Gadis Tangguh Kesayangan Mr. Cedric

Gadis Tangguh Kesayangan Mr. Cedric
Kelinci kecil yang nakal.


__ADS_3

Beralih ke dapur disana terlihat ramai, ada yang sedang Memasak diatas Wok dengan api flambe, ada yang sedang mengupas bawang, dan ada yang sedang membersihkan sisik ikan , setiap staff sudah memiliki pekerjaannya masing-masing.



Nana mulai memakai apron dan memakai hat chef nya lalu mengasah pisau bertuliskan namanya. Ia sangat perhitungan, ia akan marah jika ada yang memakai pisaunya. Sedangkan Bima mengambil posisi memanaskan berbagai macam sauce.


"Na apa kau sudah mendapat gambaran tentang menu barunya? " Seorang pria paruh baya mendekat dan bertanya pada Nana.


"Iya Father, aku sudah punya gambaran. Tinggal hajar saja jangan khawatir... hehe"


Nana tertawa masam. Ia terpaksa berbohong kepada pria paruh baya itu yang tak lain adalah executive chef nya yang bernama Lu han. Ia adalah pria keturunan Tionghoa berusia 70 tahun, namun para anak buahnya selalu memanggilnya Father karena sifatnya yang penyayang namun tegas seperti seorang ayah.


"Baguslah, aku selalu mengandalkan mu. Kau pantas menyandang gelar Sous Chef di usia muda. " Father Lu Han memuji Nana dengan menepuk-nepuk pundak Nana. Lalu ia berlalu dari sana.


Bima menoleh dan bertatapan dengan Nana tanda bahwa ia mengkhawatirkan Nana. Nana pasrah dengan keadaan. Ia merasa harus pergi ke toilet sebentar untuk menenangkan pikirannya.


Ia berjalan di lorong yang sepi menuju toilet Karyawan wanita. Tiba-tiba sebuah tangan pria menariknya menuju ruangan meeting yang kosong diantara lorong-lorong itu.


Nana berteriak namun, tangan pria itu dengan cepat membekap mulutnya. Alangkah terkejutnya Nana melihat siapa orang yang menariknya itu. Ternyata dia adalah Cedric.


"Ya allah pria aneh ini, mau apa dia. Ya allah tolong aku. "


Nana berusaha membela dirinya ia mencoba mengaitkan kakinya pada kaki Cedric agar pria itu jatuh tetapi tidak bisa Cedric terlalu kuat ia seperti mengetahui apa yang akan Nana lakukan.

__ADS_1


Cedric malah memandangi setiap inci dari wajah Nana dengan terpesona. Nana masih terus mencoba melepaskan diri dari Cedric. Namun usahanya belum berhasil.


"Kau sangat-sangat cantik, apalagi dilihat dari dekat. kau hanya milikku jadi jangan dekat dengan siapapun atau aku akan membunuh siapapun yang mendekati mu."


Cedric menghirup aroma dari rambut Nana. Ia merasa candu akan setiap jengkal dari tubuh Nana. Cedric menjauhkan tangannya dari mulut Nana, lalu mencium bibir Nana dengan brutal.


Nana membulatkan matanya, ia tidak Terima dilecehkan seperti ini. Nana menendang alat milik Cedric dengan keras tapi Cedric seperti tidak merasakan apapun. Dia tidak merasa kesakitan. Cedric malah terus mencium Nana tanpa henti. Nana mengigit bibir Cedric dengan kencang. Akhirnya Cedric menjauh, namun malah tersenyum smirk kearahnya.


"Jangan kira karena kau pemilik hotel sekaligus atasan ku kau bisa melakukan apapun seenaknya padaku bajingan..!!! " Nana bernafas tersengal sambil mengelap bibirnya.


"Kelinci kecilku marah ternyata. " Cedric kembali mendekat ke arah Nana.


"Apa kau tidak ingat padaku? " Cedric bertanya sambil meraih wajah Nana. Jarak antara mereka hanya beberapa centi. Nafas Cedric terasa hangat menerpa wajah cantik Nana.


"Ini baru awal, ingatlah kau hanya milikku kelinci kecil. Jadi jangan nakal atauuu... " Cedric mencium leher jenjang Nana.


"Aku akan membuat mu menjadi milikku seutuhnya. " Cedric perlahan berjalan mundur meninggalkan Nana.


"Aku akan melaporkan mu pada polisi, beraninya kau melecehkan ku dan mengancamku. dan siapa kau mengatur hidupku.. bajingan!!! Jika kau akan memecat ku silahkan, aku tidak takut pada pria brengsek sepertimu.!!! "


Nana merasa lemah dihadapan Cedric. Tidak seperti saat ia menghajar siapapun yang mencoba mengusiknya mau itu pria ataupun wanita selalu bisa ia tuntaskan. Namun saat ia berhadapan dengan Cedric, Nana merasa semua otot dan sarafnya melemah.


Nana terduduk lemas di lantai, ia tidak menyangka kejadian tadi akan menimpanya.

__ADS_1


"Apa kau tidak ingat padaku? "


Kalimat itulah yang membuat Nana bertanya-tanya. Apa maksud dari Cedric, Apa Cedric menyinggung soal dirinya yang tertangkap sering melihat kearah Cedric saat di Cafe.


Masa hanya karena hal itu, sampai-sampai Cedric mengganggunya.


Nana berfikir pasti ada hal lain.. Nana tidak bisa berfikir jernih dimana lagi dia pernah bertemu Cedric selain disana, memang saat di cafe kemarin Ia merasa pernah bertemu dengannya tapi entah dimana.


"Ya Allah banyak sekali hal yang memenuhi otakku inii"


Nana bangkit dari duduknya, ia merapihkan penampilannya takut ada yang curiga.


Nana tidak jadi pergi ke toilet, ia memutuskan untuk kembali ke dapur.


"Dari mana saja Na? "Pria berbaju Chef putih dengan rambut panjang di ikat menghampiri Nana. Pria itu bernama Deva seorang Demi Chef Pastry terlihat dari nametag nya.


Nana tampak agak pucat, setelah kejadian tadi. Dengan spontan pria itu menempelkan telapak tangannya di kening Nana.


" Apa kau sakit? kau terlihat pucat. Kau sudah makan? "


Mereka tidak sadar dengan seseorang yang memantau gerak-gerik mereka dari balik CCTV.


"Benar-benar kelinci kecil yang nakal". Orang itu adalah Cedric. mulai sekarang semua pergerakan Nana akan ia pantau terus. Jangan sampai dia terkecoh sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2