Gadis Tegar

Gadis Tegar
ฺ´4.3` ฺ


__ADS_3

.../Four Three\...


.........


...◎ ◎ ◎...


"Aku sangat setuju dengan semua program yang kalian rencanakan, jadi sepertinya aku tidak akan menunggu lama untuk membuat surat perjanjiannya," ucap Andika yang membuat Tuan Aditya, Tiara dan Natasya bernafas lega.


"Terima kasih!" ucap Natasya dan Tiara.


"Terima kasih atas kerja samanya dan sampaikan salam untuk ayahmu," ucap tuan Aditya pada Andika sambil menepuk bahunya.


"Akan aku sampaikan paman!" jawab Andika sopan.


Tuan Aditya menarik tangan Tiara untuk mendekat.


"Ini putriku, Tiara!" Tuan Aditya memperkenalkan Tiara pada Andika.


"Halo, apa kabar?" sapa Andika dengan sopan.


"Baik tuan" balas Tiara dengan wajah berbinar. Pria di hadapannya ini sungguh tampan. Gayanya yang berwibawa dengan sikap tenang makin membutnya terlihat seperti seorang direktur dengan selera yang pasti sangat tinggi.


"Kalian akan sering bekerja sama jadi ku harap bisa menjadi rekan kerja yang baik," harap Tuan Aditya.


Natasya masih terus memikirkan Andika. Apa sih maksudnya memberikan kejutan seperti ini? hampir saja jantungnya meledak jika tidak ingat banyak orang lain yang sedang menunggu laporannya.

__ADS_1


Natasya menunggu kedatangan Andika dengan gelisah. Selesai rapat tadi ia langsung mengirimkan pesan agar Andika menemuinya di kafe yang terletak tidak jauh dari kantor. Semua ini harus ada penjelasannya.


"Sepertinya kamu sudah sangat merindukanku hingga tidak sabar ingin segera bertemu," ledek Andika sesaat setelah duduk di hadapan Natasya.


"Apa maksudnya ini!" tanya Natasya dengan wajah serius.


Andika tersenyum lalu melirik tangan kanan Natasya yang masih memakai gelang pemberiannya.


"Aku senang melihat kamu tidak melepas gelang itu,"


"Jangan bicarakan hal lain," ucap Natasya kesal.


Andika memperbaiki duduk dan menatap Natasya tajam.


"Kenapa kamu tidak katakan saat di pulau bali?"


"Apa kamu pernah bertanya? kamu sibuk menjelaskan berbagai tempat yang kita kunjungi tanpa pernah bertanya banyak tentang pekerjaanku,"


"Aku pikir kamu staff yang di kirim perusahaan," ucap Natasya pelan merasa bersalah karena lupa bertanya tentang itu.


"Ya sudah! Aku minta maaf karena tidak jujur meski tidak berniat seperti itu," ucap Andika berusaha meredakan ketegangan di wajah Natasya.


Natasya tersenyum meski masih kesal karena telah di bohongi.


"Mulai sekarang kita akan sering bertemu dan aku bahagia sekali,"

__ADS_1


"Aku tidak mau mencampuri urusan pribadi dengan pekerjaan," Natasya mengingatkan agar Andika bersikap hati-hati jika berada di kantor.


"Baik tuan putri! karena sekarang sudah selesai jam kerja maka aku ingin mengajakmu menikmati keindahan kota ini di waktu malam" ajak Andika sambil menarik paksa tangan Natasya untuk mengikutinya.


Kota jakarta dan langit di musim kemarau sungguh merupakan perpaduan yang sempurna. Warna warni lampu di jalanan terlihat sangat indah mengalirkan rasa romantis di antara keduanya, apalagi malam ini kota jakarta terlihat tenang.


"Kamu sering ke sini?" tanya Andika.


Natasya mengangguk. berdiri di pinggir kota selalu mengingatkannya dengan sosok ibu yang sangat di rindukannya. Jika hatinya sedang resah dengan berbagai rasa rindu maka Natasya akan menikmati waktu sejenak dari kesibukan kantor untuk ke tempat ini.


Ibu, dimana dirimu? apa kamu tidak lihat hari ini aku tidak datang sendiri. Aku bersama dengan seorang pria yang sudah membuka harapan di hatiku. Ibu, aku ingin berbagi kebahagiaanku bersamamu. Aku ingin ibu bisa merasakan betapa bahagianya aku saat pria ini menggenggam erat tangan dan merangkulnya.


...◎ ◎ ◎...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


...(Jangan Lupa Like, Comment, Dan Klik Favorite Ya)...

__ADS_1


__ADS_2