Gadis Tegar

Gadis Tegar
ฺ´2.3` ฺ


__ADS_3

.../Two Three\...


.........


...◎ ◎ ◎...


"Jika ternyata pria yang di jodohkan ayahmu tampan bagaimana?" ledek Natasya mengomentari curhatan panjang Tiara karena kesal dengan ayahnya.


"Biarpun setampan Justin Bieber aku akan tetap menolak! Menurutku pria yang bersedia dijodohkan oleh orang tua adalah pria yang tidak mempunyai prinsip," geram Tiara.


"Maksudnya?"


"Bayangkan saja! jika untuk urusan pribadinya saja dia mau diatur oleh orang, bagaimana ia bisa menjadi pria yang baik bagi kekasihnya," omel Tiara


Natasya tersenyum melihat Tiara mengomel panjang lebar. Ia juga tidak menyetujui ajang perjodohan yang sering dilakukan oleh para orang tua pada anak mereka. Bagi keluarga konglomerat menikah atar teman bisnis bukan menjadi hal yang aneh demi menyatukan asset perusahaan. Entah apa yang dirasakan oleh para pasangan itu saat menikah tidak berdasarkan cinta yang tulus dan suci. Apakah perasaan hati harus dikalahkan dengan jabatan dan harta? Sungguh sangat mengerikan jika Natasya mengalami hal serupa di hidupnya.


"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Bayu, sutradara itu?"


Tiara menghembuskan nafas mendengar nama pria yang selama ini mendekatinya dengan gencar itu.


"Aku hanya menganggapnya sebagai kakak."


"Kamu sudah katakan itu padanya bukan? Tidak baik menggantung perasaan orang lain terlalu lama," terang Natasya


"Sudah, tapi sepertinya dia tidak mau mengerti, membuatku kesal saja,"

__ADS_1


Natasya kembali tertawa. Entah pria macam apa yang dicari oleh Tiara. Dimata Natasya, sutradara muda yang bekerja pada stasiun televisi terkenal itu sudah sangat baik. Pria yang sopan, dewasa, tegas meski sedikit serius. Menurut Natasya kepribadian Bayu bisa mengimbangi sikap dan sifat Tiara yang masih kekanak-kanakan.


"Kakak, bagaimana jika Bayu kujodohkan saja denganmu? kalian juga sudah saling kenal bukan?" tiba tiba saja Tiara melontarkan ide yang membuat mata Natasya melotot.


"Kamu ini! memangnya bisa cinta dengan mudah pindah begitu saja, jangan asal bicara" omel Natasya.


Tiara tersenyum geli.


"Bayu itu sebenarnya lebih pantas bersanding dengan kakak daripada denganku, sikapnya terlalu serius dan dewasa."


"Pria seperti itu sangat cocok untuk melengkapi sifatmu yang manja dan keras kepala itu," ujar Natasya.


"Aku menginginkan pria yang bisa membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama," ucap Tiara.


"Eiiits... jangan salah! seringkali terjadi di dunia nyata," Tiara memprotes komentar Natasya.


...~~~...


Tiara baru saja akan bersembunyi melihat bayangan Bayu yang sudah menunggunya di lobi kantor. Pria ini memang tidak pantang menyerah untuk mendekatinya. Mereka berkenalan dua tahun lalu saat Bayu menjadi sutradara bagi iklan yang dibuat untuk perusahaan ayahnya. Tugasnya sebagai manager maketing membuatnya harus ikut andil penuh dalam proses syuting. Hubungan pekerjaan itulah yang akhirnya membuat mereka dekat dan akrab. Awalnya Tiara menganggap Bayu sebagai rekan kerja biasa tapi lama kelamaan sikap Bayu berubah menjadi aneh dan berujung dengan pengungkapan cinta.


Awalnya Tiara sempat marah dan kesal karena hubungan pertemanan mereka harus dicampuri dengan urusan cinta tapi Natasya melarangnya untuk menjauhi Bayu karena tidak baik memutus tali pertemanan dengan orang yang selama ini sudah bekerja sama. Sikap baik Tiara itulah yang membuat Bayu terus saja menganggap jika Tiara suatu hari bisa membuka hati untuknya. Ia tidak menyerah untuk terus mendekati Tiara dengan alasan apapun.


Tiara menarik nafas mengumpulkan kekuatan menghadapi Bayu yang sudah tersenyum menatapnya.


"Aku ingin mengajakmu makan malam, mau tidak?" Bayu menyapa Tiara ramah.

__ADS_1


Tiara menarik rambut untuk memikirkan alasan penolakan yang tepat. Tiba-tiba saja sebuah ide muncul dalam kepalanya.


"Bagaimana jika mengajak Natasya? sebenarnya hari ini aku janji mengajaknya makan malam tapi berhubung kamu sudah disini, kita pergi bertiga saja" ujar Tiara tanpa persetujuan Bayu lalu kembali masuk ruangan dan menarik tangan Natasya yang sudah bersiap untuk pulang.


"Kakak, temani aku makan malam dengan Bayu" pinta Tiara.


"Ah, tidak mau! bukankah itu kencan kalian?" tolak Natasya cepat.


"Ayolah kak, aku tidak ingin mengecewakan Bayu jika menolaknya, lagipula kakak selalu bilang padaku jika ia adalah pria yang baik" rajuk Tiara sekaligus memaksa Natasya.


Aiish! Natasya akhirnya terpaksa menuruti keinginan untuk makan malam bersama.


...◎ ◎ ◎...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


...(Jangan Lupa Like, Comment, Dan Klik Favorite 😊)...

__ADS_1


__ADS_2