
"Aku tidak apa-apa, singkirkan tanganmu.. " Nana menghempaskan tangan Deva.
"Sakit Na, aku hanya khawatir pada ayangku!! hehe!! Deva melengos sambil tersenyum menyebalkan.
" Hehhhh siapa yang kau panggil ayang hah!! mau ku jurus kau.. ayang, ayang!!! " Nana kesal terhadap Deva dan bersiap untuk menendang wajah Deva.
"Tidak, tidak Na. Kasihani jomblo ini hahahah" Deva berlari menghindar lalu kembali ke section nya.
"Iseng sekali, belakangan ini aku banyak bertemu dengan pria gila " Nana memijat pelipisnya.
"Oke sekarang mari kita lihat isi chiller dan freezer, siapa tau aku dapat ide" Nana berbicara kepada dirinya sendiri.
Sedangkan Cedric masih tidak beranjak dari posisinya yang mengawasi Nana dengan fokus dari laptopnya yang tersambung dengan CCTV di dapur, bahkan saat Sylvia sedang menjelaskan pun tidak ia hiraukan.
"Tuan menurut divisi keuangan, adanya selisih keuntungan itu berasal dari laporan pak Anwar. Direktur Sincere Cosmetic sendiri ia beralasan karyawannya lah yang culas selalu mencuri produk lalu dijual personal. " Sylvia menjelaskan masalah keuangan pada Cedric secara rinci.
"Tuannn, kau mendengarkan ku? "Sylvia bertanya pada Cedric.
" Apa itu ayang? jawab aku segera! " Cedric hanya menjawab pertanyaan Sylvia dengan pertanyaan lagi.
"Apa??.. ayang? " Sylvia heran dengan Cedric yang bersikap aneh.
"Ayangg itu, panggilan sayang dari seorang pria kepada wanitanya begitupun sebaliknya saat mereka ada dalam suatu hubungan. Kenapa tuan menanyakan itu?? " Sylvia menjelaskan definisi dari kata ayang.
__ADS_1
"Brengsek tak kan ku biarkan!!! "
Cedric tiba-tiba beranjak dari kursinya lalu melangkah keluar ruangannya dengan tergesa-gesa.
"Tuaannn, kakk kau mau pergi kemana? " Sylvia memanggil Cedric dengan lantang namun Cedric seakan sengaja tidak mendengarnya.
Saat Cedric keluar pintu, ia berpapasan dengan John yang hendak masuk sambil membawa berkas di tangannya .
"Tuannn kau mau kemana? apa ada hal yang terjadi"
John bertanya pada Cedric tapi Cedric tidak menjawab dia meneruskan langkahnya dengan wajah penuh amarah. John yang khawatir terjadi sesuatu segera menyusulnya dari belakang.
Para karyawan hotel menyapanya, tapi tidak ada jawaban sepatah katapun dari mulut Cedric.
John yang sedari tadi mengikuti Cedric dari belakang, bingung dengan kelakuan Cedric dan bertanya-tanya mengapa Cedric pergi kesana dengan terburu-buru. Joh pun ikut masuk kedalam takut terjadi sesuatu.
"Tuannn Cedric, apa kabar? ada yang bisa kami bantu? kami terkejut atas kedatangan anda secara langsung. "
Father Lu Han menanyakan maksud dari kedatangan Cedric ke dapur, karena tak seperti biasanya ia langsung kesana, biasanya ia akan menyuruh fnb manager lalu mengkoordinasikannya dengan Executive chef/Father Lu Han bila butuh sesuatu.
Nana yang mendengar nama Cedric disebut menoleh. Dan benar saja ia sama terkejutnya dengan yang lain. Nana diam mematung. Sedangkan Cedric melihat kearahnya dengan sorot mata tajam.
"Apa lagi kesalahanku! " Nana berteriak dalam hati.
__ADS_1
Pandangan Cedric seperti sedang mencari seseorang, semua staff disana heran bahkan pertanyaan Father Lu Han pun tidak Cedric jawab. Akhirnya dia menemukan sang pelaku penyemat kata ayang pada kelincinya, Deva berdiri di depan pastry section melihat kearahnya.
Cedric menghampiri nya, ia memandangi Deva dari kepala sampai kaki. John yang melihat kelakuan Cedric hanya bisa menggeleng kan kepala. Cedric merasa Deva tidak ada apa-apa nya dibandingkan dia.
"Kau, dipecat! " tanpa basa-basi Cedric mengatakan hal itu. Wajah Deva pucat pasi ia tidak tau apa kesalahannya sehingga CEO memecatnya secara langsung. Father Lu Han dan yang lain pun kebingungan.
"Tapi tuan apa salahku?" Deva tidak terima dipecat begitu saja tanpa melakukan kesalahan apapun.
"Tuan ada apa ini, maaf jika ada hal yang menyinggung mu, yang melibatkan divisi kami. Tapi apa tidak sebaiknya dibicarakan dulu? " Father Lu Han mencoba menengahi.
Tapi Cedric yang tak kenal ampun tidak merespon, sekali ia katakan maka ia tidak akan mencabut perkataannya lagi.
Cedric melihat kearah Nana dengan tatapan mematikan lalu pergi berlalu dari sana.
"Kalian tenang saja aku, akan mengurus ini." John mencoba menenangkan mereka lalu ikut berlalu dari sana.
Deva yang masih berdiri di posisinya diam tak bergeming, ia tidak percaya bahwa hari ini adalah hari terakhirnya bekerja.
"Father, apa salahku? mengapa aku dipecat tidak hormat seperti ini. "
"Kau tenanglah dulu, aku akan mencoba berbicara dengan tuan Cedric nanti. Kembalilah dulu bekerja".
Nana tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Cedric, Ia merasa heran saja dengan hal yang menimpa Deva. Mereka bertemu dengan CEO saja tidak pernah hanya baru kali ini, berbeda dengan Father yang sudah sering bertemu dengannya. Lalu apa yang membuat Cedric marah.? Sehingga memecat Deva tidak hormat. Itulah yang ada di benak Nana sekarang ini.
__ADS_1