Gadis Tangguh Kesayangan Mr. Cedric

Gadis Tangguh Kesayangan Mr. Cedric
Beginikah rasanya cemburu ?


__ADS_3

"John atur keberangkatan kita ke New York besok, setelah pertemuan ku dengan Mr. Lui zhang kita akan segera kesana. Bereskan semua ini"


 Cedric pergi duluan meninggalkan hutan. Dia kembali menaiki motornya, lalu menancap gas tanpa menunggu lama. Ia melaju dengan kencang membelah jalanan Bandung malam hari, Ia kalut dalam pikirannya. Baru saja ia akan merencanakan bagaimana cara membuat Nana menjadi miliknya tetapi niat itu harus ia urungkan dulu karena terdesak oleh keadaan.


Setelah beberapa menit ia berhenti di sebuah rumah ber-cat moca dan putih. Bunga matahari banyak tertanam dengan rapi dalam pot di halamannya. Beberapa ornamen berbentuk bunga matahari juga tampak tertata menggantung di pintu dan jendela rumah itu. Iya, itu rumah Nana. Cedric mengetahui nya dari data pribadi Nana yang ia baca.


"Orang tua angkatmu sangat menyayangimu, bahkan mereka menumbuhkan banyak Bunga matahari yang secantik dirimu. Menjadikanmu identitas rumah ini.. Ariana Zoya Helianthus" (Helianthus adalah nama lain dari Bunga Matahari)



Cedric menatap rumah itu dengan perasaan yang tidak bisa ia jelaskan, ia tidak pernah mengenal Nana dan yang membuat Cedric merasa heran adalah baru dua kali saja bertemu dengan Nana kenapa rasa ingin memilikinya sangatlah kuat. Padahal banyak sekali wanita cantik diluar sana yang mencoba menarik perhatian Cedric tapi dia tidak pernah menghiraukan mereka. Bahkan Cedric pernah menembak kepala ****** tercantik di New York sekalipun karena risih dengan ulah wanita itu yang selalu menempel padanya seperti ulat bulu.


20 menit berlalu, setelah Cedric puas memandangi rumah Nana, ia akhirnya memutuskan untuk pulang dan beristirahat.


Keesokan paginya...


Nana terbangun dari tidurnya masih dalam posisi yang sama di depan laptopnya. Suara burung berkicauan didepan jendela rumahnyalah yang telah membangunkannya.


"Hoammmm, Jam berapa ini.. " Nana melihat kearah jam dinding, alangkah terkejutnya ia saat melihat jarum jam menunjukan angka 06.00.


"Ya allah, jam 6.. aku ketiduran. Aku belum dapat ide untuk menu kenangan.. aduhhh bagaimana ini. Aku harus siap-siap. Aku akan terlambat... Nana bodohhhh!!! "


Nana berlarian kesana kemari, sambil memaki dirinya sendiri. Ia segera mencuci wajahnya dengan sedikit air lalu ia berlari ke kamarnya dan membuka lemari bajunya terburu-buru. Nana dengan cepat memakai Chef jacket berwarna hitam dan celana katun hitam tanpa mandi terlebih dahulu. Ia menyisir rambutnya dengan kasar dan menguncirnya ekor kuda.


Wajahnya memang suatu anugerah bagi Nana, walaupun dia tidak mandi tapi dia tetap cantik natural sejak dulu. Nana lalu mencari kunci motornya dengan rusuh.


"Kunciku... dimana kunciku... Johannnn ya ampun...!!! dimana kuncimu!!!. "


Nana mengobrak-abrik meja kerjanya. Akhirnya ia menemukannya di tumpukan kertas. Nana berlari kembali ke kamarnya untuk mengambil tas dan berlari ke rak sepatu untuk memakai boots nya.


"Aaaaaa.... aku terlambat..... bajingann!!! "


Dengan segera Nana menaiki Johan. Ia mengendarai motor seperti kesurupan, butuh waktu setengah jam untuk sampai di The Grand Lavierre hotel tempatnya bekerja.

__ADS_1


Untung saja jalanan tidak terlalu ramai karena masih pagi sekali. Nana bisa berkendara dengan leluasa. Setelah setengah jam berlalu ia tiba di tempatnya bekerja. Ia memarkirkan Johan. Lalu berlari masuk ke Loker yang letaknya sebelah basement. Ia melakukan fingerprint untuk absennya.


Kemudian Nana menyimpan tasnya di loker, lalu berjalan mengambil segelas air mineral yang disediakan untuk karyawan.


"Huhhhh.. lelah nya. Aku belum sarapan tapi sudah lari marathon.. "


Nana bernafas tersengal. Saat sedang minum dengan santai seseorang mengagetkannya dengan menepuk pundaknya.


"Heyy,!! sedang apa kau!! "


Nana menyemburkan air didalam mulutnya ke arah orang itu.


*byurrrrrrrr


"Bima, kau selalu saja mengagetkanku!! "


Pria yang dipanggil Bima hanya terpaku dan mengelap wajahnya sendiri.


Bima mengalengkan tangannya di pundak Nana. Merekapun berjalan menuju lobby bersama.


" Bagaimana, apa kau sudah dapat ide menu apa yang akan kau sajikan? " Bima bertanya mengenai menu baru itu pada Nana.


"Belum, otaku blank.. aku tidak tau akan menyajikan apa.. " Nana cemberut lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Tumben sekali, apa kau sedang banyak pikiran? " Bima kembali bertanya karena heran akan Nana yang tak biasanya menjadi tidak kreatif.


"Aku juga tidak tau, aku merasa ada yang mengganggu pikiran ku. Tapi aku sendiri tidak tau apa itu"


"Yasudah langsung hajar saja, kau tinggal pikirkan menu apa yang orang tersayang mu selalu buatkan untukmu. Yang selalu mengingatkanmu pada orang itu atau momen bersamanya. Mudahkan? "


"Benar juga kau Bima, tumben pintar" Nana memuji Bima.


"Aku selalu pintar kau saja yang tidak sadar. "

__ADS_1


Mereka berdua berjalan melewati lobby untuk sampai ke dapur hotel sambil bercanda.


Mereka tidak sadar telah berpapasan dengan Cedric sang pemilik yang datang lebih awal sebab akan mencicipi menu baru yang juga akan disajikan pada Mr. Lui zhang nanti siang.


Nana sama sekali tidak menyadari keberadaan Cedric, ia terus tertawa terbahak bersama Bima didepan Cedric sehingga membuat dada pria itu terasa panas.


"John siapa pria itu? beraninya dia!! " John yang melihat perubahan mood pada bossnya muali mencari alasan.


"Mungkin dia hanya rekan kerjanya. tuan" John menjawab sambil tertunduk.


Cedric kembali berjalan ke arah ruangan kerjanya. John mengikutinya dari belakang.


Cedric lalu duduk di kursi kebanggaannya. Ia masih mengerutkan keningnya. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya.


John berusaha memecah keheningan.


"Tuan, semua keperluan anda sudah siap, setelah pertemuan dengan Mr. Lui zhang nanti kita akan langsung berangkat. ".


" mmmm, baiklah. dan dimana Sylvia? "


Cedric menanyakan keberadaan Sylvia kepada John karena ia belum terlihat juga.


"Dia sedang dalam perjalanan kemari, ia bilang tadi agak sedikit pusing. Aku suruh ia istirahat tapi ia sendiri yang tidak mau.. " John menjelaskan keberadaan Sylvia saat ini.


"John !!!! " Tiba-tiba Cedric memukul meja lalu berdiri dan berjalan kesana kemari.


John sangat terkejut.


"Astaga anda kenapa tuan?? "


Cedric pun tidak tau ada apa dengan dirinya. Apakah dia Cemburu melihat kedekatan Nana dan temannya.


"Beginikah rasanya cemburu?, seperti ada sesuatu yang terbakar di dalam diri ini" Cedric berkata di dalam hati sambil terus mondar mandir gelisah dengan wajah ditekuk.

__ADS_1


__ADS_2