Gadis Tegar

Gadis Tegar
ฺ´3.2` ฺ


__ADS_3

.../Three Two\...


.........


...◎ ◎ ◎...


Pulau bali bisa ditempuh 1 jam 55 menit perjalanan dengan pesawat dari Jakarta. Natasya membereskan dandanan terakhirnya untuk bersiap menemui klien besar yang dikatakan Tuan Aditya. Ia diminta untuk menjelaskan berbagai hal tentang keindahan pulau bali yang akan menjadi pilihan tujuan dalam paket wisata yang sedang dibuatnya. Tuan Aditya berharap kerja sama ini akan menghasilkan sebuah kunjungan berbeda dengan yang sudah ada dari perusahaan lain.


Musim kemarau merupakan musim yang paling indah jika sedang berada di pulau yang terletak di sebelah timur pulau Jawa dan sebelah barat pulau Lombok, Tepatnya terletak antara 8°3'38" - 8°50'56" Lintang Selatan dan 114°25'53" - 115°42'39" Bujur Timur.


Natasya mempercepat langkah menuju tempat pertemuan. Entah kenapa pertemuan kali ini terasa menjadi beban untuknya. Ia tidak ingin presentasi yang akan di jabarkan terlihat buruk dan membuat klien tidak tertarik. Harapan Tuan Aditya yang yakin akan kemampuannya membuat mereka tertarik.


Brakkk! Seorang gadis kecil yang sedang naik sepeda terjatuh tepat di hadapannya. Natasya terburu-buru menghampiri dan membantunya.


"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Natasya cemas karena ia melihat lutut anak itu mengeluarkan darah.


"Ibu!.... ibu!" gadis kecil itu menangis sambil memegangi lututnya. Natasya melihat ke sekeliling tapi tak seorangpun wanita yang terlihat seperti ibunya. Reflek ia merengkuh tubuh gadis kecil yang masih terus menangis lalu segera membawanya ke tempat duduk yang berada tidak jauh.


"Sabar ya! kakak akan carikan obat untuk mengobati lukamu," ucap Natasya berusaha menenangkan lalu berlari menuju lobi hotel dan meminta peralatan P3K.


"Tahan sebentar ya! Akan sakit sedikit," ucap Natasya sambil membersihkan luka dengan alkohol lalu mengoleskan obat pengering luka.

__ADS_1


Setelah beberapa lama gadis kecil itupun sedikit tenang dan berhenti menangis. Natasya menarik nafas lega karena kejadian tadi sungguh membuatnya takut.


"Terima kasih, kakak."


"Kamu akan segera sembuh, lain kali jika ingin bersepeda harus di temani ibumu."


Gadis kecil itu mengangguk sambil tersenyum.


"Siapa namamu? Aku Natasya."


"Aku Lala dan itu ibuku" tunjuk nya sambil menunjuk seorang wanita muda yang berlari cemas ke arahnya.


"Ibuu, aku terjatuh dari sepeda dan kakak menolongku," terang Lala.


Setelah Lala dibawa pergi, Natasya baru tersadar jika ia mempunyai janji penting pada seseorang yang telah menunggunya.


"Aduh! Bagaimana ini? aku sudah terlambat setengah jam, apa yang akan ku katakan pada mereka sebagai alasan," Natasya memukul kepalanya sendiri bingung memilih alasan yang tepat untuk keterlambatannya.


...~~~...


"Aku ada janji dengan Tuan Andika," terang Natasya pada petugas hotel.

__ADS_1


"Beliau sudah menunggu anda sejak tadi," petugas hotel lalu mengantar Natasya menuju meja tempat mereka bertemu.


"Maafkan saya karena datang terlambat... maafkan saya" Natasya meminta maaf dengan hormat pada pria yang tengah duduk menunggunya. Ia sungguh tidak enak hati karena pertemuan pertama mereka harus dimulai dengan keterlambatannya.


"Seperti inikah professional seorang pemandu wisata bagi sebuah perusahaan sebesar Sone Grup" Kalimat sinis langsung terdengar usai Natasya meminta maaf.


"Maaf Tuan! Ada sesuatu yang tiba-tiba terjadi hingga membuat saya terlambat, sekali lagi maafkan saya," ulang Natasya.


Andika berdiri lalu mengambil berkas yang berada di tangan Natasya dan mulai membaca. Natasya yang merasa tidak enak langsung duduk di hadapannya dan dengan gelisah menunggu reaksi selanjutnya.


...◎ ◎ ◎...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...

__ADS_1


...(Like, comment, klik favorite 😇)...


__ADS_2