Gadis Tegar

Gadis Tegar
ฺ´4.2` ฺ


__ADS_3

.../Four Two\...


.........


...◎ ◎ ◎...


"Bagaimana klienmu, apakah dia baik?"


"Hm.. baik, sangat baik," ucap Natasya sedikit gugup karena takut Tiara membaca apa yang sedang di sembunyikannya.


"Hebat ! Kamu selalu lancar dalam mengatasi pekerjaan seberat apapun, itu yang membuat ayah selalu membandingkan aku denganmu,"


"Tuan Aditya hanya ingin melihat kamu lebih fokus dalam bekerja," bela Natasya.


"Hei ! Di bayar berapa kamu untuk mengatakan hal itu," omel Tiara.


Natasya tertawa lalu merangkul gadis kecil yang di sayanginya ini. Sebenarnya membuat Tiara belajar lebih keras tentang perusahaan merupakan salah satu tanggung jawabnya. Melihat sikap Tiara yang sulit di rubah membuatnya ingin menyerah saja.


"Hari ini akan ada klien baru dan tuan Aditya memintaku membawamu untuk ikut serta dalam rapat," Natasya menjelaskan pesan yang di sampaikan ayah Tiara.


"Baiklah ! Aku tidak ikut presentasi kan? Aku tidak punya bahan apapun," bisik Tiara malu karena ia jarang sekali mengetik proposal tentang program paket wisata baru.

__ADS_1


"Tuan Aditya hanya memintaku memperhatikan dan mempelajari bagaimana cara yang benar dalam menarik pemilik saham untuk bergabung,"


Tiara mengangguk mengerti.


...~~~...


Selesai jam istirahat Natasya mempersiapkan diri untuk menghadapi klien yang akan menjelaskan presentasinya. Ia memoleskan sedikit lipstik berwarna natural agar wajahnya terlihat lebih segar.


Tuan Aditya berpesan jika kali ini adalah tamu penting yang akan menanamkan saham besar pada pembangunan resort perusahaan. Tuan Aditya berharap jika Natasya mempersiapkannya semarang mungkin dan memberikan yang terbaik.


"Aku pasti bisa !" Ucapan dalam hati Natasya untuk menyemengati dirinya.


"Kakak, tamunya sudah tiba dan menunggu di ruang rapat kita harus segera kesana," panggil Tiara.


"Mereka ini adalah marketing terbaik perusahaan kami Natasya dan Tiara," terang Tuan Aditya memperkenalkan kedua bawahannya.


Natasya dan Tiara tersenyum. Ia kaget ternyata salah satu pria yang sedang duduk adalah Andika.


"Mereka adalah Sifa dan Fina," tunjuk Tuan Aditya pada dua orang yang berdiri di sisi kanan.


"Sedangkan ini adalah Andika, direktur marketing yang akan memimpin rapat ini," terang tuan Aditya.

__ADS_1


Mata Natasya membesar. Apa? Direktur? Astaga ! Ada apa ini? apa yang sedang terjadi? Andika tak pernah sekalipun bercerita jika ingin bekerja sama dengan perusahaanya. Ia juga tidak pernah mengatakan jika seorang direktur yang akan menanamkan saham dalam jumlah besar.


"Sekarang mulailah dengan presentasinya nona Natasya"


Natasya menarik nafas panjang mengatur suasana hati. Apa maksud Andika melakukan ini? apa pria itu sedang mengejeknya? Atau ingin membuka kebohongannya di depan Tuan Aditya dengan mengatakan hal buruk tentang dirinya.


Hampir 3 menit Natasya diam dan hanya melihat Andika yang terus saja memandangnya. Ia baru tersadar saat tangan Tiara menyentuh ujung jarinya. Buru-buru ia membuka laptop dan mulai menerangkan program apa saja yang di tawarkan oleh perusahaan di setiap rencana perjalanan. Mulai dari lokasi, tempat wisata, hotel, resort, bahkan acara hiburan.


Natasya terus berusaha untuk tidak memandang Andika agar bisa fokus dengan apa yang sedang di bicarakan. Dengan susah payah menerangkan sambil menahan diri akhirnya Natasya berhasil menyelesaikan presentasinya.


Andika bertepuk tangan paling kencang setelah kalimat terakhir di ucapkan Natasya. Tindakannya itu membuat tuan Aditya dan Tiara mengernyitkan dahi. Sadar dengan keadaan itu Andika lalu mengambil berkas yang di berikan tuan Aditya.


...◎ ◎ ◎...


...*...


...*...


...*...


...*...

__ADS_1


...*...


...(Jangan Lupa Like, Comment, Dan Klik Favorite)...


__ADS_2