Gadis Tangguh Kesayangan Mr. Cedric

Gadis Tangguh Kesayangan Mr. Cedric
Hari Yang Melelahkan


__ADS_3

Setelah tragedi cinta yang Nana alami di Bandara Hussein. Ia berinisiatif untuk mengunjungi Cafe milik sahabatnya di Jalan Wastu Kencana, Bandung. Ia bergegas keluar Bandara menuju tempat parkir, lalu menaiki Motor jap style kesayangannya yang ia beri nama "Johan".



" Ayo Jo, semua sudah berakhir aku tebebas dari hubungan sialan itu. Sekarang kita menuju Cafe SyeSye saja. Aku butuh secangkir Vanila Latte gratis dan sepiring Burrito. "


Nana segera tancap gas, dan Johan bertugas membelah jalanan kota Bandung.


Saat tengah melaju kencang, lampu lalu lintas tiba-tiba berubah menjadi merah.


"Sial!!!, harusnya aku lebih kencang tadi. Aduhh macet sekali" Nana menggerutu.


Jalanan yang padat, dan cuaca yang panas seperti sengaja membuat kekesalan hati Nana meningkat, ia tak hentinya mengumpat. Pandangan Nana menyipit, ia melihat seorang nenek dan cucunya yang sedang membersihkan kaca sebuah mobil menggunakan kemoceng.


"hmmm.. kasihan sekali anak itu dan neneknya, walaupun aku sudah tidak punya orang tua tapi seharusnya aku lebih bersyukur dengan keadaanku sekarang."


Lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, Nana pun melajukan motornya. Namun karena kendaraan yang padat akhirnya ia terhenti di Zebra cross karena lampu lalu lintas kembali merah untuk yang kedua kalinya. Nana menghembuskan nafasnya, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Lalu Sebuah mobil Avanza berhenti disebelah motornya. Nenek dan cucunya tadi kembali datang untuk membersihkan kaca mobil pengendara avanza tersebut. Namun entah apa yang dilakukan bocah laki-laki itu sehingga sang pengendara keluar dari mobil lalu menyeret tangannya dan memukuli bokongnya. Si nenek terlihat minta maaf dan menangis sambil memohon agar cucunya dilepaskan.


Nana kesal melihat pemandangan itu, sontak ia bangkit dari motornya dan menghampiri keributan.


"Maaf, ada apa ini tuan?" Nana bertanya dengan sopan santun.


"Mau apa kau ikut campur urusanku dengan si gembel tua dan cucunya ini hah? " si pengendara malah menjawab pertanyaan Nana dengan ketus.


"Apa kau bisa menjawab dengan sopan, aku hanya bertanya bukan meminjam uang." Para pengendara lain tertawa dengan ucapan Nana yang berani.


"Kamu tidak apa-apa sayang, apa ada yang sakit? "


Nana merengkuh tubuh kecil bocah itu. Sambil menelisik dan mengusapinya. Si nenek hanya bisa menangis sambil memperhatikan cucunya. Nana menyuruh nenek untuk mundur dan berlindung di belakangnya.

__ADS_1


Nana sendiri malah maju lebih dekat ke pria gendut botak yang memarahi nenek dan bocah itu. Ia memberi tatapan tajam kepada si pria gendut itu tanpa rasa takut.


"Apa yang kau lihat wanita bodoh, aku bilang jangan ikut campur urusanku dengan gembel tua dan cucunya yang kotor itu. Berani sekali mengotori mobil ku.!! "


"Memangnya apa yang mereka lakukan hah? mobil mu tidak lecet, tidak rusak. Yang aku lihat mereka hanya sedang mengais rezeki dengan membersihkan mobilmu."


"Ya memang benar Si gembel tua membersihkan dan bocah itu menempelkan tangannya yang kotor ke kap mobilku sampai membekas. Aku ini harus mendatangi sebuah pertemuan penting dan kau malah mengotori mobilku...!!! kemari kau.!!"


Si Botak ingin kembali meraih lengan bocah itu dengan kasar tapi Nana menahannya. Terjadilah tarik-menarik disana.


Lampu lalu lintas kembali menjadi hijau, tandanya semua pengendara harus mulai melaju. Namun karena adanya kejadian ini malah membuat kemacetan, untungnya dua petugas Polisi dari pos setempat menghampiri mereka mencoba melerai. Bunyi klakson saling bersautan membuat Nana semakin Naik pitam.


Para pengendara yang ada diseberang jalan pun sejak tadi tidak melepaskan pandangan dengan apa yang terjadi, mereka penasaran bagaimana kelanjutannya namun mereka terpaksa harus melaju dan meninggalkan tontonan keributan itu.


"Mohon maaf kalian telah membuat keributan sehingga menyebabkan kemacetan yang membuat para pengendara lain merasa terganggu." Dua orang petugas Polisi menghampiri dan menegur mereka.


"Mereka bertiga yang melakukan kesalahan pak saya yang dirugikan, aku tidak mau tau mereka harus ganti rugi. Sebesar 1 juta rupiah"


"Hey... Kau yang memulai keributan, kau yang meminta ganti rugi. Kau buta ya, mobilmu tidak tergores sedikitpun hanya ada noda kecil. Atau kau memang bodoh hah? Biar ku tunjukkan cara mebersihkannya. "


"Sudah, bereskan. Begitu saja sulit."


"Kau pelacur sialan, akan ku laporkan kau kepada temanku yang seorang petinggi kepolisian agar kau dipenjara!!!! "


Sangking emosinya si Botak mencoba melayangkan tamparan pada wajah Nana, ia lupa bahwa ada petugas Polisi di dekatnya.


"Justru anda yang bisa kami jebloskan ke penjara karena telah melakukan tindak pidana kekerasan, pencemaran nama baik dan pelecehan. Sekarang Anda harus ikut dengan kami. "


Si botak di seret menuju pos oleh salah satu petugas Polisi , meski ia berusaha berontak dan melepaskan diri.


"Apa yang kalian lakukan hah, lepaskan aku, mereka yang bersalah. Ayo!!! lepaskan heyyy, aku ini seorang pejabat pemerintah. Akan ku laporkan kalian semua!!! lepaskan!! "

__ADS_1


Petugas polisi yang lain mulai mengatasi kemacetan. Nana berjalan kearahnya untuk berterima kasih sambil mendorong Johan. Mobil si Botak pun sudah di pindahkan ke sayap jalan.


"Terimakasih Pak, atas bantuannya. Jika bapak dan rekan tidak datang tepat pada waktunya, kami tidak tau apa yang akan terjadi"


"Sudah menjadi tugas kami, dan apa yang nona perbuat adalah hal yang sangat baik dan berani. Kami bersyukur masih ada anak muda yang peduli terhadap sesama. Kalau begitu kami akan kembali bertugas, sampai jumpa"


"Terima kasih pak polisi" suara kecil memecah suasana.


"Sama-sama nak" Petugas polisi itu melangkah menyusul rekannya yang membawa si Botak menuju pos setempat.


"Huh... Hari yang Melelahkan" Nana baru melepaskan Helmnya, ia mengelap keringat di dahinya.


"Terimakasih Nak, telah membantu kami". ucap si nenek sambil mengelus kepala cucunya sayang.


" Sama-sama, nek" Nana tersipu.


" Halo aku Nana.., siapa namamu jagoan kecil? " Nana mengulurkan tangan pada bocah kecil itu.


"Namaku Dery kakak cantik, terimakasih ya kakak bantu Dery dan Nenek" Bocah bernama Dery itu menyambut uluran tangan Nana.


"Sama-sama sayang" Nana mencubit pipi Dery gemas. Karena waktu semakin menipis akhirnya Nana menyudahi percakapannya dengan Nenek dan Dery.


"Nek, Maaf aku tidak bisa berlama-lama ya, Ini ada sedikit uang untuk nenek dan Dery. Aku tidak bermaksud menghina anggap saja ini bantuan kecil ya."


"Tidak usah nak" nenek mencoba memberikan uang Nana kembali.


"Nek, aku akan sedih jika Nenek tidak mau menerimanya. Terima ya nek."


"Terimakasih Nak, semoga bahagia" Nenek memeluk Nana, dan Nana pun tidak menolaknya, ia merindukan pelukan ibunya..


"Yasudah kalau begitu, Nek, Dery sehat-sehat ya maaf aku harus pergi menemui temanku. Dahhh Dery" Nana langsung menaiki Johan dan berpamitan.

__ADS_1


"Hati-hati Nak"


"Hati-hati kakak cantik" Dery melambai dengan antusias..


__ADS_2