Gadis Tegar

Gadis Tegar
ฺ´4.1` ฺ


__ADS_3

.../Four One\...


.........


...◎ ◎ ◎...


Tuan Aditya menghampiri Tiara yang sedang mengobrol dengan ibunya di ruang tengah.


"Besok malam ayah akan mengajakmu makan malam dengan salah satu rekan kerja ayah," ucap Tuan Aditya mencoba kembali membujuk Tiara.


Tiara tersenyum tipis. Ia sudah mengerti ke arah mana percakapan ini akan berlanjut. Bukan hanya sekali ayah mengajaknya makan malam bersama teman kerjanya yang berujung dengan perjodohan.


"Kali ini siapa yang ingin ayah kenalkan?" ucap Tiara.


"Kamu pasti menyesal jika tidak mau ikut, pria ini tampan dan beda dari yang lain," goda tuan Aditya.


"Pokoknya aku tetap tidak mau!" tolak Tiara sambil meninggalkan kedua orang tuanya.


"Kita harus mencari cara lain, putri kita selalu bisa membaca apa siasat ayah jika ingin melakukan sesuatu untuknya," ucap nyonya Aditya.

__ADS_1


Tuan Aditya menganggukan kepala sambil berfikir jalan apa yang paling tepat untuk mempertemukan Tiara dengan putra teman kerjanya. Saat pertama kali bertemu dengan pemuda itu tiba-tiba ia yakin jika kepribadiannya yang dewasa sangat cocok dengan sifat manja dan kekanakan putrinya. Sikap nya yang santun tidak membuat tuan Aditya khawatir jika Tiara akan menolaknya karena gadis itu tidak suka dengan pria kaya yang sombong.


Sepertinya acara makan malam bukanlah ide yang bagus untuk mempertemukan mereka. tiba-tiba muncul ide dalam benak dan membuatnya tersenyum.


"Apa ayah punya cara yang bagus?" tanya nyonya Aditya melihat senyum di wajah suaminya.


"Jika ku undang anak itu ke kantor tidak akan ada alasan Tiara untuk menolak apalagi melarikan diri,"


"Begitu memang lebih baik," ucap nyonya Aditya menyetujui ide suaminya.


...~~~...


"Mana oleh-oleh dari pulau Bali?" ucap Tiara yang sudah duduk manis di hadapannya.


"Aku ke sana untuk tugas bukan tamasya apalagi belanja seperti yang suka kamu lakukan," ledek Natasya meski dalam hati merasa sedikit bersalah karena hampir dari separuh rute perjalanan wisatanya tidak terpenuhi karena Andika merubah nya sesuka hati.


Tiara terbahak. Ia sadar jika kualitas kerjanya sangat berbanding terbalik dengan Natasya karyawan kesayangan ayah nya. Tidak hanya sekali ayah membandingkan dirinya dengan Natasya yang rajin, penurut, tidak banyak tingkah dan tidak suka berhura-hura.


"Gelangmu bagus sekali beli di mana?" tanya Tiara melihat gelang di pergelangan tangan kanan Natasya.

__ADS_1


"Oh ... ini beli di pulau bali, waktu itu kami melewati toko yang menjual pernak pernik," terang Natasya.


"Rupanya putri tidur kita ini mulai suka memakasi aksesoris," goda Tiara karena ia tidak pernah melihat Natasya memakai perhiasan apapun selain kalung peninggalan ibu nya.


"Ooh, aku .. aku suka saja dengan modelnya," elak Natasya bohong karena sebenarnya gelang itu pemberian dari Andika, saat itu Andika ingin membelikan sebuah cincin perak dengan batu berwarna indah tapi Natasya menolak. Setengah memaksa akhirnya Andika berhasil memasang kan gelang itu di tangannya,


...◎ ◎ ◎...


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


...(Jangan Lupa Like, Comment, Dan Klik Favorite 😊)...

__ADS_1


__ADS_2