
.../Three One\...
.........
...◎ ◎ ◎...
Bayu sadar jika dirinya tidak sebanding dengan pria anak konglomerat lain yang tampan dan punya banyak harta. Ia hanya sutradara biasa yang bekerja pada sebuah stasiun TV. Meski begitu ia bangga karena untuk mencapai posisi sekarang telah melewati banyak jalan yang berliku. Ia yakin usaha dan kerja kerasnya itu tidak dimiliki oleh pria kaya lain yang dikenal Tiara.
Ia memandang wajah Tiara yang masih tetap terlelap. Ia membenahi anak rambut yang berserakan di dahi Tiara. Gerakan jemarinya membuat Tiara terbangun.
"Maaf, aku tertidur! Apa kita sudah sampai," ucap Tiara sambil melihat ke sekeliling dan sadar jika sudah sampai di depan gerbang rumahnya.
Bayu mengangguk sambil tersenyum.
"tidak apa-apa," ucap Bayu lembut.
"Terima kasih sudah mengantarku," Tiara membuka pintu mobil sambil pamit namun Bayu menahan lengannya.
"Aku mencintaimu" Bayu mengucapkan kalimat yang sama untuk kesekian kalinya.
"Bayu, sudahlah!" Tiara menarik nafas karena lelah mendengar ucapan yang sama dari Bayu.
"beri aku waktu," ucap Bayu pelan.
__ADS_1
"Waktu untuk apa? Aku sudah katakan berkali-kali jika aku menganggap hubungan kita hanya sebatas teman, tidak bisakah kamu mengerti?" Tiara memohon agar Bayu mengerti apa maksud ucapannya.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku" Bayu tetap kuat dengan pendiriannya jika saat nanti perasaan Tiara akan berubah. Ia yakin gadis itu akan membuka hati untuk dirinya.
Tiara membuang wajahnya dengan kesal. Entah harus memakai cara apalagi untuk membuat Bayu mengerti jika perasaannya tidak akan berubah sampai kapanpun. Ia tidak ingin orang lain memaksakan perasaan pada dirinya. Semakin sering Bayu bersikap agresif itu akan membuat dirinya membenci pria baik ini.
"Tolong, jangan membuatku benci padamu dengan sikapmu ini," ucap Tiara lalu melepas tangan Bayu yang memandangnya dengan terluka.
Bayu memukul stir mobilnya dengan kesal. Kenapa ia tidak pernah bisa mengucapkan kata menyerah untuk Tiara.
...~~~...
Natasya sedang membereskan beberapa brosur perjalanan wisata saat Tuan Aditya memintanya untuk datang menghadap. Setiap kali Tuan Aditya memanggil pasti selalu ada hubungan dengan putri nakalnya, Tiara. Entah sudah puluhan kali Natasya menutupi kesalahan Tiara agar gadis itu tidak dimarahi ayahnya. Tiap kali Tiara berbuat ulah pasti orang pertama yang dipanggil adalah dirinya. Contohnya seperti minggu lalu saat tagihan kartu kredit Tiara melebihi batas karena dipergunakan untuk berbelanja. Natasya ditanya oleh Tuan Aditya barang apa saja yang dibeli Tiara hingga menghabiskan begitu banyak uang. Ingin rasanya Natasya berteriak jika untuk urusan belanja ia sama sekali tidak tahu.
"Duduklah" perintah tuan Aditya melihat Natasya berdiri dihadapannya.
"Minggu besok kamu saya tugaskan ke pulau Bali untuk menjelaskan tentang paket wisata yang baru saja kamu buat," terang tuan Aditya.
Natasya terpana. jadi ini bukan tentang Tiara?
"Kenapa memandangku seperti itu? Bukankah tugas ini sudah biasa buatmu?" tanya tuan Aditya heran melihat wajah Natasya.
"Ah, tidak! maaf Tuan, tadinya aku pikir ini masalah ..."
__ADS_1
"Tiara lagi? Aiish! Jadi itu yang ada di pikiranmu tiap kali aku memanggilmu untuk datang?"
Natasya menunduk sambil tersenyum malu.
"Anak itu benar benar ..." ujar Tuan Aditya tidak enak hati pada Natasya.
"Tidak apa-apa Tuan! Hanya saja aku heran karena sepertinya minggu ini Tiara tidak membuat ulah apapun," ucap Natasya.
Tuan Aditya tertawa melihat Natasya yang begitu hapal prilaku putrinya.
"Maafkan aku karena selalu melibatkanmu dalam masalah Tiara."
"Tidak apa-apa, aku sudah menganggapnya seperti adik sendiri," ucap Natasya melihat sikap resah Tuan Aditya.
...◎ ◎ ◎...
...*...
...*...
...*...
...*...
__ADS_1
...*...
...(Jangan Lupa Like, Comment, Dan Klik Favorite 😊)...