! "
Sean kesal karena ucapan Nana ditambah melihat Bety yang tidak bisa menahan tawanya lagi.
__ADS_1
"Kau juga sama menertawakanku, awas kau ya dasar Yeti.. "
"Hey aku kan tidak ikut campur.. hahaha"