
Sean telah di pindahkan ke ruang VIP agar mendapatkan perawatan intensive selain alergi dengan sentuhan wanita, dia juga adalah pria yang sangat bersih dan perfeksionis apapun harus sempurna entah itu penampilan ataupun kebersihan, jika kalian melihat isi kamar Sean maka kalian akan takjub, karena di sana tidak ada sebutir debu pun yang menempel di lantai atau di manapun
"Ughh"
Sean melenguh, dan langsung bangun menatap ke segala arah
"Dimana aku"?
" Kau di rumah sakit, kenapa tedy bear ku tidak pernah jujur padaku, apakah kau sudah tak sayang padaku"? Ucap Jane menyentuh tangan putranya
"Sudahlah jane, jangan di permasalahkan lagi" ucap Sean malas
"Bicara yang sopan pada istriku" tegur Alex
Sean semakin memutarkan bola mata nya malas melihat ke posesifan ayah nya yang tak pandang tempat itu
"Jangan bentak tedy bear ku sayang" ucap Jane mencium tangan suaminya, Alex pun langsung meleleh dengan setiap perlakuan Jane
"Sejak kapan kau sakit"? Tanya Alex datar
" Sejak aku kecil, karena itulah aku tidak ingin tinggal bersama kalian, dan memilih untuk tinggal bersama dengan Kakek" ucap Sean
"Hikss, bagaimana aku bisa punya menantu jika kau tak normal Tedy hiks hiks" Jane menangis lagi mengenang nasibnya yang malang
"Sudahlah Jane jika kau ingin punya anak lagi kau ambil saja di panti asuhan" ucap Sean malas
"Kurang aj4r kau bukannya berpikir untuk sembuh malah mengatakan yang bukan bukan"
"Aduh aduh ampun, sakitt"
Jane menjewer telinga Sean dengan kencang sampai membuat pria kaku itu mengaduh kesakitan.
Lain hal dengan Shine dia sedang berada di ruang perawatan, Ricko memaksanya untuk memeriksakan lukanya kembali karena terakhir kali dia berobat adalah tiga tahun yang lalu
"Akhirnya kalian datang juga" ucap tony
"Hai cantik bagaimana kabarmu"? Tanya Paul pada Shine
"Baik"
"Krik, krik, krik"
Paul dan Tony saling lirik, gadis itu sama sekali tidak berubah, masih dingin dan tak banyak bicara
"Maafkan aku kak paul, kak Tony, aku baru punya uang untuk membawa Shine kemari" ucap Ricko mencairkan suasana
"Kakak kan sudah bilang kalian datang saja, kakak akan membayarkan nya untuk Shine" ucap Tony
"Kami tidak ingin terus merepotkan mu kak" ucap Ricko
"Baiklah, buka topeng mu"
Shine pun membuka topeng nya, lalu terlihat di sana Luka yang begitu membekas, tony dan paul merasa iba melihatnya, Shine gadis yang sangat cantik, namun terhalang oleh topengnya
"Apa kau siap untuk melakukan operasi"? Tanya Tony
__ADS_1
" Tidak"
"Why"?
" Luka ini yang akan menuntunku pada kebenaran" ucap Shine dingin
Paul dan Tony terkesiap, gadis ini benar benar terluka sampai dia tidak ingin melupakan dendam di masa lalu, Tony dan Paul hanya bisa pasrah, mereka tidak mungkin memaksakan kehendak mereka, sedangkan Shine sama sekali tidak bersedia untuk menyembuhkan lukanya
Ricko pun sama, dia hanya bisa menunduk sedih, ternyata Shine tidak bisa melupakan masa lalu nya yang sama sekali belum dia ketahui kebenaran nya
"Jangan bersedih, setelah masa laluku terungkap aku sendiri yang akan memintamu untuk menyembuhkan ku, karena itulah, belajarlah dengan giat agar kau bisa menjadi yang kau cita citakan" ucap Shine
Ricko langsung memeluk Shine ternyata Shine menganggapnya sebagai saudara, tidak seperti yang dia pikirkan selama ini
"Baru kali ini aku mendengar si ice girl ini berbicara panjang lebar, haha" gurau Paul
".... "
Shine kembali duduk dan tidak berkata apapun lagi,
"Tok Tok"
"Masuk" sahut Tony
"Tuan muda sudah siuman" ucap Max
"Baiklah kami pergi dulu untuk memeriksa pasien ya" ucap Tony pamit pada Shine dan Ricko
"Pergilah dan terimakasih" ucap Ricko
"Yow tuan muda kita ini akhirnya sadar juga" sindir Paul
Sean menatap dengan ujung mata nya saja dan tidak perduli
"Ya tuhan entah apa salahku hari ini aku mendapatkan pasien seperti es semua" ucap Tony mengeluh
"Apa kalian teman Tedy bearku"? Tanya Jane yang dari tadi terdiam,
" Benar nyonya, dulu saya juga yang mengobatinya sewaktu masih di new york" sahut Tony
"No, jangan panggil tante, panggil jane, aku belum tua" ucap Jane
Tony dan paul malah menatap tuan Alex sedangkan Alex hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban
"Baiklah jane anda begitu cantik" ucap Tony
"Jahahaha lihatlah sayang, anak muda zaman sekarang pandai merayu" ucap Jane, mendengar perkataan istrinya Hati Alex langsung panas dia tidak suka mendengar istrinya di puji siapa pun
"Berhenti menggoda istriku" ucap Alex menodongkan pist0lnya
Tony dan paul mengangkat tangan nya ke udara, mereka tidak percaya sifat tuan Alex benar benar di luar nalar manusia
"Sayang sudahlah, aku hanya mencintaimu kau yang paling tampan" rayu Jane
Alex langsung tenang setelah mendengar ucapan istrinya
__ADS_1
"Ayahmu benar benar mengerikan" bisik Paul pada Sean, sedangkan Sean hanya diam saja karena dia sudah terbiasa dengan sikap ayahnya itu
"Memangnya ada ya manusia yang lebih menyebalkan dari pada tedy bear ku"?tanya Jane
" Ada cuma bedanya dia adalah seorang gadis" ucap Tony
"Hufft sudah pasti dia tidak akan berjodoh dengan Tedy bear ku, karena jika berjodoh kurasa anak mereka akan menjadi Kutub utara" ucap Jane menggerutu
"Puufffttt" Paul menahan tawanya agar tidak pecah, ibu Sean ini benar benar lucu menurutnya, sedangkan Sean seperti biasa dia tidak akan perduli dengan apapun.
...****************...
Ricko dan Shine berjalan di dalam koridor rumah sakit, mata mereka melihat seorang anak yang menangis meratapi kematian orang tuanya sepertinya mereka mengalami kecelakaan,
Shine memegang tangan Ricko dengan erat lintasan lintasan aneh menusuk kedalam otaknya rasanya sangat sakit bagaikan tertusuk jarum,
Ricko sedikit mengernyit, menahan sakit akibat r*masan tangan Shine yang sangat kuat
Keringat dingin meluncur di dahi Shine, dan membuat Ricko khawatir
"Shine, apa kau baik baik saja"? Tanya Ricko
" Sakit, kepalaku sakit, argghhh"
"Brukkk"
"Hey , shine kau kenapa, jangan membuatku khawatir" ucap Ricko ketakutan, dengan cepat dia merogoh sakunya dan mengambil ponselnya, dia langsung mendial nomor dokter Paul
"Hallo, dokter, tolong aku, Shine pingsan" ucap Ricko
Sedangkan di ruangan Sean Paul yang mendapatkan kabar itu pun langsung memberi tahu Tony
"Ton, aku pergi dulu, Shine pingsan" ucap paul
"Baiklah aku serahkan padamu" ucap Tony
Sean hanya mendengarkan percakapan mereka saja, tanpa bertanya lagi
"Ada apa Dengan nya sepertinya dia sangat buru buru"? Tanya Jane
" Salah satu pasien saya yang kaku itu tiba tiba pingsan" ucap Tony
"Dia sakit apa "?
" Sudahlah Jane jangan mencampuri urusan orang lain" ucap Sean
"Lihatlah sayang, aku hanya ingin bertanya tapi dia melarangku" ucap jane
Alex langsung menatap nyalang ke arah putranya, dan sean hanya bisa berdecak kesal saja melihat tatapan tajam dari ayah nya itu
"...... "
Tony hanya diam saja mendengarkan pembicaraan absurd keluarga Sean, menurutnya keluarga pasiennya itu sangat unik dan berbeda dari yang lain.
Bersambung~🌻
__ADS_1