Gadis Tegar

Gadis Tegar
ฺ´3.5` ฺ


__ADS_3

.../Three Five\...


.........


...◎ ◎ ◎...


"Maaf jika aku bercerita panjang lebar seperti ini," ucap Natasya menyadari jika Andika terpana menatapnya.


Andika menggeleng sambil tersenyum. Ia kini yakin jika rasa hangat yang ada di hatinya itu merupakan cinta yang mulai tumbuh di hatinya. Cerita panjang Natasya semakin membuatnya pada ketegaran hati gadis itu.


"Tidak apa-apa! Aku justru kagum kamu bisa berhasil melewati semua masalah itu dengan baik,"


Natasya tersenyum tipis.


...~~~...


Hari-hari selanjutnya mereka sudah layaknya seperti teman akrab yang tidak membatasi obrolan. Rasa cinta Andika semakin tumbuh subur melihat pesona Natasya yang makin hari terlihat makin menarik di matanya. Keindahan Pula Bali seolah merestui kedekatan dan keakraban mereka. Pantai dengan pasir putih dan angin sepoy-sepoy memberikan keindahan yang mengagumkan.


"Indah sekali matahari terbenam itu," seru Natasya melihat warna langit menampakkan warna jingga.


"Aku menyukaimu," ucap Andika sambil mantap Natasya dengan serius.


Natasya menoleh kaget dan tak percaya dengan ucapan yang baru saja di dengar nya.

__ADS_1


"Aku ingin mencari kerang apa kamu mau ikut?" ajak Natasya.


Andika menarik tangannya untuk duduk kembali.


"Aku serius dengan ucapan ku," ucap Andika.


Natasya terdiam lama. Jauh di lubuk hatinya paling dalam ia sangat bahagia mengetahui ada seseorang yang mempunyai perasaan khusus padanya. Tapi kenyataan yang ada membuatnya bangun dari mimpi indah sesaat.


"Kamu hanya kasihan padaku," ucap Natasya tidak yakin.


"Tidak! aku tulus padamu" seru Andika.


Natasya melepaskan tangan Andika dan pergi menjauh. Ia yakin jika Andika sedang terbawa perasaan karena mendengar kisah hidupnya. Ia tidak ingin orang lain mengasihani atas apa yang di alaminya.


Andika mengejar Natasya dan menarik gadis itu ke pelukannya.


Natasya mendesah pelan tapi tidak berusaha melepaskan diri dari pelukan Andika. Ia membiarkan perasaan hangat itu masuk ke dalam relung hati hingga bersemayam di sana. Pertama kali dalam hidup ia menerima sebuah rasa yang belum pernah hadir bahkan di dalam mimpinya pun tidak menyangka hal seperti ini akan hadir. Ia hanya berharap rasa itu bukanlah mimpi yang hanya meninggalkan kehampaan.


Andika memperlakukan Natasya layaknya seorang kekasih. Jadwal yang sudah di susun Natasya berantakan karena Andika memilih tempat lain yang romantis dan indah. Andika mengajaknya makan malam di sebuah resort terkenal dekat pantai bali sambil menikmati hembusan angin pantai.


"Aku akan membawamu pada orang tuaku," ucap Andika.


"Tidak perlu secepat itu, aku ... aku belum siap," tolak Natasya mendengar rencana Andika.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu takut pada orang tuaku? mereka bukan pemakan manusia," ledeknya.


Natasya mencubit tangan Andika sebal.


Hubungan mereka baru seminggu dan belum waktunya menurut Natasya bertindak sejauh itu. ia bahkan belum sepenuhnya yakin dengan perasaannya sendiri.


"Aku sungguh-sungguh dengan perasaanku," ucap Andika sambil mengambil tangan Natasya untuk di genggamnya.


Natasya tersenyum berusaha meredamkan debar yang sedang bergejolak di hati melihat tatapan penuh cinta Andika.


Tidak tahu perasaan bahagia seperti ini akan berakhir sampai kapan ia berharap rasa ini akan selalu ada dalam hidupnya.


Semenjak ayah dan ibu meninggalkan ia, Natasya sangat jarang merasakan kebahagiaan yang benar-benar murni dalam hatinya, hingga Andika datang Natasya kembali merasakan rasa gembira dalam hati karena kasih sayang orang sekitarnya.


...◎ ◎ ◎...


...*...


...*...


...*...


...*...

__ADS_1


...*...


...(Jangan Lupa Like, Comment, Dan Klik Favorite Ya 😊)...


__ADS_2